Mengejarnya

Lokasi stasiun Jombang tepat menghadap jalan raya jalur pantai selatan. Jika naik bus jurusan Tuban atau  Nganjuk, kau bisa turun tepat di depan pintu stasiun. Namun jika naik bus jurusan Malang atau Pare, harus turun di perempatan lampu merah yang berjarak sekitar 100 meter dari pintu masuk stasiun.

Dulu waktu saya masih kuliah, dari rumah ke Purwokerto saya biasa naik kereta Logawa atau Pasundan. Waktu itu kebetulan saya akan naik Pasundan dan naik bus jurusan Malang. Jadwal kereta Pasundan masuk stasuin adalah pukul 7.30 WIB. Saya tiba di perempatan jam 7.25 dan saya melihat kereta berjalan pelan memasuki stasiun. Saya tenang-tenang saja dan berfikir itu bukan kereta Pasundan.

Saya berjalan agak santai sekitar 20 meter sampai bertemu tukang becak yang menawari saya naik becak untuk mengejar kereta. Hah? Saya terkejut apakah itu Pasundan. Lalu saya tanya pada Pak tukang becak dan beliau memastikan bahwa itu adalah Pasundan.

Maka seketika itu saya langsung berlari sekuat tenaga. Saat saya masih di luar stasiun kereta sudah diberi aba-aba untuk berangkat. Tepat saya masuk pintu masuk stasiun kereta bergerak maju. Saya tetap berlari dan mengejar kereta yang sudah berjalan.

Sepertinya petugas pemberangkat kereta mengetahui saya mengejar kerata sehingga masih tetap pelan. Saya terpisah sekitar 10 meter di belakang kereta yang sudah berjalan dan terus mengejarnya. Dan yiiihaaa! Plung! Saya masuk di kereta di gerbong paling belakang.

Saya masih sempat melihat ekspresi lega orang-orang yang menyaksikan keberhasilan seorang gadis memakai rok biru dan membawa  tas rangsel sebesar kura *lebay* berlari mengejar kereta. Hahaa!

Dan pengalaman kejar-mengejar seperti itu membuat saya merasa senang. Haha. Berkali-kali saya mengejar bus dan 90% lah berhasil terkejar. Kemarin Jum’at adalah yang terakhir. Saya sampai di terminal Bunder dan sudah ada bus yang ngetem. Tapi bus itu nampak sudah penuh. Saya menengok ke belakang dan ternyata ada bus lain. Maka berlarilah saya mengejarnya. Tapi sayang, bis tidak berhenti sama sekali (karena menerabas jadwal) sehingga saya tidak berhasil naik. Padahal jika dia mau berhenti saya pasti berhasil masuk. Hehe.

Tapi pelarian saya membawa berkah. Haha. Saya malah ditawari naik patas dan membayar cuma 10 ribu! Ahaha. Senangnya!

Karena tadi saya naik patas, maka saya turun di jembatan. Saya akan melanjutkan perjalanan dengan mengojek. Tapi ternyata tidak ada tukang ojek yang siap. Ada seorang yang baru datang dan tidak serius mau mengantar saya. Hingga ada bis yang menuju pasar melintas. Maka dengan spontan, saya kembali mengejar bis tersebut . Dan berhasil! Yiiiihaaa! Dan tahukah? Saat mengejar bus itu saya menggendong tas rangsel berisi leptop dan menjinjing tas travel berisi pakaian saya seminggu.

Memang, sensasi keberhasilan itu meninggalkan rasa tersendiri. Lalu yang sebenarnya ingin saya tulis selain sensasi itu adalah ada hal yang menarik  lain. Yaitu soal bawaan berat yang saya bawa saat saya mengejar kendaraan. Bawaan saya pastilah tidak ringan. Tapi ketika saya berlari mengejar kendaraan, bawaan saya seolah tak berasa. Seperti hilang tanpa massa. Sepertinya benar, ketika kita sedang semangat dan penuh keyakinan maka beban berat itu tak kan terasa menjadi penghalang. Ya, semangat dan keyakinan.  Pun sebagaimana telah Allah sampaikan dalam QS Al Baqoroh ayat 233 dan Al Mu’minuun  ayat 62 :

Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya

Di ujung timur Bojonegoro, 18 Agustus 2013

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s