Local Trip Ed 6

Perjalanan menuju Mengare yang umum dilakukan adalah melalui desa Sembayat. Sekitar 3 kilometer kemudian ada pertigaan, yang satu menuju menuju Mengare dan satunya menuju desa Sungon Legowo. Dulu, pertama kali kami hendak ke Mengare, kami hendak lurus ke arah Sungon Legowo. Orang-orang yang sedang memperbaiki jembatan di pertigaan itu serentak diam memandang kami dan seperti akan berteriak melarang kami ke sana. Dan benar, begitu kami balik kanan, menuju arah Mengare, mereka kembali pada pekerjaan masing-masing.

Acara ngetrip yang selama ini saya dan Erva lakukan sebetulnya bukan untuk mengetahui sesuatu yang unik atau khas yang ada di tempat yang kami kunjungi. Bukan itu. Hal yang paling mendasari pembolangan kami adalah rasa penasaran terhadap jalan menuju suatu tempat dan memastikan kebenaran jalan tersebut. Di samping untuk membuktikan hipotesis-hipotesis yang tercipta karena keingin tahuan kami tersebut. (?) Membingungkan bukan? Haha. Mudahnya begini, jika di Mengare itu ada benteng, maka bukan benteng itu yang ingin kami lihat tapi kami ingin tahu dan memastikan jalan menuju ke sana. Karena bagi kami, benteng itu hal yang sangat biasa. Apakah itu jadi masalah? Ok, abaikan.

Karena itu, kami jelas penasaran untuk mencoba arah terlarang yang bertuliskan yang kami jumpai tadi. Arah Sungon Legowo. Jalan yang kami lalui sepi. Tak ada label listrik di sisi jalan. Itu berarti jalan yang kami lalui itu bukan jalur utama menuju perkampungan. Jika tidak keberatan untuk mengatakan bahwa jalan tersebut memang bukan menuju perkampungan. Namun bekas jalan yang jelas-jelas dilewati orang meyakinkan kami bahwa di sana ada perumahan.

Kami terus mengikuti jalan dan ternyata jalan itu berakhir di desa Tanjung Randuboto, kecamatan Sidayu. Dan jalur utama menuju desa itu sebenarnya adalah melalui Sidayu kemudian menyeberang Sungai Bengawan Solo. Pengetahuan seperti inilah yang memuaskan rasa keingin tahuan kami. Bukankah setiap penemuan itu diawali dari rasa ingin tahu?

Di ujung desa itu kami menikmati makan siang dan bertemu dengan seorang bapak. Kami mengobrol dan akhirnya beliau tahu bahwa kami adalah petualang lokal. Haha. Beliau pun menjelaskan bahwa Sungon Legowo ternyata telah kami lewati karena letaknya ada di balik tanggul. Di sana ternyata hanya subdesa yang terdiri tak lebih dari 20 rumah tangga. Desa sesungguhnya ada seberang Sungai Bengawan Solo. Kami memastikan itu ketika dalam perjalanan pulang.

Dan hal yang paling menarik adalah informasi dari si bapak, bahwa di sana, tak nampak dari tempat kami duduk,  ada sebuah kampung yang bernama ‘Tambak Boyong’. Di sana belum ada listrik namun di sana ada sekolah. Wow, kami tak percaya.

Maka berangkatlah kami ke Tambak Boyong esok hari. Dan kampung itu benar-benar ada. Insyaallah tentang Tambak Boyong akan saya tulis di tulisan yang lain agar tulisan ini fokus pada acara ngetrip. Jalan menuju ke sana jauh lebih seru dan jauh lebih horor nan lebih eksotis.

Kami sempat mampir agak lama di rumah seorang pandega. Kami juga sempat memanen cabe di sebelah rumah pandega yang lain. O_O

Hipotesis kami yang lain adalah soal perbatasan daratan dan lautan yang pasti ada di sekitar sana. Kami menyusuri jalan dan rasanya amat sangat bahagia ketika kami menemukan perbatasan itu. Maka, jika ada yang bertanya pada kami, “apa yang kami inginkan dari perjalanan sinting ini?”, itu adalah pertanyaan yang sama untuk para pendaki, “apa yang mereka inginkan dari pendakian yang melelahkan itu?”.

Menjawab rasa ingin tahu dan memenuhi kebutuhan akan kepenasaranan adalah hal yang sangat menyenangkan. Meski beberapa kali kami sempat tersasar, itulah tantangan yang menegangkan dan mengasikkan. Ini hanya soal seni menikmati hidup.

Nb : foto-foto yang menemani perjalanan ngetrip edisi 6 kali ini, telah saya posting di postingan sebelumnya.

image

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in My Journey and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Local Trip Ed 6

  1. j4uharry says:

    Foto : Horizonnya miring :-p

  2. nats says:

    ohhh..jadi..ini ceritanya kalau elu…ilang2 ya…🙂

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s