Haleyora

Tanggal 16 November kemarin saya dan teman mengalami kecelakaan di daerah Romokalisari, Surabaya. Alhamdulillah saya tidak terluka parah, hanya sedikit luka lecet di telapak tangan. Padahal saya pada posisi dibonceng. Sementara teman saya yang menyetir malah tulang lengannya retak.😥 Tidak jelas apa penyebabnya, sehingga antara saya dan dia pun berbeda persepsi. Haha.

Selain itu, sebetulnya banyak cerita yang ingin saya tuliskan lantaran kecelakaan itu. Dalam beberapa tema dan sudut pandang. Mulai dari yang gokil sampai yang dramatis juga yang membuat orang normal mengelus dada. Oke, saya skip dulu tentang itu.

Satu hal yang pasti atas kecelakaan kami adalah Allah mengajari saya untuk bersyukur. Betapa banyak yang harus saya syukuri ‘hanya’ karena kecelakaan itu. Pertama, ketika saya tidak terluka. Betapa nikmat sehat itu amatlah berharga. Semua anggota tubuh bisa difungsikan sebagaimana biasanya. Aktivitas bisa tetap jalan. Yang terakhir itu akan sulit dibayangkan, lantaran ada beberapa hal yang menjadi tanggung jawab saya yang tak bisa dilempar begitu saja pada orang lain.

Kedua adalah ketika saya tak harus menanggung biaya operasi teman saya yang bernilai pada angka belas juta. Karena yang mengajak ke Surabaya adalah saya meski yang membonceng saat jatuh adalah teman. Seandainya saya mengajak teman lain yang tidak dijamin asuransi tempatnya bekerja, bisa jadi saya lah yang harus menanggung biaya. Betapa saya menyadari, sungguh amat sangat teramat mudah ketika Allah berkehendak ‘mengambil’ harta yang Dia titipkan pada kita.

Nah kan jadi panjang? Padahal tadi saya mau menulis tentang penyebab dan kronologi kecelakaan yang kami alami. Yang mana terjadi perbedaan persepsi antara saya dan teman. Tapi sudah terlanjur, biarlah. Tak usah saya hapus. (?)

Sesaat sebelum kami jatuh, kami sempat merencanakan membeli empek-empek di dekat BNI. Setelah itu sholat ashar, mandi, lalu tidur. Sepertinya sangat menarik. Tiba-tiba ada sebuah mobil MPV yang menarik perhatian Mbak Is -teman yang dari tadi belum saya sebut namanya-.

“Lihat itu. Pasti itu punya orang nonmuslim.” kata Mbak Is pada saya.

“Apa mbak?” tanya saya.

“Mobil depan itu tulisannya halleluya.” jawab mbak Is.

Di depan kami hanya ada satu mobil yang terlihat seperti mobil pelayanan teknis milik PLN.

“Itu kan mobil PLN Mbak.” jawab saya lagi.

Mbak Is memutuskan untuk menurunkan kecepatan agar saya membaca tulisan yang ada di pintu kiri. Tepat di samping mobil, kecepatan motor tak sampai 5 kilometer per jam. Saya melihat tulisan itu. Belum sepenuhnya terbaca jelas. Masih samar-samar kabur saya membaca “haleyora … Power”.

Jalan di Romokalisari memang banyak pasir atau entah apa, yang setelah hujan menjadi menyeramkan. Di situlah posisi kami. Mbak Is menekan rem depan untuk memperlambat motor guna memastikan tulisan itu. Belum jelas tulisan itu terbaca, tiba-tiba motor sudah oleng ke kanan. Saya masih berusaha mempertahankan keseimbangan. Namun tak berhasil dan jatuhlah kami. Kami bersyukur karena tidak dihantam dari belakang. Karena ruas jalan tempat kami jatuh amat ramai dan banyak truk kontainer.

Itulah versi saya. Kami jatuh karena terlalu konsentrasi hendak memperhatikan tulisan haleyora. Sementara versi Mbak Is, sedikit berbeda. Menurutnya, entah mobil yang kami perhatikan atau ada kendaraan lain yang terlalu dekat jarak dengan kami sehingga Mbak Is mengerem depan. Saya tidak ingat betul bagaimana sebab saya sedang hendak melihat tulisan itu. Tau-tau kami sudah jatuh. Dan kalau ada yang bertanya kepada saya tentang penyebab kami kecelakaan, saya selalu dengan polos menjawab : karena haleyora!

(?)

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Haleyora

  1. Maksudnya: halleluya … yo ra?

  2. Sekarang kabar mbak Is gimana?

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s