Hari AIDs

Baiklah, saya harap Anda sekalian yang berkesempatan mampir dan membaca tulisan ini adalah orang yang betul-betul waras dan cerdas serta mampu berfikir dengan jernih. Okey, tulisan ini tak sedang menulis tentang si Hari tetangga sebelah atau si kawan sekolah. Tapi ini soal hari di mana matahari terbit hingga tenggelam. Hari yang memiliki angka yaitu yang disebut dengan tanggal. Anda tahu hari ini tanggal berapa? 1 Desember. Yang diperingati sebagai hari AIDs sedunia.

Saya sama sekali tidak mempermasalahkan soal peringatan-peringatan itu terkait hari ini diperingati sebagai hari apa.. Sebagai mana ada hari ibu, hari anak, (kasihan sekali tidak ada hari bapak?), dan hari-hari lain. Yang membuat saya tercengang dan termenung adalah apa yang dilakukan oleh pemerintah negara saya tercinta dengan mengulangi pekan kondom nasional. Pekan untuk membagi-bagikan kondom secara gratis. Dana yang digunakan adalah senilai 50 milyar rupiah untuk kampanye kondom nasional tahun ini. [sumber]. Meningkat 2 kali lipat dari tahun 2012 yang ‘hanya’ 25 M [sumber]. Wow!

Baiklah, saya akan memaparkan sekaligus mempertanyakan empat hal.

1. Dana untuk kampanye kondom nasional adalah dana pinjaman dari luar. Yang artinya kita yang tidak ikut menikmati, ikut juga membayar. Nah? Siapa penikmat dana itu? Tak lain tak bukan adalah justru para pelaku freesex. Kita tidak bisa membedakan siapa pelaku siapa bukan. Toh nyatanya kondom itu dibagikan secara gratis dengan bebas. Tidak ada kriteria, variabel, atau pun pembeda siapa yang akan menerima.

2. Kenapa hanya AIDs? Bukankah di Indoensia kita tercinta ini juga ada berbagai macam penyakit? Kenapa tidak ada perhatian yang sama? Kanker misalkan. Silahkan temukan sendiri berapa jumlah penderitanya. Kenapa pemerintah tidak menurunkan hari khusus atau tingkah nyata sebagaimana pekan kondom macam ini untuk membantu penderita kanker misalkan?

3. Sedikit kita berfikir lebih luas. Mari kita daftar permasalahan-permasalahan yang ada di negara kita. Saya yakin kertas folio yang ditulisi dengan times new roman ukuran font 9 dan spasi antar baris 1, tak kan muat. Lalu coba dari permasalahan itu urutkan mana yang paling prioritas. Saya yakin Anda akan bingung untuk menyusunnya sebagaimana saya juga. Haha. Karena saking banyaknya. Nah kenapa dana 50 milyar itu tidak dialokasikan untuk itu dulu? Sementara untuk membersihkan sungai-sungai di Jakarta saja masih kekurangan dana. Jakarta adalah ibukota negara ini, seharusnya tidak boleh banjir.

4. Kalau orang cerdas akan terpikir bagaimana efek pekan kondom nasional ini. Alih-alih mengurangi penderita AIDs dengan kondom, nyatanya penderita AIDs tak kunjung berkurang. Karena penyelesaian yang ditawarkan tersebut  tak lebih sekedar seperti memotong ujung daun. Karena bukan dari akarnya, yang tterjadi justru akan memunculkan daun-daun yang lain. Pekan kondom nasional yang terrepresentasikan dengan pembagian kondom gratis tidak lain tidak bukan hanya melegalkan seks bebas. Inilah sumber AIDs itu. Jadi bukan akar yang dicabut, malah disiram. Anda tidak setuju dengan saya? Tolong beri saya penjelasan paling masuk akal untuk urusan ini.

Okey, demikianlah saya dituangkan ketercengangan dan ketermenungan (?) saya karena saya mencintai negara ini. Dan sebagai penutup, jika kita memang ingin memperingati hari AIDs, mari kita sama-sama bertaubat. Kembali ke jalan benar. Tidak ada seks aman kecuali di antara suami-istri yang sah. Semoga dengan begitu Tuhan mau menurunkan pertolongan-Nya. Sehingga penderita AIDs di negara kita betul-betul berkurang. Yang sudah terlanjur terinfeksi semoga bisa menjalani sisa hidupnya dengan normal dan baik.

Saya menemukan gambar ini.
image

Picture source : https://plus.google.com/111636589922910570755/posts/8SKsiNp8rUa

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Opini and tagged , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Hari AIDs

  1. Duit yg dipake kampanye kondom 25 M.

    Kalo mau kampanye, mestinya yang jadi model adalah foto-foto borok yang memenuhi tubuh penderita AIDS, bukan tubuh binal si Jupe sebesar ukuran tubuh bis, yang diliiatin para pelajar yang sudah pegang kondom gratisan.

  2. jampang says:

    waduh…. kacau deh…

    jadi akan ada sepekan pembagiannya itu?

  3. Rini says:

    Astagfirulloh, kaum liberal memang sedang menggerogoti negeri ini,,, pelan dan pasti,, sangat halus. Pantesan video2 mesum pelajar makin menjamur saja, orang difasilitasi seperti ini X_X

  4. amy syahmid says:

    paraahhh….harusnya memikirkan cara untuk mengatasi free sex, memberikan kondom secara gratiskan berarti melegalkan alias memfasilitasi free sex kan logikanya, sungguh prihatin😦

  5. lazione budy says:

    haha.., menteri dodol.
    makin kacau nih negara.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s