Local Trip Ed 5

Sebetulnya, acap kali saya dan Erva mencapai suatu tempat, maka setelahnya kami pun penasaran untuk mencoba jalur yang lain. Kami penasaran untuk memastikan apa yang orang ceritakan selain untuk memastikan kebenaran hipotesis kami.

Setelah perjalanan kami ke Mengare, kami menduga bahwa desa Banyuwangi pastilah berbatasan langsung dengan laut. Dan kami sangat ingin tahu seperti apakah perbatasan yang kami duga itu. Pesisir pantai kah? Hutan bakau kah? Atau langsung berupa tambak? Kami benar-benar ingin tahu.

Hari itu Jumat. Kembali ketika matahari tepat di atas kepala, kami memasuki desa Banyuwangi. Sepertinya, alam itu mendukung kami. Kami langsung bertemu dengan jalur tambak yang dilalui orang-orang. Kami terus menyusuri jalan itu dan beberapa kali menemui percabangan. Dan kami memilih yang kira-kira menuju laut.

Di hamparan tambak yang luas ada banyak sekali sungai kecil dan agak besar yang tepinya ditumbuhi pohon bakau. Melihat akar-akar bakau yang lancip dan nampak jahat, membuat perjalanan kami makin menantang dan berkesan. Apalagi kalau melintasi bakau yang agak lebat sehingga nampak seperti hutan. Menghadirkan kesan horor yang eksotis (?).

Selain itu, sepanjang perjalanan ada banyak pintu air yang disebut laban. Dan untuk melintasinya hanya tersedia segaris papan yang tepat muat satu roda motor. Beberapa kali saya musti turun dan memegangi motor. Haha. Dan sempat satu kali, papan yang kami lewati anjlok. Untunglah kami tak sampai kejebur.

Menyusuri daerah tambak yang luas apalagi berpenampilan sama, amat sangat berisiko tersasar. Apalagi jika tak kuat hati. Terlebih jika usai menyeberang sungai. Jika tadi awalnya sungai ada di sisi kanan, lalu menyeberang maka sungai jadi di sebelah kiri. Lalu menyeberang lagi, sungai jadi di sebelah kanan. Begitu seterusnya. Jika tak ingat saat menyeberang jembatan, bisa merasa sedang tersasar atau kembali lagi ke tempat semula. Karena itu tadi, pemandangannya nyaris sama.

Kami telah menyusuri jalanan tambak yang cukup panjang di siang bolong dan kami tak bertemu manusia. Kami bermotor cukup jauh dan kembali ke tempat semula, kami pun tak ingat jalan. Dan kondisi bensin kami sudah hampir habis saudara-saudara! Haha. Namun kami tak mau menyerah. Kami juga tak berpikiran macam-macam. Kami hanya mengandalkan keyakinan dan keingin tahuan kami untuk melihat batas daratan dengan lautan.

Sampai suatu tempat kami melihat seorang pandega atau penjaga tambak. Kami bertanya pada beliau soal laut. Namun beliau malah menyuruh kami kembali. Oh tidak! Kami sudah pasrah. Bensin kami tipis. Mau tak mau kami harus segera menemukan daratan. Sementara dari tempat kami berada, tak nampak satu pun kubah masjid! Tapi tiba-tiba ada tiga orang anak SMP warga asli yang melintas. Mereka tau letak laut. Dan mereka mengantar kami. Asiiik!

Ternyata tadi itu sebenarnya kami sudah hampir sampai. Hanya saja setelah menyeberang jembatan yang paling panjang, kami belok kiri. Padahal laut hanya berjarak 20 meter dari jembatan itu. Oh betapa!

Akhirnya kami melihat batas laut dan daratan yang ingin kami ketahui. Setelah melewati halangan dan rintangan serta tantangan yang harus kami hadapi. Alhamdulillah! Senang sekali! Dan satu hal yang menjadi pelajaran menarik dari lokal trip kali ini adalah bahwa setiap ada niat pasti ada jalan. Buktinya, kami ingin melihat laut. Sejauh kami berusaha, meski awalnya salah jalan dan hampir pulang dengan tangan kosong, ternyata Allah menunjukkan jalan bagi kami. Terbukti kan?

Ohya satu lagi. Acara ngetrip bisa menghasilkan banyak foto bagus, kawan!

image

image

image

Keterangan : model di foto yang saya pasang di acara ngetrip lokal ini adalah Erva. Sementara saya adalah fotografer-nya sehingga tak nampak di layar. Haha.
Foto yang saya upload tidak saya edit kecuali saya beri tulisan dan saya susun agar uploadnya tidak banyak. Hehe.
Dan kamera yang saya gunakan adalah kamera hp yang bertuliskan 3,4 MP.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Gallery Photo, My Journey and tagged . Bookmark the permalink.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s