Lesson

Setiap orang yang terlahir hidup di dunia ini tak kan lepas dari yang namanya ujian hingga kembali menjadi tiada. Di antara ujian itu ada berbagai macam jenisnya. Ada kalanya kita merasa seolah diri kita adalah orang yang paling berat mendapati ujian. Bahkan tak jarang, kita kadang meminta orang lain mengerti keadaan kita. Lupa kalau orang lain juga bisa jadi sedang dalam ujian yang tidak ringan. Itulah perlunya seni menjalani kehidupan.

Pepatah bijak mengatakan jika setiap tempat adalah sekolah maka setiap orang adalah guru. Ada banyak kejadian yang terjadi yang bisa (dan seharusnya) kita jadikan pelajaran. Lesson of life. Dari kisah yang terlihat sederhana hingga yang bisa menguras air mata. Ada dua sahabat saya yang memiliki salah satu kisah hidup yang saya simpan rapi di hati setelah saya petik hikmahnya. Hikmah yang sulit diungkap dalam untaian kata. Jadi saya tulis saja kisahnya. *haha, sok bijak yang beralibi*

Pertama. Seorang sahabat sebut saja namanya Mbak A. Dia sudah menikah sejak enam tahun yang lalu dan hingga kini belum memiliki anak. Namun, kehidupan ia dan suaminya tetap harmonis dan mereka tidak mempermasalahkan hal itu. Mereka tidak ambil pusing dengan pertanyaan yang sering mampir menanyakan soal anak. Meski pertanyaan itu jelas-jelas tidak nyaman didengar.

Satu hal yang membuat saya terharu adalah ketika Mbak A bercerita pada saya bahwa ketika di hadapan keluarga Mbak A, mereka mengatakan kalau Mbak A yang bermasalah dan sebaliknya di hadapan keluarga suaminya, mereka mengatakan kalau suaminya yang bermasalah.

Subhanallah, dari mereka saya belajar makna ‘saling menerima’.

Kedua. Sahabat saya lagi sebutlah ia bernama Bu B. Usianya kini tak lagi muda. Dia anak pertama dari empat bersaudara yang semuanya perempuan. Ayahnya pulang lebih awal sehingga Bu B menjadi tulang punggung keluarga. Alhamdulillah, Bu B dan ketiga adiknya lulus sarjana. Ketiga adiknya kini telah sukses.

Namun, ternyata kisah cinta Bu B tak semanis kisah cinta di dunia dongeng. Beliau baru menikah di usia 32 tahun dan menikah dengan seorang duda dua anak. Lalu tepat sepuluh tahun usia pernikahannya, Tuhan menghendaki mereka berpisah. Bu B tidak mempunyai anak dari suaminya.

Dan tahukah Anda? Kedua anak tiri Bu B memilih ikut dengannya. Bukan ikut ayahnya atau kembali pada ibu kandungnya. Mereka memilih ikut Bu B dan berbakti pada Bu B layaknya anak kandung. Dan kini Bu B hidup bersama kedua anak (tiri)nya. Mereka hidup seperti keluarga yang dipersatukan ikatan darah. Padahal secara kasar, Bu B sekarang bukanlah siapa-siapanya mereka.

Subhanallah. Dari Bu B saya belajar tentang kasih sayang dan pengorbanan. Kisah mereka, rasanya sayang jika saya simpan sendiri dalam hati.

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Lesson

  1. Banyak kisah kehidupan disekitar kita yg dpt dipetik pelajaran berharga..

  2. Ibu A bisa mengadopsi anak asuh, untuk kemudian menjadikannya anak sholeh/sholihah.

    Bapak yang berpisah dengan 2 anak yg kini ikut ibu B itu sungguh merugi kalau paham betul manfaat mempunyai anak sholeh/sholihah, dan besarnya tanggung jawab di akherat kelak akibat menyia-nyiakan anak-istrinya.

  3. xrismantos says:

    SIapa sangka ya…orang-orang disekitar kita yang nampaknya “normal” ternyata punya cerita yang menyentuh, membuat kita senantiasa bersyukur. Nice post🙂

  4. lazione budy says:

    hidup ini kan memang pelajaran.
    dari setiap makhluk yg ada kita belajar.

  5. nats says:

    nice story….🙂

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s