Dalam Perjalanan

Hari Ahad kemarin seperti biasa saya melakukan perjalanan dari Bojonegoro menuju Gresik. Dan seperti biasa saya naik bis. Di dalam bus yang tenang, tiba-tiba ada asap rokok beterbangan. Saya langsung berdiri celingak-celinguk mencari sumber kebakaran. Namun tak saya temukan di mana. Padahal banyak asap beterbangan di depan saya! Saya lalu berdiri lagi. Dan akhirnya saya dapati tepat orang di belakang saya yang sedang membakar uang. Tak ada pilihan lain selain saya memintanya berhenti. Karena hanya sekedar ngomel, tak merubah keadaan.

“Pak, minta tolong rokoknya dimatikan!” kata saya dengan tegas padanya. Mata orang-orang di sekeliling langsung tertuju pada kami.

“Oh iya, Mbak.” jawab bapak tampan (?)  itu dengan pasrah.

“Oke Pak, terimakasih.” tutup saya. Dan suasana kembali nyaman.

Lepas magrib, saya hendak ke swalayan untuk membeli logistik seminggu ke depan. Kebetulan letak swalayan yang saya tuju adalah tepat di tepi jalan raya. Kost saya pun di pinggir jalan raya. Jadi untuk ke sana, saya hanya perlu naik angkot satu kali dan tak perlu jalan kaki jauh. Maka, daripada naik motor sendirian, saya lebih suka naik angkot. Hitung-hitung berbagi rejeki dengan sopir angkot, selain penghematan BBM global. (gaya banget?).

Lama saya berdiri, tak kunjung ada angkot yang melintas. Lalu ada satu pun saya stop tak mau berhenti. Namun jarak 25 ternyata si angkot berhenti guna menurunkan penumpang. Tak perlu pikir lama, saya langsung lari mengejarnya agar bisa naik sebelum si angkot keburu berangkat. Dan akhirnya saya berhasil! Yihi!

Suasana di angkot cukup damai. Penumpang mungkin banyak yang lelah. Sehingga saya lihat raut wajah mereka yang kurang ceria. (Aih, perhatian amat?). Tak lama setelah saya naik, ada seorang lelaki yang naik. Tak lama setelah dia duduk, saya melihatnya mengeluarkan batang rokok dari saku kaosnya. Saya perhatikan dia. Dan dugaan saya benar. Dia melanjutkan pada gerakan mengambil batang korek. Maka dengan sikap seperti Missil, saya langsung menepuk bahunya. Si bapak agak kaget dan menoleh. Lalu secepat angin, saya kemudian berkata, “Pak, tolong merokoknya nanti saja kalau bapak sudah turun!”

“Oh iya Mbak. Iya. Terima kasih. Saya tidak masalah kok asal diberitahu.” jawab si bapak. Dan saya lihat penumpang-penumpang yang lain tersenyum lega. Mungkin mengagumi kejahatan saya. Ahaha! (?)

“Oke pak, terima kasih.”

Dan akhirnya kami malah mengobrol. Eaa?

Lalu dalam perjalanan pulang, ada yang menarik juga untuk saya tulis. Seorang penumpang minta diturunkan di suatu tempat penurunan. Dia menyerahkan selembar seratus ribuan sebagai ongkos. Tentu saja, itu menyulitkan sopir untuk memberi kembalian. Apalagi dalam suasana malam yang tak cukup terang. Pelajaran penting : jika naik angkot berusahalah menyiapkan uang pas untuk pembayaran. Selain mempermudah sopir memberi kembalian, juga agar angkot segera berangkat. Hal ini pasti juga yang kita inginkan jika naik angkot, yaitu angkot segera berangkat.

Pak sopir lantas bertanya pada si ibu yang turun apakah dia memiliki uang pas atau tidak. Ibu itu bilang hanya ada uang dua ribu selain selembar yang seratus ribu tadi. Dilemalah pak sopir dan penumpang itu.

Tapi tak diduga, seorang penumpang lain yang duduk di kursi depan tiba-tiba berujar, “Ya sudah Bu. Dua ribunya saja tak apa, nanti sisanya biar saya tambahin.”

Pak sopir dan penumpang itu saling pandang. Dan selesai lah urusan. Angkot kembali melaju dan penumpang lainnya bahagia. Termasuk saya.

Baiklah, itu adalah perbuatan sederhana yang mengharukan. Semoga di lain kesempatan dan saya berjumpa dengan kondisi yang sama, saya bisa secerdas orang yang menambah kekurangan penumpang itu. Semoga saya bisa menirunya. Amin!

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Kontemplasi and tagged , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Dalam Perjalanan

  1. jampang says:

    asiik… mau dibayarin angkot😀

  2. ameeeeel says:

    Kalo tiket pesawat mau bantu tambahin nggak mba? Hihihi😀

  3. nats says:

    salut berani berbuat konkrit!! menharukan😀

  4. mantap.. mencegah kemunkaran dan pendzoliman publik..
    penumpang lainya baik banget ya.,

  5. haha.. bisa niru gaya Missil, mbak?

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s