Bromo #Promo

Jadi, jika Anda memutuskan untuk traveling atau refreshing ke wisata Bromo, berikut ini adalah sedikit pengetahuan saya yang barusan saya dapat. Setidaknya bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Anda untuk membuat keputusan agar Anda tidak tersesat. Lalu, jika Anda ingin tahu dari mana saya dapat info aktual ini, akan saya ceritakan pada postingan berikutnya. Biar promo ini meyakinkan, saya katakan saja kalau saya usai mbolang ke sana. Yihi!

Dari mana pun Anda berasal, kita sepakat untuk memulai rute perjalanan dari Terminal Probolinggo dan tidak sedang membawa kendaraan sendiri. Dari terminal, kita naik kendaraan jenis elf menuju titik awal pendakian. Tepatnya di desa Ngadisari. Tarif elf normal adalah 30 ribu rupiah.

Di Ngadisari terdapat berbagai pilihan tempat untuk tinggal sementara. Baik berupa homestay maupun villa. Jadi anda tidak perlu khawatir.

Umumnya, para pewisata yang datang ingin menikmati sunrise. Yang jelas menurut dugaan saya sih pada pengen foto-foto #pish. Taman wisata Bromo setidaknya menawarkan empat tempat yang biasa dikunjungi para pewisata. Di sana, terdapat banyak orang yang berjualan makanan dan oleh-oleh. Tempat itu adalah penanjakan, kawah Bromo, padang savana, dan pasir berbisik. Kalau Anda ingin melihat sunrise, tempatnya adalah penanjakan dan kawah Bromo.

Jika Anda ingin mendapatkan sunrise yang bagus, sebaiknya Anda datang di bulan Juli atau Agustus. Namun udara terasa lebih dingin. Sementara kalau Anda ingin sekalian ke padang savana dan pasir berbisik, waktu itu bukanlah waktu yang tepat. Sebab ketika kemarau pasir menjadi kering jadi sulit untuk dilalui. Hidup selalu di antara pilihan bukan? *eyaa apaan coba?*

Selanjutnya adalah tentang kendaraan. Sebab kendaraan pribadi dilarang masuk Taman wisata Bromo. Ada dua jenis kendaraan yang bisa dipilih. Ojek motor atau hardtop. Hardtop bisa membawa penumpang ke empat tempat yang saya sebut tadi. Tarifnya antara 600 sampai dengan 700 ribu rupiah per mobil berapapun orangnya. Sedangkan motor, mulai dari 70 ribu untuk satu tujuan. Jika Anda ingin mengunjungi beberapa tujuan, Anda bisa tawar-menawar dulu dengan driver ojek. Kalau saya sih tiga tujuan cuma 100 ribu.😀

Kalau penanjakan, padang savana, dan pasir berbisik, Anda bisa langsung mencapai tempat tujuan. Sementara untuk sampai ke puncak sekaligus kawah Bromo, Anda hanya bisa naik kendaraan itu sampai parkiran. Setelahnya, Anda harus jalan kaki lalu naik tangga yang katanya berjumlah 250 anak tangga. Naiknya lumayan, namun tetap manusiawi. Ada jasa ojek kuda untuk membantu Anda. Tarif awalnya 20 ribu tapi bisa ditawar. Kalau Anda naik hardtop, tempat parkirannya lebih jauh dari pada parkiran ojek motor.

Begitulah info yang saya dapat. Kalau saya boleh membandingkan antara naik ojek dengan hardtop, lebih menguntungkan naik motor. Selain soal jarak dari parkiran, naik ojek itu lebih menantang. Kita bisa lihat pemandangan sepuasnya! Kalau naik hardtop nih, pemandangan jelas terhalang kaca dan juga teman di sebelah. Hehe. Mungkin ini terlalu sepele, tapi bagi saya itu penting. *lho?*. Selain itu juga kalau naik ojek, lebih bebas untuk minta berhenti sewaktu-waktu. Misal ingin memetik bunga. Namun Anda harus mempertimbangkan faktor lain. Misal Anda berwisata dengan keluarga dan membawa baby, tentu naik hardtop jauh lebih baik.

Itulah, sedikit info yang semoga bermanfaat. Oh iya. Soal tarif penginapan atau homestay, rata-rata seratus ribu rupiah per kamar semalam jika bukan musim liburan. Atau jika langsung satu rumah, tarifnya rata-rata 350 sampai 500 ribu, tergantung jumlah kamar.

Sedikit info lagi, untuk homestay jika Anda ingin booking bisa menghubungi Pak Trisno. Tempat saya menginap tadi malam. Satu rumah empat kamar bisa untuk delapan orang. Tersedia air panas untuk mandi. Pak Trisno juga siap menjadi driver ojek. Nomer beliau 081330439166. Selain itu, Anda juga bisa menghubungi Pak Iwan ( 082131285529)  untuk jasa ojek.

Jadi tulisan ini sebetulnya memang untuk promo bapak-bapak tadi. Sebagai ucapan terima kasih saya karena mereka berdua telah menjadi guide yang baik buat saya dan teman saya. Ahaha. Dan biar meyakinkan, saya sertakan foto tidak jelas dari saya. Haha. Lebih tepatnya foto narsis yang dibluetooth dari teman. Hiks, maafkan. (?)

image

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Pengetahuan Umum and tagged , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Bromo #Promo

  1. xrismantos says:

    Wah ke bromo terakhir kapan ya….belasan tahun yang lalu kayanya.
    Nice info!! Kontak person langsung disimpan😀

  2. jampang says:

    ngeliat yang pink lagi di sini😀

  3. j4uharry says:

    Hallow …. apa kabar Mba Dokter :-p

    lama tak bercakap-cakap ngalor ngidul nih

    wah Bromo salah satu destinasi yg belom kesampaian sampai detik ini

  4. Pingback: Pesona Bromo | Dyah Sujiati's Site

  5. nats says:

    wkwkwkwk…..teutep…. ! narsistik!

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s