Dalam Mimpi

-Flashfiction-

Ketika kalian hendak membicarakan sesuatu yang cukup penting dalam suasana santai, maka pilihlah tempat semacam kafe yang menyediakan pilihan makanan ringan yang tak terlalu mengenyangkan. Dan biasanya, tempat-tempat semacam itu juga menghadirkan suasana nyaman yang kau cari. Tapi kalau kau hendak melakukannya pagi-pagi, jangan harap banyak yang buka. Kau akan beruntung sekali jika menemukannya. Seperti pagi ini. Jam tanganku masih menunjukkan angka 8 dan suasana masih sangat sepi. Service cleaning bahkan baru memulai membersihkan lantai.

Aku tidak terlambat karena waktu yang dimintanya adalah jam 8. Namun gadis itu sudah duduk takzim menungguku dengan muka terlipat. Dia yang -memaksa- minta bertemu denganku. Ada hal penting yang ingin dia sampaikan padaku, katanya. Aku suka dengan caranya menepati waktu.

Aku duduk di hadapannya. Memesan minuman, setelah dia meluruhkan daftar minuman yang bisa dipesan. Kami diam dan suasana sepi. Tak ada yang segera memulai bicara. Aku pun asyik menunggunya membuka mulut. Toh dia yang mengundangku kemari.

“Mbak, saya jelas ada perlu memintamu datang.” dia angkat kata. “kita bukan sahabat. Bahkan teman biasa pun tidak. Tapi aku juga tak mau kita menjadi musuh.”

Aku Diam menatapnya dingin, tak terlalu tertarik dengan kalimat yang baru saja dia ucapkan.

“Ya, aku tahu. Aku juga tak ingin berlama-lama denganmu. Jadi, kukatakan saja sebelum dirimu bertanya.”

Gadis itu melipat dahi, hampir mempertemukan kedua alisnya.

“Aku tidak akan tertarik dengan lelaki itu. Jika dia memintaku, aku pun akan berat menerimanya. Jadi? Kau ambil saja dia.” jawabku dengan ekspresi se-menyenangkan mungkin. Agar dia memahami benar kalimatku. “Kau tahu? Bahkan dalam mimpiku, aku pun menolaknya.”

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Cerpen and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Dalam Mimpi

  1. quinque says:

    coba cerna. “jadi menolak laki laki. dan minta simimpi mengambilnya..” bgtu kan inti crta singkatnya yah ?

    • Dyah Sujiati says:

      Masalahnya karena ff jadi harus ngambang *ngarang

      Laki-laki itu punya pacar ‘kamu’ tapi dia suka pada ‘aku’. Mangkanya ‘kamu’ gak terima dan ngajak ketemu.
      Padahal, meskipun dalam mimpi saja si laki-laki itu ngajak nikah ‘aku’, aku-nya gak mau

      • quinque says:

        mmmm… yaya. “kita bukan sahabat. Bahkan teman biasa pun tidak. Tapi aku juga tak mau kita menjadi musuh.” ini kata2 yg bikin saya berpikir jgn2 ini bicara dgn diri sndiri dimimpinya. sip daah cheers😀

  2. lazione budy says:

    jiah serah terima laki-laki, emang apaan.
    huh!
    😀

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s