Jangan Sedekah!

Waktu itu saya keluar dari sebuah toko. Saya mendapati motor saya tak bisa keluar karena terhalang sebuah motor yang diparkir sembarangan. Namun tak lama si parkir sembarangan juga keluar dari toko yang sama bersama istrinya. Tepat di saat laki-kaki itu memutar posisi motor dan istrinya menunggu (sementara saya hanya diam menunggu agar dapat jalan), datang peminta-minta yang usianya saya taksir sekitar 40tahun kurang. Peminta-minta tersebut langsung mengarah melewati si istri dan dengan semangat 45 si istri meluruhkan selembar seribuan kepada si peminta-minta. Bahkan itu sebelum si peminta-minta menadahkan tangannya.

[ketersebandingan dalam apatisme => parkir sembarangan ~ dermawan tak pada tempatnya]

Perhatian saya jadi tertuju pada si ibu peminta-minta yang melewati saya kemudian menuju pada dua orang bapak muda yang sedang mengobrol di dekat saya. Si peminta tadi menadahkan tangan pada mereka. Bapak yang satu dengan tegas menolak. Sementara yang satu lagi, tadinya hendak mengeluarkan dompet tapi batal karena temannya menolak. Peminta itu pun pergi. Baru tiga langkah, sepertinya dia menyadari bahwa salah satu di antara dua lelaki itu hendak memberinya uang. Dengan cepat ia balik kanan lalu menadahkan tangan pada bapak yang dimaksud. Dan? Bapak tersebut akhirnya mengeluarkan dompet dan memberinya 2ribu rupiah.

Ahaha. Saya ngakak seketika dan kedua bapak muda itu menoleh pada saya.😆

Di kesempatan yang lain, ada beberapa minimarket yang menawarkan uang kembalian yang kurang dari seribu rupiah untuk didonasikan. Biasanya karena tak ada kembalian receh atau juga sengaja untuk mengajak berdonasi.

Ajakan berdonasi adalah ajakan yang sangat baik. Ketika si pembeli bersedia berdonasi, alangkah senangnya hati lantaran dirinya bisa turut berdonasi. Dan hal tersebut berasa termasuk dalam katagori sedekah. Namun di suasana yang lain ada pembeli yang terpaksa berdonasi lantaran malu dibilang pelit. Masak uang tak sampai seribu saja tak rela disedekahkan?

Namun di luar kedua alasan tersebut untuk rela berdonasi, urusan donasi/sedekah tak sekedar berhenti pada niat baik subjek/pelakunya. Perlu ada kejelasan sehingga sedekah/donasi kita tepat sasaran, bukan malah membawa mudhorot. Jangan sampai donasi/sedekah kita justru jadi bara api atau justru menghancurkan mental generasi harapan masa depan atau malah membantu pemurtadan. Harus ada kejelasan ke mana uang yang kita donasi/sedekahkan tadi. Bukan masalah nominalnya yang kecil namun esensi dari perbuatan sedekah itu tadi.

Saya pernah diberi tahu teman bahwa ada sebuah gereja yang dibangun di sebuah desa yang jelas-jelas penduduk sekitarnya adalah muslim dengan menggunakan uang donasi dari frenchise suatu minimarket. Saya sendiri tak percaya 100% namun hal itu memang sangat mungkin terjadi.

Itu berarti setiap saya ditawari untuk berdonasi, saya harus memastikan terlebih dahulu arah pendonasian saya. Pernah saya mencoba bertanya namun ternyata mbak kasir tak bisa memberi jawaban yang meyakinkan. Dan begitu saya meninggalkannya, dia malah ngomel. Mungkin heran betapa saya pelit. Hehe.

Nah, daripada bertanya lebih dahulu itu rempong, lebih baik katakan saja ‘tidak.’ Daripada kita justru membuat mudhorot dengan sedekah kita. Tak masalah dikira pelit. Kalau memang kita ikhlas mengerjakan sesuatu, tak kan ribut soal penilaian manusia.

Sekali lagi, bukan masalah kecilnya nilai uang yang kita berikan. Meski atas mana sedekah kepada peminta-minta atau donasi yang tidak jelas arah pendonasiannya. Jadi, tak perlu  bersedekah dengan cara seperti itu.

Wallahualam.

Cheers ^__^
Dyah Sujiati

Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Menu Motivasi and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Jangan Sedekah!

  1. Pingback: Loe Punya Otak Kagak? [1] | Life Fire

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s