Mengupayakan Mimpi

Saya hendak menuliskan sesuatu yang sedikit serius kali ini. *jadi, selama ini apa?* Tentang sesuatu yang kadang kala bersifat rahasia, kadang kala bersifat memotivasi, dan kadang kala bisa mematahkan hati. *eya* Apa itu? Kenapa saya jadi sok tau dan membuat sifat-sifat seolah mensifati pujaan hati? Padahal saya cuma mau nulis tentang mimpi sih. Hehe. Dalam hal ini, bukan lah tentang mimpi sebagai kegiatan otak ketika tidur. Melainkan mimpi yang berarti impian atau cita-cita yang ingin dicapai dan dilakukan upaya untuk mewujudkannya.

Saya sebelumnya pernah menulis tentang salah satu cara memaknai mimpi. Mimpi itu bisa bersifat rahasia karena si pemimpi menyimpan rapat dalam hati dan tidak ingin diketahui oleh sembarang orang. Mimpi itu bisa bersifat memotivasi lantaran ia-nya memberi harapan dan janji untuk suatu hal yang baik. Sehingga ‘memaksa’ pemimpi untuk mengupayakan perwujudan mimpinya. Di sisi lain, mimpi bisa membuat orang patah hati ketika mimpi itu tidak berhasil ia capai. Kecewa barang kali. Yang terakhir ini yang seharusnya dijauhi dan tak perlu ada.

Saya dulu pernah mendapat wejangan dari beberapa orang yang baik hati yang bersedia menularkan kemauan bermimpi dan trik untuk meraihnya. Orang itu bilang, sebaiknya kita membuat daftar yang berisi apa pun mimpi kita. Kalau perlu, tempel di tembok samping tempat tidur. Sehingga setiap sebelum tidur, kita bisa mengingatnya. Syukur-syukur bisa terbawa mimpi. *Yang terakhir ini jelas bukan ucapan mereka*

Mengupayakan mimpi ibarat menaiki anak tangga. Semakin tinggi mimpi yang dibuat, semakin banyak anak tangga yang ditapaki. Seandainya, jika mimpi yang dibuat itu tinggi lalu jatuh, dia akan tetap berada di tempat yang tinggi. Jadi jangan terbalik! Jangan sampai bilang (apalagi meyakini) : “jangan mimpi tinggi-tinggi! Nanti kalau jatuh, sakitnya nggak ketulungan!”

Oh, tolong ya! Pandangan pesimis ala pecundang seperti itu harus diubah! Misal begini. Anda mentargetkan mendaki hingga tangga ke-1000. Lalu ternyata saat di tangga ke-864 Anda jatuh dua tangga. Itu berati Anda kini berada di tangga ke-862. Betul? Kalau misal Anda mentargetkan berada di tangga ke-100. Lalu di tangga ke-86 Anda jatuh dua tangga juga. Berapa posisi Anda sekarang? 84! Jadi jauh sekali bukan? *kenapa saya jadi seemosional ini? Kita kembali kalem saja. :p

Sederhananya, mimpilah setinggi-tingginya. Jika ada niat pasti ada jalan. Allah dibalik prasangka hamba-Nya. You are what you think. Bahkan mimpi itu gratis! Kurang apa lagi coba?

Lalu berproseslah dengan mengupayakan mimpi tersebut. Prosesnya itu adalah ibadah. Hasilnya seperti apa, serahkan saja pada Allah. Hak kita hanya berusaha dan tawakal. Sedang proses yang kita upayakan itu yang akan menjadikan kita seberapa pantas menerima hasilnya seperti apa. Dan itu biarlah menjadi hak Allah.

Bagi saya, mengupayakan mimpi untuk terwujud adalah sebuah proses. Menjadi kenyataan atau tidak mimpi tersebut, tidaklah menjadi bagian terpentingnya. Yang menjadi bagian terpenting adalah prosesnya itu tadi. Proses mengupayakan mimpi adalah sebuah ibadah sekaligus salah satu wujud keimanan.

