Meracaurancu

Entah sudah berapa kali, di bulan ini saja, pertanyaan sejenis mampir di telinga maupun di handphone saya.

Di suatu pagi yang tidak spesial tiba-tiba seseorang bertanya pada saya. Kita sebut saja dia Tuan H yang baik hati dan perhatian.

Tuan H : Dyah, umurmu berapa sekarang?
Dy : 24
Tuan H : lha kenapa nggak nikah-nikah?
Dy : gampang lah itu:mrgreen:
Tuan H : jangan gompang-gampang! Kamu perempuan lho!
Dy : *nyengir *ngeeeek

Lain waktu, ini terjadi sebelum tuan H bertanya. Seorang teman lama yang sudah menikah, mengganti foto profil wattsap-nya dengan foto dia bersama anaknya. Melihat itu, saya entah dapat wangsit dari mana sehingga mau berbaik hati menyapa. Kita namai dia Mas N.

Dy : Wah Mas, itu anak sampean sudah besar ya. Salam
Mas N : Iya, makasih. Lha kamu kapan?
Dy : gampang lah itu
Mas N : tunggu apa lagi? Jangan lama-lama!
Dy : *tidak menanggapi*

Batinku, ya jelas nunggu cowokku lah!? Yang, emmm, masih berstatus sebagai kekasih gelap. Haha!

Beberapa kali, ada pesan masuk.
Miss/Mas X : Dyah, gimana kabar?
Dy : baik, Mbak/Mas/dek.
Miss/Mas X : Gimana? Kapan neng/dek/mbak undangannya?
Dy :😀

Ya begitulah, tulisan yang menceritakan sesuatu yang amat sangat tidak penting! Sebetulnya itu hanya prolog -selain saya memang sedang meracau, hehe-. Prolog untuk contoh salah satu tulisan yang tidak penting itu tadi. Saya sering, teramat sering, menjumpai tulisan-tulisan tidak penting semacam itu di jejaring sosial milik orang. Dan menariknya, tulisan kurang penting itu mendapat komentar yang bisa dibilang tidak sedikit. Bisa jadi karena pembaca merasa mengalami juga hal yang serupa. Perlu digaris bawahi bahwa ini tentang hal yang tidak penting.

Lalu apa masalahnya? Tidak ada sih, hanya saya jadi terpikir hal lain. Yang bisa jadi bagi orang yang normal, itu adalah hal yang sangat-sangat tidak perlu. Saya tiba-tiba saja mau-maunya mencermati pola komunikasi di jejaring sosial. *sok iya*

Kita ambil contoh jejaring sosial berupa blog. Ada blog yang ramai dengan komentar dan ada yang sepi komentar. Di antara yang ramai komentar itu, banyak yang yang saya temui ternyata komentarnya sudah OOT alias out of topic. Dari komentar-komentar yang OOT inilah, menurut saya, bisa menceritakan kiranya seperti apa si penulis komentar.

Jadi, selain dari tulisan utama, seseorang bisa dinilai seperti apa dari komentar-komentar yang dia buat. Baik di blog miliknya maupun milik orang lain. Nah! Ini yang mau saya maksud dari tadi. *ya elah belibet amat?*

Dari membaca komentar atau tulisan seseorang, kita akan menyimpulkan seperti apa orang itu. Membosankan? Menyenangkan? Gokil? Atau biasa saja?

Saya pernah mendengar entah peribahasa atau apa yang menyatakan bahwa bahasa seseorang melambangkan seperti apa orang itu. Tapi saya tidak yakin sepenuhnya benar ketika itu digunakan dalam bahasa tertulis. Karena bisa jadi (dan saya sudah mengalami beberapa kali), seseorang itu ternyata berbeda sekali antara yang kita bayangkan dari tulisan-tulisannya dengan ketika kita bertemu langsung dengannya. Atau ketika kita bercakap-cakap melalui telepon.

Ada seseorang yang di blognya terbaca sangat ramai dan cerewet. Ternyata setelah ketemu, dia cukup anggun dan tidak banyak berbicara. Sehingga di akhir pertemuan dia mengatakan, “maaf aku memang seorang pendiam beda kalau di blog.” Bagi saya itu tidak masalah. Karena setiap orang memiliki kespesialan masing-masing.

Dan menurut hemat saya, ada dua jenis penulis di dunia maya jika dikorelasikan dengan dia di dunia nyata. Pertama adalah dia yang kurang-lebih sama dengan yang nampak dari tulisannya. Dan kedua, dia yang agak berbeda dengan yang nampak dari tulisannya. Itu saja, sih. Sekian ceracauan saya. Kalau Anda, termasuk tipe bloger yang mana?😉

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Meracaurancu

  1. ayanapunya says:

    Kalau ada orang di blog yang karakternya berbeda dengan aslinya berarti pencitraannya berhasil😀

  2. Galuh Nindya says:

    menanggapi ttg sinkronisasi seseorang antara saat dlm blog/socmed/media tulisan dg saat bertemu langsung dg ybs, menurutku blm tentu krn ybs pencitraan/nyamar/pake persona sih, karena memang tipe org beda-beda. orang ekstrovert, dy bisa dg mudah menyampaikan apa yg dirasakan/sudut pandangnya secara langsung. dy bisa betah bicara ‘ngecipris’ dlm waktu lama scr spontan dg orang lain. lah org introvert, ga semudah itu dy bs loose menyampaikan scr langsung. menurut bbrp penelitian siiih, ada korelasi antara kepribadian introvert dg kecenderungan penggunaan social media.

    bisa juga krn gaya komunikasinya beda. ada org yg memang lebih mudah menyampaikan ide scr verbal, tapi ada pula yg cara penyampaian idenya melalui tulisan. kembali ke masing-masing orangnya. aku juga ada dosen yg kalo baca tulisan-tulisannya, entah melalui blog beliau, twitter, fb, dll bisa bikin kesengsem abis & kagum sama pola pikir & ide-idenya. padahal kalo diajar langsung sama beliau, berasa “krik.. krik.. krik..” garing banget & sepi! hahaha.. padahal ya bukan berarti beliaunya ga pinter. cuman sepertinya memang kemampuan beliau mengkomunikasikan ide scr verbal ga sedahsyat kl lewat tulisan.

    jadiii.. ati2 aja, jangan sampe ketipu. hehehehe

    *maap panjang ye buu komennya:D

  3. lazione budy says:

    kapan nikah – kapan punya anak – kapan nambah – kapan sekolah.
    dst dst dst.
    inillah Endonesah, santai saja.

  4. xrismantos says:

    Kalau aku sendiri nulis di blog sebagai sarana refreshing setelah jenuh nulis yang formal-formal di kantor, mulai dari buku ajar, laporan penelitian, modul praktikum, dll….jadi kadang memang di blog tulisanku agak selengekan…tapi aku orangnya santun kok hihihihi…

    Menurutku sah-sah aja sih tulisan orang berbeda dengan pembawaannya. Ibarat keju dengan yoghurt, sama2 berbahan dasar susu tapi dengan media yang berbeda maka rasanya juga berbeda.

  5. jampang says:

    hmm…. jadi sungkan mau komen. takut dinilai macam-macam
    😛

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s