Gagal Lagi

-Flashfiction-

Seorang lelaki tampan naik bus ini dari halte setelah pom bensin, sebelum pintu tol utama Surabaya. Lelaki yang memakai tas ransel dan menenteng sebuah tas plastik putih berisi aneka kue khas kota ini. Sejak dia naik, dia langsung menarik perhatianku dan juga beberapa penumpang yang lain entah karena apa. Sepertinya dia memang memiliki daya tarik yang cukup kuat.

Aku memperhatikannya dari bangku tempatku duduk di seberang yang berjarak dua kursi di belakangnya. Kulihat dia mengeluarkan sebuah handphone berjenis smartphone. Kulihat juga saat dia mengeluarkan uang lima ribu di sakunya guna membayar ongkos di antara beberapa lembar uang ratusan ribu. Kulihat lagi ketika dia dengan cepat mengambilkan mainan balita di seberangnya yang jatuh. Dan terakhir, aku melihatnya memanggil ibu dari balita tadi yang turun lebih awal dan meninggalkan salah satu bawaannya.

Lalu lintas di jalan raya menuju Bungurasih cukup padat. Banyak kendaraan mengantri di pertigaan depan. Sopir dan kernet yang bercanda sejak tadi, entah lupa atau bagaimana, malah belok kiri keluar tol melewati masjid Agung. Sehingga bus yang kunaiki harus memutar untuk masuk lagi ke jalur sebenarnya.

Aku masih memperhatikan lelaki tampan itu sementara bus yang kunaiki berada di jalur yang sama dengan bus tujuan Malang sebelum akan masuk terminal. Lelaki itu terlihat celingak-celinguk melihat keluar. Dia lalu maju ke dekat kernet. Tiba-tiba saja bus yang kunaiki berlari lebih kencang sambil berulang-ulang membunyikan klakson. Tak lama setelahnya tiba-tiba bus berhenti menurunkan si lelaki. Lalu kulihat dia naik bus jurusan Malang yang baru saja berhenti karena ‘diteriaki’ oleh bus yang kunaiki. Padahal di jalur ini tidak masuk akal untuk pergantian penumpang macam yang terjadi dengan lelaki itu barusan.

Beberapa penumpang bengong terkagum-kagum melihat aksi lelaki tampan yang sejak tadi menarik perhatian. Sementara aku, selain kagum terbengong-bengong, aku juga harus merelakan target smartphone dan beberapa lembar ratusan ribu milik lelaki itu. Aku salah target dan gagal lagi kali ini.

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Cerpen and tagged , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Gagal Lagi

  1. jampang says:

    copet ternyata😀

    Seorang lelaki tampan naik bus ini dari setelah pom bensin –> terkesan kurang pas. dari itu bukannya untuk keterangan tempat yah?

    Aku memperhatikannya dari bangku tempatku duduk yang berjarak dua kursi di belakangnya. Kulihat dia mengeluarkan sebuah handphone berjenis smartphone. Kulihat juga saat dia mengeluarkan uang lima ribu di sakunya guna membayar ongkos di antara beberapa lembar uang ratusan ribu. —-> doi nggak pake dompet? bagaimana “aku” bisa melihat lelaki itu memilih uang lima ribuan di antara ratusan ribu sementara dia duduk di belang…. bukannya malah terhalang?

  2. pitaloka89 says:

    Yah… kirain pengalamanmu di. hehehe..

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s