Masih Kanak-Kanak

Masa kanak-kanak adalah masa di mana seorang manusia belajar karena belum mengerti. Sikap yang dilakukannya masih jauh dari kata tepat, dan oleh karena itulah dia belajar. Anak-anak juga masih jauh dari kata mandiri. Sehingga saat dia membutuhkan apa pun, terutama yang belum bisa dikerjakannya, dia pasti meminta tolong. Dan paling sering anak-anak itu meminta uang untuk membeli jajan. Anak-anak juga masih kesulitan membedakan mana baik dan mana tidak, mana yang bermanfaat mana yang merugikan.

Dalam hidup saya belakangan ini, saya berinteraksi dengan beberapa dan bermacam-macam orang berbagai profesi beranekaragam posisi. Dan dari sekian yang saya temui itu membuat saya berkesimpulan bahwa sebagian besar mereka lebih suka diberi dari pada memberi. Bahkan tak tanggung-tanggung lebih suka meminta. Kalau saya buat angka perbandingan antara yang suka memberi dengan yang suka meminta dari orang-orang yang saya temui, angkanya bisa mencapai 8:2. Mengerti maksud saya? Jadi misal ada 10 orang yang saya temui, 8 di antaranya adalah jenis orang yang suka meminta.

Contoh sederhana adalah ketika saya bertemu dengan seseorang, dia selalu bertanya apakah saya akan memberinya uang saku. Padahal dia telah berusia 40 tahun lebih, namun masih saja suka meminta. Masih seperti anak-anak. Atau kalau saya bertemu dengan yang lain lagi pasti bertanya apakah saya mau memberi bantuan. *tarik nafas panjang.

Saya memang sama sekali tak punya hak untuk mengeneralisir perbandingan orang yang saya temui itu dengan seluruh orang Indonesia. Bangsa ini telah merdeka lebih dari 68 tahun. Ibarat manusia, usianya telah senja. Harapan saya, kedewasaannya bangsa ini berbanding lurus dengan usianya. Sekedar berharap dan sedang meracau tanpa solusi.

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Kontemplasi. Bookmark the permalink.

6 Responses to Masih Kanak-Kanak

  1. lazione budy says:

    Masa kanak-kanak adalah masa terbaik dalam hidup. Tanpa beban tanpa tanggung jawab. Masa untuk bersenang-senang.
    Uniknya ketika kita masih anak-anak kita ingin cepat dewasa dan saat dewasa kita merindukan masa anak-anak. Yah, inilah hidup.

  2. Kalau yakin bahwa usia 40 tahun itu adalah TITIK BALIK menuju siklus kehidupan, maka gambarannya seperti ini:

    40th
    41th = 39th
    45th = 35th
    50th = 30th
    55th = 25th [di usia 55th inilah mengapa banyak yang mengidap puber kedua, lha semangatnya sepantaran dengan mereka yang mau nikah di usia 25th]
    60th = 20th
    70th = 10th [di usia 70th ini sifat kekanak-kanakan orangtua makin kelihatan, butuh perhatian lebih seperti layaknya usia 10th]
    75th = 5th [benar-benar persis anak-anak yang tidak mampu untuk mandiri]

    • Dyah Sujiati says:

      Berarti usianya pendek sekali

      • Betul sekali, makanya ayo kejar prestasi yg maksimal sebelum usia 40th. Karena setelah itu kita akan mengalami masa-masa pengulangan. Sungguh indah kalau masa-masa pengulangan itu adalah dalam kondisi menikmati hasil kerja keras kita, bukan tampak terlihat beban memenuhi tekanan kehidupan yang makin tinggi.

        Ini ada contoh nyata dari sahabat karib saya atas ilustrasi saya di atas:

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s