Yes! I Get!

Hari Jumat pekan kemarin (27/09) saya pergi ke Purbalingga untuk meminjam sebuah buku di perpustakaan daerah. Saya sampai pukul 11.03 dan perpustakaan telah tutup tiga menit yang lalu dan akan buka lagi jam 13.30.

Buku yang ingin saya pinjam berjudul : Jejak Freemasonry dan Zionis di Indonesia karya ust. Herry Nurdi. Buku itu terbit tahun 2006 dan saya membacanya di tahun 2009. Saya dulu juga membaca buku tersebut di perpustakaan daerah Purbalingga.

Akhir-akhir ini saya merasa sangat ingin memiliki buku tersebut sehingga saya keliling Surabaya untuk mendapatkan buku tersebut. Namun sayang, karena sudah terbit lama jadi tak saya temukan. Saya pun menghubungi teman saya yang di Jogja untuk mencarikan buku tersebut karena di kota itu sepertinya persedian lebih lengkap. Tapi sampai sekarang juga belum ada kabar. Mencoba online, setelah menghubungi toko buku, ternyata sudah pada habis. Hufh.

Maka tak ada pilihan lain kecuali memfotokopi buku yang ada di perpustakaan. Saya sungguh menyesal dan memohon maaf sebesar-besarnya pada penerbit/penulis buku tersebut. Saya akan tetap berusaha untuk mendapatkan buku yang asli. Semogat berhasil!

Lalu saya menghubungi teman yang punya teman [?] yang tinggal di Purbalingga untuk meminjam buku tersebut dan memfotokopikan untuk saya. Kalau saya ke Purwokerto, bisa sekalian saya ambil.

Namun apa yang terjadi? Seharian teman saya dan temannya mencari namun tak menemukan buku itu! Hufh!

Dan ketika saya ke Purwokerto lalu ke perpustakaan tersebut, ternyata sudah tutup! Ya salam!

Sambil menunggu perpustakaan buka kembali, saya ke tempat teman dan kami pergi dahulu. Dan saat hendak kembali, kami malah salah jalan! Sehingga kami baru sampai di perpustakaan jam 16.12. Saya langsung masuk sedang teman saya mengerjakan sholat Ashar di masjid sebelah.

Saya langsung menuju sebuah rak dan atas petunjuk-Nya, buku yang saya cari langsung ketemu! Alhamdulillah!

Buku itu rencananya akan kami simpan di tempat tersembunyi untuk dipinjam oleh temannya teman saya yang punya kartu itu. Saya lalu sms teman, “Ne, bukunya langsung ketemu nih! Menurutmu gimana?”

Teman saya baru mau sampai masjid. Lalu tanpa menunggu balasan dari teman itu, seolah ada yang membimbing saya menuju petugas.

Saya, “Pak, yang boleh pinjam buku di sini hanya yang punya kartu kan pak? Sementara saya dari Jawa Timur sedang memerlukan buku ini. Apakah saya boleh meminjamnya sekarang untuk saya foto kopi lalu nanti saya kembalikan langsung?”

Bapak petugas menoleh pada jam yang menunjukkan pukul 16.16 lalu mengatakan, “Bisa, sih mbak. Tapi apa selesai foto kopi setebal ini?”

“Insyaallah selesai pak. Kalau misal belum, saya akan kembali jam 5 kurang 10 sedapatnya.” rayu saya.

“Ok. Bisa saya minta KTP-nya?”

Yes! Saya bisa pinjam buku ini dengan mudah. Namun saya harus bertaruh dengan waktu agar bisa mendapatkan semua halamannya. Saya langsung berlari menuju tukang foto kopi terdekat yang berjarak sekitar 150 meter. Untunglah tidak mengantri.

Saya deg-degan menyaksikan perlombaan kertas dengan jam di dinding. Dan pas jam di tempat itu menunjukkan angka 5 kurang 10 seluruh buku itu selesai difotokopi. Yes!

Tapi? Jika saya terlambat kembali jd perpustakaan, bisa dikunci sementara seluruh barang saya tertinggal di dalam. Oh tidak! Saya langsung meminta buku itu dan segera berlari ke perpustakaan untuk mengembalikannya. Sementara mas foto kopi menjilidnya.

Saya kembali berkejaran dengan waktu. Dan tepat jam yang tadi dilihat oleh bapak penjaga menunjukkan pukul 5 kurang 10! Yes!

Saya kembali menuju tempat foto kopi dengan perasaan lega campur bahagia! Yes! Exactly i get that book! Yiiihaa! Alhamdulillah!😀

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Yes! I Get!

  1. Haya Najma says:

    wah keren, ngejar buku ampe ke purbalinggaaa

  2. Ini ust Herry Nurdi kudu baca nih, pengalaman warga di pelosok desa mendapatkan buku langka🙂

  3. Pingback: J-T-J | Dyah Sujiati's Blog

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s