HEBOH : PROSES NIKAH MENGGEMPARKAN!

Ehm ehm.. Cek cek..
Sepertinya ada yang usai teriak-teriak. Baiklah baiklah, anggap saja saya memang sedang berteriak untuk meberikan pengumuman kepada khalayak bahwa telah terjadi kisah yang cukup menggemparkan. Anggap saja, saya juga masih berada di bawah pengaruh suasana euforia-histeria dari kejadian ini.

Seorang teman saya namanya mbak Fika pernah kencan dengan saya di sini. Kami bukan teman sekolah, bukan teman kerja, juga bukan teman dari komunitas apa pun. Tapi kami berteman cukup akrab. Kami bertemu di bus dalam sebuah ‘kebetulan’ yang diatur oleh Dia.

Singkat cerita, dia sekarang sudah menikah. Dengan seseorang yang sama sekali belum saling kenal dan belum pernah ketemu. Kok bisa?

Secara kronologis kejadiannya begini :

12 Desember 2013

Mbak Fika bertemu dengan Mas Romi di rumah paman Mbak Fika.
Tepatnya sih mereka dipertemukan oleh si paman. Kata kerennya, mereka sedang taaruf. Yihi. Mereka bertiga ngobrol seperlunya. Singkat kata mereka merasa klik. Mbak Fika cuma merasa -Jika si mas ini nanti mau mengajaknya menikah, dia mau’. Sudah. Setelah itu tidak ada komunikasi lagi di antara mereka. Bahkan mereka belum saling memiliki nomer hp.

19 Desember 2013

Tidak ada kabar maupun interaksi apa pun di antara mereka. Sampai tanggal ini tiba-tiba keluarga mas Romi menelpon orang tua Mbak Fika, menyatakan niat melamar tanggal 22 Desember. Ibu Mbak Fika tidak bisa langsung menjawab, minta waktu sebentar untuk mempertimbangkan.

Setelah mantap, ibu Mbak Fika menelpon kembali keluarga Banyuwangi. Ibu Mbak Fika minta kalau tanggal 22 Desember itu tidak hanya lamaran. Tapi sekalian akad nikah.

Ganti keluarga Banyuwangi yang minta waktu untuk memberi kepastian.

21 Desember 2013

Tidak ada kabar apa pun setelah tanggal 19 Desember itu. Tiba-tiba pagi keluarga Banyuwangi menelpon bahwa besok (22 Desember) mereka akan menikahkan anaknya, tak sekedar melamar. Mereka kelupaan (atau apa ya istilahnya?) Degg! Cuma ada waktu sehari untuk persiapan!

Di tempat lain. Sebuah nomer baru memanggil Mbak Fika. Mbak Fika tanya, “Ini dengan siapa?”

Orang di seberang menjawab dengan nama lengkapnya. Mbak Fika pun bingung karena belum pernah mengenal nama itu. Jadi dia balik bertanya ‘siapa ya?’

Akhirnya dijelaskan bahwa orang di seberang itu adalah orang yang akan menikahinya besok sekaligus meminta mahar apa. Ahaha!

22 Desember 2013

Mereka menikah di Paciiran, Lamongan. Tepat 10 hari sejak mereka bertemu untuk pertama kalinya.

–**–

Kilas Balik

Tiga tahun lalu Mas Romi, setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, pergi ke pondok pesantren Karangasem untuk menimba ilmu agama. Pesantren tersebut adalah milik keluarga Mbak Fika yang dikelola pamannya. Di pesantren tersebut juga terdapat lembaga pendidikan formal dari SD s.d SMA. Kebetulan saat mas Romi datang, seorang guru keluar. Jadi dia langsung menjadi guru di sana sekaligus menimba ilmu.

Sebelum ditawari untuk ‘berproses’ dengan mbak Fika oleh paman Mbak Fika, si mas ini juga memiliki pandangan pada dua perempuan lain. Namun setelah diberi gambaran soal Mbak Fika, dia meminta pertimbangan pada ibunya. Dan ibunya mantap pada Mbak Fika.

–**–

Penting : Tulisan ini hanya menceritakan kronologis kejadian. Saya yakin, kisah ini seharusnya memberi feedback bagi kita. Bisa pro bisa juga kontra, tergantung pemikiran masing-masing. Pernikahan kilat tanpa didahului dengan pacaran yang sudah terjadi begitu lazimnya. Kisah nyata melawan arus ke-biasa-an dalam masyarakat. Mereka, pelaku itu adalah manusia biasa yang jelas punya latar belakang dan masa lalu. Jadi sudah sepantasnya, kisah itu membawa hikmah dan pembelajaran. InsyaAllah, esok lusa atau kapanlah, saya usahakan untuk mengikat hikmah tersebut dalam tulisan.

Satu hal tak sabar ingin saya tulis adalah : jodoh itu adalah hal pasti yang sudah tertulis oleh-Nya. Dengan siapa, kapan, dan di mana. Dia pasti akan memvisualisasikan hal itu dengan skenario indah buatan-Nya. Tugas bagi yang belum bertemu hanya dengan mempersiapkan agar hal itu benar-benar menjadi luar biasa. Mau pakai ‘jalur haram’ atau pun ‘jalan halal’, orangnya akan tetap itu. Yang membedakan cuma satu : barokahnya.

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Jodoh and tagged , . Bookmark the permalink.

11 Responses to HEBOH : PROSES NIKAH MENGGEMPARKAN!

  1. waaah… akhirnya dipublish jugaaa😀 jazakillah buat ceritanya, mbak Dyah.. Jadi motivasi bagi para muslimah..

  2. Masya Allah, luar biasa keren. Karena diawali dengan kebaikan, semoga mendatangkan barokah-Nya untuk selamanya bagi rumah tangga mereka berdua.

  3. ku kira ceritamu..
    ehehee

  4. pitaloka89 says:

    Wah…. singkat sekali. Keluarga kiyai ya…
    barakallah untuk mba Fika dan masnya…
    Jempol, semoga jadi inspirasi ikhwan akhwat lainnya, juga pernikahannya bisa jadi teladan…🙂

  5. ayanapunya says:

    cerita tentang ketemu jodoh itu emang selalu asyik untuk dinikmati🙂

  6. Haya Najma says:

    subhanallah, love it

  7. lazione budy says:

    ditunggu ceritamu, pasti lebih saru eh seru.😀

  8. Dahsyat … ngak butuh waktu sampai 2 minggu mereka menikah. semoga jadi keluarga yang samara🙂 wajib di contoh buat kawula muda sekarang nich

  9. Pingback: I Think I Love You (Again) | Life Fire

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s