Pesona Bromo

Saya merasa bersalah atas beberapa tulisan saya sebelumnya terkait pembolangan ke Bromo. Aromanya terlalu kental dengan nuansa curhat dan laporan kegiatan. Bukannya saya menulis tentang Bromo tapi malah tentang saya-nya. Memang, pada suatu saat, menghargai diri sendiri itu harus. Tapi jika sudah pada level tak terkendali, bisa jadi merupakan perwujudan penyakit kejiwaan. Dan itu yang harus diwaspadai dan diantisipasi. Semoga kita, lebih khusus lagi saya, terhindar dari segala macam penyakit kejiwaan. Aaamin!

Tujuan utama saya ke Bromo memang menggugurkan pertanyaan mengerikan, “Dyah, sudah pernah ke Bromo?”. Dan mungkin sebatas itulah apa yang saya dapat. Manusia itu memang memperoleh sesuai dengan apa yang dia niatkan. Setidaknya, inilah pelajaran berharga yang saya dapat dari perjalanan mbolang ke Bromo.

Wisata yang kita kenal dengan Bromo sebenarnya merupakan salah satu Taman Nasional. Ketinggian Gunung Bromo sendiri adalah 2.329 dpl. Posisi dan presisi gunung Bromo itu seakan seperti pulau Bali. Pesona dan keanggunannya telah tersebar luas hingga mancanegara. Jadi sama sekali tak mengherankan jika ada banyak turis asing yang pelesiran ke Bromo.

Rute dan akses menuju Taman Nasional ini juga sudah relatif mudah. Selain itu juga tersedia hardtop maupun ojek motor yang siap menemani Anda berwisata.

Secara umum, ada empat tempat yang ditawarkan secara resmi oleh wisata Bromo ini. Yaitu penanjakan, kawah, padang savana, dan pasir berbisik. Selain empat tempat resmi tersebut, kata saya, di mana pun Anda berada, Anda akan melihat keindahan-keindahan alam yang seharusnya otomatis membuat kita kagum dan bersyukur.

kawah bromo dan gunung batok

kawah bromo dan gunung batok

Mulai dari jalur yang ditempuh untuk menuju masing-masing tempat. Anda akan melewati jalur yang kanan-kirinya dikelilingi bukit yang gagah dan kokoh. Warnanya sedikit hijau sedikit hitam tapi menyegarkan mata. Dan jika beruntung, kombinasinya dengan biru langit akan menghasilkan kolaborasi warna lukisan alam yang sempurna. Lalu hamparan pasir yang mengelilingi kawah Bromo, bagai potongan gurun Sahara yang dititipkan di Indonesia. Kalau Anda mau sedikit mendramatisir keadaan, Anda akan merasa seperti sedang main film. Akan sangat mengesankan lagi jika kebetulan ada kabut di sisi-sisi bukit itu. Anda akan merasa seperti sedang konser di atas panggung yang megah, yang sebelum Anda terlihat jelas di hadapan para penonton, Anda dikerubuti oleh kabut yang tebal.

Waktu yang baik untuk melihat sunrise adalah ketika musim kemarau. Namun udaranya sangat dingin. Bisa mencapai nol derajat Celcius. Selain dapat melihat sunrise yang menakjubkan, jika datang di musim kemarau, Anda akan menyaksikan lukisan langit malam yang bertabur bintang. Tempat yang bisa dipilih untuk melihat sunrise adalah kawah atau penanjakan. Menurut Pak Trisno yang mengantarkan saya kemarin, kalau musim kemarau tempat yang baik untuk melihat sunrise adalah penanjakan. Tapi kalau musim hujan dan banyak mendung, mending di kawah saja.

Selain itu, di penanjakan terdapat titik view paling strategis yang bisa melihat sekaligus kawah Bromo, gunung Batok, dan Gunung Semeru di kejauhan. Kalau Anda berbakat atau sudah terlatih, Anda bisa mendapat foto yang sangat eksotis.

Kalau di kawah, di sana dipakai oleh masyarakat sekitar yang beragama Hindu untuk melakukan ritual upacara Kesodo. Kawah itu semakin melebar setelah meletus tahun 2010 lalu. View kawah ini juga keren. Menyerupai lumpang besar yang tidak beraturan. Kalau Anda siap mental, Anda bahkan bisa mengelilingi kawah melalui bibir kawah. Namun jalannya kecil, jadi harus hati-hati. Kalau untuk naik ke puncak bibir kawah itu juga cukup dengan menapaki 250 anak tangga yang telah disiapkan oleh pemda. Hanya seperti naik lantai lima sebuah gedung, bukan?

Dan yang terakhir adalah padang savana. Seperti karpet hijau yang dibentangkan. Asli menyegarkan mata dan menyejukkan hati serta merilekskan otak. Di sana ada semacam penyewaan kuda untuk foto-foto. Kalau Anda sempat, Anda bisa naik kuda dan berimajinasi seperti sedang bermain film kolosal. :p

Paling tidak, itulah pesona yang ditawarkan oleh Bromo kepada kita. Foto-foto yang sempat saya dapat, masih jauh dan tak layak kalau disebut  menggambarkan pesona Bromo yang sesungguhnya. Dan pesan saya cuma satu, jangan sampai Anda pulang hanya membawa foto Anda.😀 Maksud saya, foto-foto itu fokus utamanya hanya Anda dengan berbagai gaya. Dan malah tidak menyimpan keanggunan Bromo yang mempesona di kamera Anda.

Keluarga Luqman:10 – Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Pengetahuan Umum and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Pesona Bromo

  1. xrismantos says:

    Kawahnya tambah lebar semenjak letusan 2010, ini yang belum sy cicipin…kayanya musti segera planning jalan kesana nih *planning2 doank ga berangkat2😀

  2. farizalfa says:

    Indonesia itu emang indah yaaa… apalagi savana di kawasan bromo.🙂
    gak perlu jauh2 ke Ausi deh buat nyari savana yang indah itu🙂

  3. Pingback: Bromo #Photo | Dyah Sujiati's Site

  4. nats says:

    akhirnya…🙂 kau pun menyadarinya..sebetulnya lebih dari hanya “menggugurkan pertanyaan” ada moment (pastinya) dimana kw merasa sangat kecil…sangatttt kecil.. 🙂 ## ya itu… pas dibawah gunungnya😀

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s