Setidaknya, seperti itulah konsep dan konteks mimpi bagi (atau secara) individu yang saya pegang hingga saat ini. Dan tulisan di atas sebetulnya adalah prolog. *appaaaa?!

Eh iya begitu. Karena tulisan ini sebetulnya untuk meramaikan kontes yang diadakan Ajo Ramli dan Mbak Eva. Saya pengen sepatu sandalnya. Sebenarnya mau dapat semua sih😀 *kedonyan* #pish

Jika membicarakan mimpi saya, ada begitu banyak itemnya. Mulai dari yang sangat sederhana hingga yang begitulah. Saya tidak perlu cemas sama sekali memasukkan hal yang sederhana dalam daftar mimpi saya. Etapi saya tidak memiliki daftar mimpi seperti yang disarankan oleh orang-orang baik itu. Saya sedikit kurang teratur dalam hal ini. Huks. Tapi apapun, saya meyakini satu hal. Segala hal baik yang kita inginkan (dan juga yang semacam perasaan tiba-tiba terbesit begitu saja), malaikat tidak pernah alpa mencatatnya.

Beberapa mimpi saya yang telah terwujud dan sudah saya buat postingannya (dan yang saat ini saya ingat link-nya tentu saja) adalah berada di lautan gunung, memotret pohon, memotret bulan purnama sekaligus ke pelabuhan Maspion, dan naik gunung.

Oh iya ada lagi mimpi saya yang telah terwujud dan perwujudannya yang entah bagaimanalah. Begini, sejak kecil saya punya impian menjadi seorang dokter. Mengabdi di daerah terpencil sehingga sekaligus saya bisa mbolang. *lho?* Ternyata selulus SMA saya malah mengambil jurusan Matematika Murni. Jadilah saya ‘dokter’ seperti ini. Bagi saya, itu tetap saya rasakan sebagai salah satu mimpi yang menjadi nyata. :p

Kalau mimpi-mimpi lain yang on progress sih banyak. Biarlah itu menjadi semacam rahasia itu tadi. Eh tapi ada yang saya obral sih. Yaitu saya tulis di page About Me.

Dan ada juga satu mimpi on progress yang tak perlu saya rahasiakan. Sebab saya yakin, mimpi yang ini pasti banyak temannya. Yaitu mimpi untuk meninggal chusnul khotimah. Lalu bisa berjumpa dengan Dia dan ia-kekasih. *mewek-mainin kuku-sudah pantaskah? T,T

http://garammanis.files.wordpress.com/2014/01/giveaway-kolaborasi-banner-ii2.png?w=463

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Menu Motivasi and tagged , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Mengupayakan Mimpi

  1. Anda mentargetkan mendaki hingga tangga ke-1000. Lalu ternyata saat di tangga ke-864 Anda jatuh dua tangga. Itu berati Anda kini berada di tangga ke-862. Betul?

    “Shoot for the moon, even if you miss, … (coba teruskan)

  2. lambangsarib says:

    Hm… mimpinya kok keren ya ?

  3. jampang says:

    selamat meraih mimpi…. satu per satu.
    kayanya pernah nulis juga tentang anak tangga
    😀

  4. jangan pernah takut terjatuh ya…

    makasih udah ikut meramaikan GA Kolaborasi….

  5. lazione budy says:

    Dokter Dyah apa kabar?

  6. Pingback: Giveaway Kolaborasi : Apa Impianmu? | Gusti 'ajo' Ramli

  7. hasannote says:

    Banyak anak tangga..

  8. nurme says:

    Setuju… Mimpi adalah sebuah proses. Semakin banyak bermimpi semakin banyak tangga yang akan dilalui. Jangan pernah bosan bermimpi, karena suatu saat akan tercapai mimpi itu.

    Makasih ya sudah ikutan GA kami. Sendal itu hasil karya adik saya *nurme..
    Nurme dan Teh Eva berbeda orang🙂

  9. evyfishery says:

    So,,

  10. Pingback: Gusti 'ajo' Ramli

  11. Pingback: Pengumuman Pemenang Giveaway Kolaborasi « Akhir Sebuah Perjalanan

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s