Mbolang Brebes [5]

[Perjalanan Pulang dan Tulang Parkir]

Malam itu kami tidur cukup nyenyak meski udara sangat dingin. Termometer yang ada di kamar tempat kami timur menunjukkan angka 21 derajat Celcius. Tidak ada nyamuk di kamar. Mungkin mereka kedinginan dan tak sanggup hidup tanpa selimut. Atau malah untuk terbang saja, bisa jadi mereka gemetar. #ngaco

Seusai Subuh kami keluar jalan-jalan untuk melihat sunrise. Sayangnya, kamera kami sudah kolaps dan kami sama-sama lupa membawa charger. Jadi cukup di ingatan kami saja potret keindahan lukisan pagi yang kami lihat waktu itu.

Yang indah lagi menurut saya adalah ketika melihat puncak gunung Slamet yang nampak seperti tinggal sejengkal.
Oh iya, dari wisata Kaligua juga merupakan trek awal untuk mendaki puncak Sakub yang tingginya sekitar 2.000 mdpl.

Jam 7 pagi kami pamit pulang. Kami sempat mampir di sebuah telaga. Namanya Telaga Ranjeng.

image

Selain itu, kami juga sempat ‘bermain-main’ di sungai yang kami lewati.

image

 

Sebelum sampai ke Pertigaan Paguyangan, Dianne katanya ingin membeli telur asin khas Brebes. Dia lalu bertanya pada orang di sekitar pertigaan di mana bisa memperoleh telur asin sebagai oleh-oleh. Orang itu menyuruh kami ke arah Bumiayu yang berlawanan arah ke Purwokerto. Dia mengatakan bahwa tepat di samping Masjid Agung Bumiayu terdapat pusat oleh-oleh.

Pergilah kami menuju tempat yang disebut. Ternyata ketika kami sampai, bukan pusat oleh-oleh yang kami dapat. Melainkan swalayan. Hiks.

Kami tak tahu harus mencari di mana. Di pasar? Bisa jadi ada, tapi itu jelas memakan waktu lama. Dan atas bimbingan-Nya, tiba-tiba kami bertanya pada tulang parkir soal telur asin. Tukang parkir itu bernama pak Yunus. Dan dengan baik hatinya, beliau menelpon kenalannya yang merupakan pembuat telur asin. MasyaAllah!

Rumah pembuat telur asin itu ternyata searah dengan Purwokerto dari pertigaan Paguyangan. Ya salam! Tapi itulah rangkaian takdir. Kami digiring oleh-Nya ke Bumiayu dahulu untuk kemudian baru bertemu pembuat telur asin. Bahkan dengan itu, juga sekaligus menambah dan meng-komplit-kan cerita pembolangan singkat kami. Yihi!

The end.

Semoga lain waktu bisa mbolang lagi yang lebih seru dan lebih lama! Amin! #pengen mbolang lagi😥

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in My Journey and tagged , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Mbolang Brebes [5]

  1. jampang says:

    sepertinya emang udah cape…. nulisnya banyak typo😛

  2. nats says:

    wkwkwkwkwk…😀 selamat bertemu di perjalanan berikutnya! lain kali..kemana aja mau pergi bw dong persiapan paket minimalisnya yg wajib dibawa..

  3. felis catus says:

    Rame jalan-jalannya, walau spontan tanpa rencana, tetap meriah.🙂

  4. lazione budy says:

    ini yg saya tunggu, ke Brebes tak lengkap tanpa bawa telur asin.
    kapan2 bolang lagi bawa duit yg banyak ya.😀

  5. aqied says:

    waaa kangen bangt pengen mbolang lagii. terakhir mbolang ke bromo motoran n sampe sana Zonk banget. Kabut tuebel gak lihat apa apa. ;(

  6. Saya jadi penasaran sama telur asin dan teh hitam khas Brebes.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s