Kutukan Pink!

Perhatian! Tulisan ini adalah tulisan penuh intrik yang sebetulnya hanyalah sebuah alibi untuk sebuah alasan : curhat! Ahaha! Jadi, jika Anda ingin lanjut membaca, pastikan hati Anda sedang baik.

Saya kesulitan untuk membahasakan perasaan yang saya alami. Ingin sekali saya menggunakan istilah yang tepat tanpa harus memakai kata yang terlalu umum. Sayangnya, sampai saat (menulis) ini, saya belum nemu. Intinya sih lagi galau.😀 *galau kok bangga?!* Saya galau menggalaukan negara saya Indonesia tercinta. *halah kayak iya aja*

Bagaimana tidak? Tadi saya melakukan perjalanan (bermotor) sekitar delapan kilometer. Dan taraaaa! Berikut adalah hal yang saya temui yang bisa saya tuliskan :

  1. Seorang bapak-bapak yang asyik bersms sambil mengendarai motor di jalan utama yang jelas ramai.
  2. Seorang anak kecil yang masih berpakaian seragam SD, mendahului saya dengan kecepatan tinggi (padahal saya jalan sekitar 70 km/jam waktu tadi)
  3. Seorang ibu yang akan naik angkot. Maaf ya, dia sama sekali sudah tidak seksi. Tapi memakai celana yang presbody dan baju pres juga. Warnanya mencolok dan kombinasinya entahlah, semacam meniru gaya artis di televisi tapi kurang cocok untuk usianya.
  4. Dua orang yang masih bocah, barangkali masih ingusan, berboncengan motor dan duduknya sangat rapat. Mereka lelaki dan perempuan.
  5. Seorang ibu yang tinggal di dekat jalan tol, membuang sampah di jembatan tol! Iya, di jembatan tol!
  6. Orang gila yang berjalan di tepi jalan, pakaiannya masih agak bagus, tapi rambutnya?
  7. Seorang kakek tua penjual kerupuk yang mengendarai sepeda onthel tua. Bajunya lusuh. T,T

Hal-hal itu, tak bisa saya larang, menjadi makanan lezat bagi pikiran saya -yang akhir-akhir ini agak senewen- untuk berimajinasi liar. Teringat pada kondisi yang mewarnai kehidupan kenegaraan ini. Saya jadi ingat kata teman saya, “

emm.. jadi inget ada yang pernah bilang kepemimpinan itu mencerminkan siapa yang dipimpin..
bisa jadi kita sebagai rakyat belum ‘pantas’ punya pemimpin yang sanggup menyelesaikan hal2 ntu..
saatnya kita juga memperbaiki diri & berbenah agar pantas dipimpin yang berkualitas..

Seandainya saya bisa mengatakan pada semua orang bahwa jawaban yang kita cari ada di sebuah kitab paling suci di dunia. Buka saja kode 7:96. Lalu posisi kita, di mana pun itu, saya rasa paling mudah dan masuk akal adalah mempraktekkan jurus sakti dari Aa Gym : mulai dari sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai saat ini. *NTMS banget ini*

Membuat generalisasi atas sesuatu hanya dari satu sisi, menurut saya itu adalah bagian dari sikap sporadis. Misal seorang yang kesulitan menirukan gerakan senam tidak bisa disimpulkan kalau dia memiliki critical accident yang buruk dan atau tidak cekatan. Begitu juga dengan menilai dan mensikapi kehidupan kebernegaraan. Potret jalanan yang saya rinci di atas, hanya dari satu sisi saja. Masih ada sisi-sisi lain yang entahlah apakah analog atau tidak.😀
Jadi daripada saya galau menuruti imajinasi liar saya, saya pilih untuk narsis! Yahahah! Itulah inti tulisan ini. *Dyah! Tolong ya!*

Err engg, saya jadi merasa bersalah. Huks. Jadi begini, sejak entah kapan saya adalah orang yang tidak menyukai warna pink. Saya tidak memiliki barang berwarna pink. Dan hal yang paling saya sayangkan adalah saya terlalu ekspresif mengungkapkan ketidaksukaan saya. Jadi semua orang yang kenal saya tahu soal itu.

Ketika orang-orang itu tahu saya tidak suka pink, mereka justru sengaja membelikan saya benda yang berwarna pink. Dua kali yang terakhir, jilbab yang sengaja diberikan untuk saya berwarna pink. Hiks. Jadi, mau tidak mau saya tetap memakainya karena itu adalah hadiah. Dan sialnya? Dua hari berturut-turut saya memakai pakaian bernuansa pink! Ya salam! Sepertinya saya terkena kutukan pink. Huwaaa!

Inilah buktinya, jreng-jreng!!! :

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Kutukan Pink!

  1. pink mu kurang ngejreng dy…#jreng jreng

  2. jampang says:

    ujungnya pamer kalau punya jilbab batu😀

    *pipisss*

  3. sunarno2010 says:

    kalau anakku justru fansnya pink, sampai dinding kamarnya minta cat pink

  4. Haya Najma says:

    awalnya nggak suka, lama-lama jatuh cinta, aih

  5. nurme says:

    Sesuatu yang tidak kita sukai memang seringkali menjadi suatu anugrah*sebutan untuk mengganti kata kutukan

    Saya dulu sangat tidak menyukai naik tangga, berkali-kali selalu bertemu dengan tangga, saat saya mulai menikmati, itu semua berakhir.

  6. Pingback: Ranger Pink Kumat | Life Fire

  7. Mungkin sampeyan kurang feminim mbak *eh

    Dua keponakanku justru seneng banget sama pink

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s