::”))

Jodoh dan takdir adalah sebuah rangkaian proses dalam rangkaian waktu. Begitulah yang saya pahami. Manusia hanya perlu berusaha untuk merangkai jodoh dan takdir terbaiknya. Begitu pula dengan kawan saya yang telah berganti nama sejak 13 Oktober kemarin. Tentang itu, bisa dibaca saja di sini. Sementara yang ingin saya tulis adalah yang di antara kami, di antara dia dan saya, sedikit saja.

Pertemuan kami yang pertama adalah ketika saya ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan Mbak Destha di Tangerang. Saya memintanya untuk menjemput di rumah Mbak Desta guna mengantar saya ke stasiun Senen. Sumpah, saya terlalu bodoh untuk mengatakan bahwa Jakarta itu kecil dan sempit. Saya tak memperhitungkan jarak yang harus ia tempuh untuk menjemput saya lalu mengantar saya ke stasiun lalu kembali ke kostnya. Sebab saya pikir : sama-sama di Jakarta.

Tapi apa? Sahabat itu bersedia melakukannya. Padahal kami belum ketemu sebelumnya. Kami hanya saling komen dan terkadang saling sms yang itu pun sangat jarang. Dan kami tak peduli berapa banyak kasus penipuan yang marak lantaran kopdar dengan teman maya. Hanya ada satu hal yang menyatukan kami : ukhuwah. Kalimat ini : “Ruh-ruh itu seperti tentara yang berhimpun yang saling berhadapan. Apabila mereka saling mengenal (sifatnya, kecenderungannya dan sama-sama sifatnya) maka akan saling bersatu, dan apabila saling berbeda maka akan tercerai-berai.” Memang benar adanya!

Bertemulah kami waktu itu. Yang paling menyenangkan adalah ketika di perjalanan kami kehujanan. Dasarnya saya suka hujan-hujan, semoga begitu juga dengannya:mrgreen:

Lalu bulan Mei yang lalu saat dia melakukan hobinya yang ekstrim ke Semeru, dia mengatakan akan mampir ke tempat saya sembari menunggu pesawatnya. Wow! Tentu saya senang. Padahal katanya dia punya teman di Surabaya, yang jelas-jelas itu lebih dekat ke bandara. Dan bertemulah kami untuk kedua kalinya di terminal Bunder. Lalu dia menginap di kost saya. Dan pagi-pagi kami hanya sempat ke masjid Agung Gresik sebelum kami pergi ke Tuban. Dan akhirnya kami berpisah di terminal Bunder sebelum dia menuju ke Bandara Juanda.

Ya, pertemuan yang memang tak berapa lama itu menjadi bagian dari rangkaian episode dalam hidup saya dan juga hidupnya. Bahwa kami menjadi bagian dari jodoh dan takdir. ::”))

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Pertemuan (Kopi Darat) and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to ::”))

  1. pitaloka89 says:

    Mira selalu suka sama pertemuan. Jadi selalu antusias, jadi ga sempat kepikiran jauh ukh. Hehehe… Jadi begitu ada kesempatan, langsung sikat😀

    Jazakillah khoir untuk persahabatan yang anti tawarkan..
    Senang mendapatkan teman baru yang hangat. Sekarang udah ga baru sih, tapi insya Allah tetap hangat ya. hehe…
    #terharu

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s