Jenis Patologi

Akhir-akhir ini, suasana hati saya cukup kacau karena seseorang. (A siapa pula itu?). Tapi betul, kacau dalam arti sebenarnya. Saya lalu teringat tulisan seseorang yang menggambarkan suasana hati saya. Tulisan itu sudah saya baca cukup lama. Pada saat suasana hati saya kurang lebih sama. Eh, tapi sekarang ‘lebih’ dink. Haha.

Lantaran saya mencari tulisan yang saya maksudkan itu, pada akhirnya saya juga membaca-baca tulisannya yang lain. Ada sebuah tulisan yang menuliskan tentang ‘narsis’. Katanya :

Narsisme untuk sebagian orang bisa jadi sesempit frame yang membingkai foto-foto alay close up, kombinasi efek kulit putih-bibir monyong-mata belo plus kepala miring 45 derajat. Jika anda mungkin pernah tau mitologi yunani tentang Narcissus -orang (atau dewa?)yang paling bertanggung jawab untuk istilah “narsis”-, maka anda akan paham bahwa narsisme setidaknya lebih dramatis daripada itu.

Satu hal, narsisme pada kadar yang tepat adalah sebuah sugesti baik yang konstruktif. Jika kadarnya sudah tak terkendali, maka narsisme bersifat patologis, semacam penyakit kejiwaan.

Dan bagi saya pribadi, saya  menilai bahwa wabah narsis sepertinya memang seolah serangan seperti sebuah pandemi. Dalam hal ini, adalah yang sesuai dengan pemahaman sebagian besar orang yang didefinisikan olehnya.

Nah, definisi Mbak Dwi itu malah mengantarkan ingatan saya pada salah seorang teman saya. Barang kali, dia amat menghargai dirinya. Tapi ini ceritanya lain. Maksud saya begini, agar lebih mudah, saya beri contoh saja.

Misal begini, dia bersama kakaknya sedang membuat kue. Menggunakan bahan yang sama, alat yang sama, dan di tempat serta waktu yang sama. Tapi? Nanti hasil kue itu berbeda. Kue buatannya mengembang dan lebih enak. Analog dengan hal itu, dia selalu merasa dirinya istimewa. Dan ini lebih parah dari penyakit jiwa yang dikhawatirkan Mbak Dwi. Sebab dia jadi merasa seolah-olah ratu yang mulia, sehingga kami kawan-lawannya adalah selir buatnya. Oh tidak, itu sangat menyebalkan.

Nah, masalahnya bukan terletak pada teman saya itu. Tapi masalahnya justru pada saya. Kadang pada waktu-waktu tertentu, saya justu merasakan seperti yang diekspresikan kawan saya itu. Tapi saya tidak sampai hati untuk mengungkapkannya pada teman-teman saya (bila sadar dan ingat). Saya sungguh-sungguh khawatir, bisa-bisa saya jadi seperti teman itu. Jadi, terpaksa, saya hanya ‘menghargai’ diri saya dengan cara saya. Off the record. Dan inilah yang membuat saya menjadi khawatir. Jangan-jangan saya berada pada level ‘tak terkendali’ sehingga telah menjadi bagian dari jenis patologi yang dia maksudkan. Apakah ini efek suasana hati saya yang kacau? Entahlah.

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

4 Responses to Jenis Patologi

  1. jampang says:

    saya justu merasakan seperti yang diekspresikan kawan saya itu. Tapi saya tidak sampai hati untuk mengungkapkannya pada teman-teman saya (bila sadar dan ingat). Saya sungguh-sungguh khawatir, bisa-bisa saya jadi seperti teman itu. Jadi, terpaksa, saya hanya ‘menghargai’ diri saya dengan cara saya. Off the record. Dan inilah yang membuat saya menjadi khawatir.

    —> kalimat itu menurut saya masuk kategori narsis juga😀

  2. apapun itu kalau berlebihan, nggak akan ada baiknya

  3. Coba tes di sini: Narcissistic Personality Quiz

    Seberapa narsis dirimu? Jangan keburu kuatir.

  4. lazione budy says:

    semua orang punya jiwa narsis, tingkat kenarsisannya aja yg beda.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s