Photo-Foto

Akhir-akhir ini sepertinya saya melihat sesuatu yang menggelitik hati saya dalam setiap perjalanan yang melewati jalan raya. Rasanya, pemandangan di sisi kiri maupun kanan jalan di setiap jalan yang saya lalui itu dihiasi banyak sekali gambar perempuan. Saya jadi pusing.

Mulai dari iklan jilbab, iklan barang nonjilbab, nama toko, dan paling banyak saya lihat adalah gambar para caleg perempuan 2014. Mulai yang dipajang dalam bentuk reklame, baliho, sampai nempel-nempel di pohon. Hmphh, saya jadi heran.

Jujur saya merasa prihatin. Wajah cantik-cantik kok diobral murah begitu. Dinikmati setiap orang yang melintas. Apakah begitu menyenangkannya jika ada yang mengatainya cantik? Yah memang menyenangkan sih, tapi? Atau memang alami kah perempuan itu suka dilihat  dan dinikmati kecantikannya?

Atau penyakit yang diderita Narsiscus itu menyebar sedemikian parahnya? Entahlah saya tidak mengerti. Malah saya pernah melihat semacam promosi pantai asuhan dengan memajang foto anak asuh yang perempuan. Duhh saya jadi miris. Apa tidak ada foto lain yang lebih ahsan untuk dipajang yah?😕

Saya tidak mau memperdebatkan hal itu. Soal narsiscus bisa ditanyakan pada yang lebih ahli saja. Yang jelas menurut pendapat pribadi saya sekarang, foto-foto itu cukup mengganggu pemandangan. Dan saya sebagai perempuan merasa agak bagaimana gitu.

Yah, saya hanya sekedar menulis untuk melegakan hati, kawan! Jika pun ada yang harus diperbaiki, sejauh ini saya masih belum bisa melakukan apapun. Baru sebatas ngomel.. Heheheh!:mrgreen:

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Photo-Foto

  1. rusydi hikmawan says:

    ngomel di sini juga bisa jadi ladang untuk memperbaiki. ya harap2 entar dibaca orang lain. ttg perempuan, karena menurut adam smith, semua adalah komoditi, termasuk tubuh manusia. inilah yg ditentang oleh marx dalam bukunya das kapital. perlawanan filsafat marx terhadap laju ekonomi liberal gak terbendung

    • Dyah Sujiati says:

      “perlawanan filsafat marx terhadap laju ekonomi liberal gak terbendung”
      maksudnya bagaimana ini, Pak?

      apakah Marx juga mbahas tentang ini? teori ekonomi dia kayaknya gak mbahas sampai situ. pun dia kan malah sibuk ngajarin atheisme juga. sepertinya tidak nyambung, pak. apa yang dia lakukan itu. hehe

  2. rusydi hikmawan says:

    maksudnya, praktek ekonomi ala smith masih menjadi basis tindakan ekonomi, dan marx melalui teorinya sulit menjadi menandingi perilaku ekonomi yg ada. ya dibahas ama marx, tetg fetisisme ekonomi, fenomena2 ekonomi, dll. ttg atheisme itu secara implisit.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s