Diramal

*hati-hati membaca judul tulisan ini atas posisi huruf ‘L’ dan ‘R’. Jangan sampai tertukar. :p*

Tulisan ini adalah gabungan beberapa hal yang terlalu pendek jika disajikan dalam sebuah tampilan tersendiri. Meskipun sebetulnya dalam satu rangkaian waktu, tapi hal-hal itu independen. Apalagi mengingat hal-hal itu bukanlah hal penting yang saya tetap ingin menulisnya. Jadi lebih baik saya jadikan satu saja. Lalu apa untung dan manfaatnya? I hope you will find by your self, daripada saya menjanjikan hal yang tak pasti.:mrgreen:

Selama tiga hari berlalu, katakanlah saya mengikuti semacam reuni akbar. Ada seorang teman yang dia baru saja mengetahui kalau handphone saya tak lagi konvensional. Dia nampak sangat senang. Barangkali jika di sana sedang tak banyak orang, dia terlihat ingin bersujud syukur. Oh tentu tidak, itu terlalu berlebihan.

Padahal kondisi hp yang kini dia lihat sudah luka sana-sini. Entah sudah berapa kali terjun bebas tanpa payung, baik dari saku, tempat tidur, atau meja. Meski saya sudah berazzam untuk menjaganya sepenuh jiwa sekuat raga, tapi apa daya. Dia suka menghilang jadi kadang-kadang bisa langsung muncul dengan atraktif. Tapi saya percaya padanya bahwa dia akan berusaha untuk bertahan. Sepertinya dia sudah menyadari takdirnya untuk menemani saya. Jadi bagaimanapun desain dia diciptakan, dia akan berevolusi dengan sendirinya untuk bertahan hidup. Semoga demikian. Amin.

Di pertemuan itu saya mendengar percakapan dua orang gadis. Demi kemaslahatan dan keselamatan mereka (nggak segitunya juga kaleee?), kita sebut saja mereka bernama Mawar dan Teratai. Teratai adalah seorang yang bisa bermain piano.

“Tahun depan jika ada reuni macam ini lagi dan aku sudah menikah, aku akan bermain piano.” kata Teratai pada Mawar

“Kenapa tidak sekarang saja?”

“Karena aku ingin mempersembahkan permainan piano pertamaku pada suamiku nanti. Aku ingin menyanyikan untuknya lagu yang berjudul ‘i wanna grow old with you’. Romantis bukan? Dan aku memang ingin memainkan piano sebagai hal pertama yang kuberikan pada suamiku.”

Mawar takzim mendengarkan.

“Lalu kau, hal pertama apa yang ingin kau lakukan pada suamimu?” Teratai lantas bertanya pada Mawar.

Mawar tersenyum dan menjawab, “Aku akan memarahinya.”

“Eh?!” Teratai kaget dan menengok tajam.

“Iya, kenapa dia lama sekali menjemputku.”

@/?)&:;#%§£$€¥

Malam hari di reunian itu, seseorang duduk di kursi kosong sebelah kiri teman saya, sementara saya di sebelah kanannya. Si bapak meminta teman saya menggenggam tangannya lalu lalu si bapak memegangnya. Ternyata si bapak sedang meramal kawan saya. Setelah itu si bapak meminta tangan saya juga untuk diramal. Saya menolak dengan halus. Apalagi pakai dipegang segala. Jadi saya mengatakan padanya, “Maaf Pak, saya tidak berjabat tangan dengan laki-laki nonmuhrim.” Dan si bapak hanya tersenyum.

Ternyata tiba-tiba teman saya yang menggenggamkan tangan saya lalu disodorkan pada si bapak. Si bapak mengamati. Saya tak mungkin bersikap histeris dengan gerakan cepat menarik tangan. Tapi saya justru berfikir cepat kiranya apa yang harus saya katakan pada si bapak bahwa saya tidak akan percaya dengan apa yang dia katakan yang kalau bisa tidak menyinggungnya, syukur-syukur bisa menyadarkannya juga. Tulisan ini, setidaknya bisa menjadi penjelasan atas sikap saya.

Saya belum menemukan kalimat yang saya cari itu. Tapi si bapak rupanya telah selesai membaca genggaman tangan saya. Teman saya mendadak jadi juru bicara si bapak dan menyampaikan hasil pembacaan tersebut.

“Suji, kata Bapak, nanti kamu akan menikah dua kali.”

“Eh?!” saya tak menyangka yang dikatakan adalah seperti itu.

Saya langsung mendekatkan kepala dan bertanya ke bapak, “Iya kah pak? Kok cuma dua kali? Kenapa nggak tiga kali sekalian?”

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah. Bookmark the permalink.

4 Responses to Diramal

  1. rinisyuk24 says:

    Ini sepertinya gabungan antara kegalauan dan penguatan keyakinan. Seperti kata dirimu sampai batas mana kita bisa melewati batasan yang telah Allah tentukan.

  2. jampang says:

    saya juga yakin kalau mbak akan dilamar😀

    insya Allah

    *kabur*

  3. pitaloka89 says:

    Ko karakter mawar sepertinnya itu dirimu say😀
    2 kali gampang, yang penting yang pertama dulu segera menjemput ya.. hehe

  4. xrismantos says:

    Udah berkali-kali tak baca judulnya, bagaimanapun bunyinya tetep “DILAMAR”😀😀

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s