Diantar Malaikat

-Flashfiction-

Detik jam berganti, menit bertambah, jam berubah, dan hari berlalu dalam frekuensi dan kecepatan yang (sebetulnya) sama tanpa percepatan sekecil pun. Hanya saja perasaan, kegiatan atau aktifitas, bahkan pertarungan menjadi sebuah variabel relatif sehingga waktu terasa begitu cepat terlalui. Sejak aku bertemu dengan gadis itu sebelas hari yang lalu.

Seolah ada ‘tangan’ yang mempercepat perputaran waktu dan membimbing setiap langkah dan kata yang kupilih. Juga memproses hati dari setiap impuls yang kuterima, sehingga aku bisa membuat keputusan besar dalam waktu yang (kurasa) begitu cepat. Gadis itu dengan segala yang dibawanya, bersama sang waktu, akan (atau malah ‘telah’) merubah segalanya.

Apa kau benar-benar yakin?

Berapa kali kau tanya padaku tentang itu?

Iya. Tapi …

Kalau kau tidak yakin, kau bisa mundur. Aku tidak akan pernah memaksa. Toh segalanya sebetulnya telah tertulis. Iya maupun tidak-nya.

Tidak, bukannya aku tidak yakin padamu. Hanya saja, aku butuh waktu.

Aku sudah mengatakan sejak awal. Waktu yang akan membuktikan. Dan akan memulai segalanya dari awal. Katamu, kau sudah sepakat bahwa kita akan sama-sama belajar?

(Cerewet sekali dia? Tapi aku suka.)

Bukankah kehidupan telah mengajarimu tentang perjuangan dan kesungguhan? Bahkan, bukankah profesimu justru mengajari semua itu?

Iya, aku paham. Aku telah berusaha memahami dirimu dari sebuah ‘rangkuman’ yang kau berikan. Tiga hari aku melakukannya. Sementara kau sendiri meminta waktu tujuh hari sebelum kau memutuskan untuk bersedia melanjutkan tawaranku atau tidak Peduli musim, aku tak percaya pada cinta pada pandangan pertama. Sesuatu yang selalu berusaha kutentang sejak dulu. Tapi kini? Ah kau! Rasa itu seperti begitu saja datang (atau jatuh?) dan mengambil alih setiap pemikiranku. Aku yang sepenuhnya realistis, telak kau buat paham dengan sejarah masa lalu. Sebuah masa yang diakui sejarah sebagai masa terbaik. Apa yang bisa kukatakan? Bukankah memang itulah teladan terbaik yang pernah ada? “Agama dan Tuhan kita sama. Aturannya memang dikenal fleksibel. Tapi untuk hal yang baku, ia-nya tak akan berubah sampai kiamat”, kalimatmu waktu itu.

Kalau kau masih juga ragu, sebaiknya mundur saja. Kita akhiri sampai di sini. Belum terlambat.

Eh? Bukan begitu. Aku hanya perlu memastikan saja. Hehe.

Kupastikan, percayalah. Sebagaimana aku juga percaya. Mengapa perjanjian dua orang yang disaksikan juga oleh dua orang itu menjadi perjanjian begitu penting hingga disebut dalam kitab suci? Mengapa dia menjadi satu di antara tiga perjanjian besar di seluruh dunia sepanjang bumi diciptakan sampai dihancurkan sehancur-hancurnya?

(Perlu kujawab?)

Karena itu melibatkan para malaikat. Mereka akan turun mengantarkan cinta. Sesuatu yang amat penting. Sesuatu yang sesungguhnya untuk menempati posisi dan ruang yang telah tersedia. Ruang yang baru saja dibuka dengan perjanjian itu. Kau bisa beranalogi, bukan?

(Yap! Itu benar sekali!)
Baiklah. Esok aku akan datang ke rumahmu. Jika ayahmu menerima pinanganku, aku akan memintanya menikahkanmu denganku tiga hari lagi. Biar cinta itu diantarkan malaikat kepada kita. Kau siap?

—-

Yap. Saya juga meyakini hal yang sama. Biar sesuatu yang penting itu esok akan diantar malaikat, setelah perjanjian besar di antara ayah saya dan dia tercatat di langit dan bumi.

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Cerpen, Jodoh and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Diantar Malaikat

  1. jampang says:

    jadi cuma butuh sekitar 15 hari yah…. emang cepat kalau begitu😀

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s