Ibu Macam Apa!?

Kemarin malam selepas Magrib, saya sejenak ingin memoton film hantu di trans tv. Sebenarnya film-film macam itu sangat tidak bermutu sih. Tapi entah kenapa saya dan kebanyakan orang menyukainya. Haha. Dan ternyata film hantunya sudah bubar dan berganti film hikmah. Eumm semacam Azab Ilahi begitu.

Sambil makan, saya menonton film tersebut. Saya tidak memperhatikan judulnya, tapi taglinenya adalah ‘hormat kepada ibu’.

Adegan di film itu bercerita ada seorang anak perempuan SMA yang cukup cantik tapi sangat tidak patuh pada ibunya. Bahkan dia berani membantah dan membentak ibunya. Tak lain itu karena ibunya hanya pedagang sayur keliling yang miskin. Gadis itu malu punya ibu seperti itu. Bahkan saat dia pergi dengan lelaki asing lalu ketemu ibunya di jalan, dia malah marah-marah dan tidak mengakui bahwa itu adalah ibunya.

Dari sisi sang ibu, dia sangat baik kepada si anak. Meski dibentak-bentak tetap sabar. Si ibu tetap saja berusaha memenuhi semua keinginan yang diminta si anak.

Anak perempuan sangat tak berperasaan pada ibunya dan selalu protes tentang keadaan ekonominya yang di bawah rata-rata. Bisa ditebak kan? Ujung-ujungnya si anak akan kena azab. Tapi saya tak tahu apakah film itu berakhir sesuai tebakan atau tidak. Karena saya sudah malas nonton lalu memilih bantal dan guling sebagai teman. Haha.

Baiklah. Saya tak peduli pada kelakuan gadis itu yang saya curiga lebih menarik dan mudah untuk ditiru oleh gadis-gadis pada umumnya. Pengaruh buruk memang lebih mudah merasuk daripada sebaliknya. Di sini saya justru lebih tertarik untuk menuliskan tentang si ibu.

Ibu adalah orang yang telah melahirkan anak. *yaiyalah* Dia telah rela menukar nyawa demi anaknya. Dia adalah madrasah pertama bagi anak yang dilahirkannya. Karena itu, seorang ibu seharusnya bisa menjadi teman, sahabat, sekaligus guru. Seorang ibu pastilah sangat menyayangi anaknya. Ia pasti ingin melindungi anaknya. Karenanya, dia pasti akan berikan yang terbaik.

Nah, pemaknaan ‘terbaik’ inilah yang kadang justru menjadi bumerang bagi seorang ibu. Ia ingin menuruti segala apa yang anaknya inginkan. Sehingga di dunia ini ada banyak ibu yang seperti ada di film yang saya tonton kemarin.

Maka terhadap jenis ibu yang ada di film itu, saya sama sekali tidak merasa kasihan ataupun sekedar empati. Singkat saya katakan, bahwa sikap ibu itu adalah salah besar! Oh Tuhan, ibu macam apa yang tak bisa dihormati oleh anak yang dilahirkannya sendiri? Dan bayangkan saja bagaimana yang akan terjadi jika ada banyak anak yang berani pada ibu mereka seperti di film itu? Yang semata-mata bukan salah si anak. Tapi salah ibunya juga yang tak bisa tegas dalam mendidik anak. Sungguh, sikap kesabaran ibu dalam film itu adalah menyalah-kaprahkan makna sabar.

Meski mungkin di akhir cerita si anak kena azab, seolah kebaikan niscaya mengalahkan kejahatan pada akhirnya. Justru di sana lah seharusnya diambil pelajaran : ibu macam apa yang ingin mengakhiri hidup anaknya dengan azab? Tentu bukan ibu yang salah kaprah menerapkan kesabaran. Maka menjadi ibu yang sejati adalah yang memberikan apa yang anaknya butuhkan bukan apa yang diinginkan.

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Kontemplasi and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Ibu Macam Apa!?

  1. lazione budy says:

    Ada.
    Itu malin kundang mengutuk anaknya jadi batu. hehe..

    • Lha itu khan cuma dongeng, mas Budy🙂

      Menurut saya, dongeng itu justru akan menjadi pelajaran yang tak ternilai harganya bila endingnya bukan kutukan tapi pertobatan dari sang anak, sehingga ia kembali menjadi anak yang berbakti.

  2. j4uharry says:

    waaah udah lama gak rusuh di sini ….

    #urak-urakan

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s