Rasa

Suatu hari saya pergi bersama teman ke sebuah perumahan elit nan mewah. Rumah-rumah yang besar, megah, dan kokoh yang berdiri di atas tanah itu. Rumah-rumah yang pasti akan senang jika bisa memilikinya. Maka sangat wajar jika orang yang melihatnya punya keinginan bisa memiliki pula rumah yang serupa.

Keinginan dan rasa itu, bagi orang-orang tertentu bisa menjadi motivasi baginya untuk mendapatkan. Maksud saya tentu dengan bekerja keras sehingga punya cukup uang untuk membangun atau membeli yang sudah ada. Sangat wajar pula.

Lalu saya melihat seorang kakek pengangkut sampah yang setiap hari masuk lalu keluar perumahan itu. Saya tiba-tiba berfikir, apakah kakek itu juga sempat terbesit keinginan yang sama? Jika pun iya, pastilah rasa hanya sekedar lalu. Kalau tidak, pasti kakek itu bisa setres karena rasa itu.

Dan great! Siapakah pemberi anugrah ‘rasa’ itu? Lagi-lagi  sederhana masalahnya. Tapi Dia benar-benar tak pernah salah hitung, Dia Yang Penyayang tak akan salah menempatkan ‘rasa’.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged . Bookmark the permalink.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s