This I Call Challenge!

Jika pertengahan tahun 2010 adalah peralihan status saya dari mahasiswa menjadi tidak (untuk sementara waktu), maka setelahnya saya menjadi petualang untuk menemukan pekerjaan. Meski rencana saya sebenarnya setelah menyelesaikan kuliah S1 adalah menciptakan lapangan kerja, namun ternyata rencana itu harus tertunda sampai saat ini. Mudah-mudahan bisa terlaksana nanti. Amin.

Lalu tahun 2011 s.d hampir berakhir 2012 adalah masa dimana saya berpetualang ke kota-kota lain dan mencoba melihat-lihat pemandangan. Pun, posisi saya sangat sering berinteraksi dengan komputer dan internet sehingga saya di waktu yang sama sempat menulis beberapa tulisan sekaligus ‘mengumpulkan’ teman-teman baru melalui dunia maya.

Akhir 2012 hingga kini, saya telah beralih formasi sepenuhnya  menjadi ‘orang lapangan’ sehingga banyak waktu saya terpakai di perjalanan. Acara bolang-membolang otomatis menjadi stag. Selain memang orang rumah sudah bosan dengan pembolangan saya. Begitupun dengan menulis. Harus di-pause untuk sementara waktu. Sesekali menulis, ada waktu memposting. Tak sempat blogwalking atau membalas komen.

Jadi tahun ini mungkin tahun ter’anteng’ yang saya lalui. Meski sering saya bertanya pada waktu, “kapan ia berlalu bersamaku?”

Dua minggu yang lalu adalah waktu yang bagi saya telah mengembalikan jiwa petualang saya yang selama ini terpenjara. Tak perlu jauh pergi untuk menyusuri pantai. Tak usah keluar banyak budget untuk naik berpindah tempat. Tak perlu naik gunung untuk merasakan tantangan dan petualangan.

Hari Selasa (10/09) saya menyusuri jalan pantura menuju pantai Dalegan. Tepat di siang bolong saya dan Erva berangkat lalu kami menghabiskan siang di tepi pantai di bawah pohon yang teduh.

Hari Kamis setelah siang, saya dan Erva pergi ke telaga depan kost saya. Meski untuk ke sana kami harus memutar lewat kecamatan sebelah. Lalu Jum’at siang saya kembali ke waduk itu bersama mbak Nat untuk makan siang.

Lalu hari Selasa (17/09) saya dan Erva kembali mbolang. Kami berfikir bahwa dari perempatan Duduksampean itu pasti terhubung dengan salah satu desa di Kecamatan Manyar. Ternyata tidak. Desa itu benar-benar berakhir. Tiang listrik pun terhenti. Dan yang menghubungkan dengan desa sebelah (yang merupakan wilayah Manyar) adalah jalan di pematang tambak.

Jalan yang sempit dan curam. Kiri kanan tambak yang berair. Ada satu ruas yang kami tak bisa mengendarai motor sehingga dengan terpaksa kami menuntunnya. Haha! Posisi kami berada di tengah-tengah. Maju susah mundur pun tanggung. Dan inilah tantangan yang harus kami taklukkan! Dan berada di tengah hamparan tambak begitu terasa sangat menyenangkan! Ahaha!

Lalu hari Rabu kami melintang tambak lagi di jalur yang lain. Yang ini rutenya lebih manusiawi. Namun ternyata kami tembus di wilayah kabupaten Lamongan. Dan betapa kagetnya orang-orang yang melihat kemunculan kami dari jalur tambak yang mengerikan. Haha!

Dan hari Kamis kami mencoba melintasi jalur Morowudi-Benjeng-Balongpanggang-Metatu-Duduksampean. Jalan yang baru pertama dilalui memberikan kesan yang berada di setiapnya. Dan pemandangan yang dilihat pun menjadi pencerahan tersendiri bagi hati pembolang amatir macam saya. Haha!

Perjalanan kami hari itu berakhir di sebuah waduk di perbatasan Gresik-Lamongan. Dan entah mengapa orang perbatasan itu menurut saya terdengar agak tertinggal, meski sangat dekat dengan keramaian di Gresik. Saat kami sedang asyik ngobrol di tepi waduk, tiba-tiba seorang lelaki paruh baya buang hajat di semak-semak dekat kami. Huwaaa!

Dan setiap kami mbolang seperti itu kami selalu mampir di masjid untuk sholat. Jadi merasa seolah musafir sesungguhnya. Padahal musafir lokal. Haha. And journey like this i call challenge!

Cheers ^__^v
Dyah Sujiati

image

image

image

image

image

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in My Journey. Bookmark the permalink.

2 Responses to This I Call Challenge!

  1. leniaini says:

    itu yang muncul dari semak-semak, bikin ikutan kaget ngebacanya😀

  2. Haya Najma says:

    tempatnya keren dehh😀

    btw jadi ke pwt? sampai kapan?

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s