Nyalon

Cuaca panas di suatu siang, angin malas bertiup, dan pohon-pohon tak pernah mengeluh. Suasana sepi, tak terdengar suara burung menyanyi, dan orang-orang memilih bersembunyi di balik atap. Sesekali mereka menguap karena jenuh dan gerah, meski di ruangan itu ada mesin pendingin. Sehingga mereka tidak menyadari ada seseorang yang sedang mengintip. Orang yang mengintip itu adalah seseorang yang sedang merasa sedikit malu. Karena yang dia intip adalah lapaknya yang berdebu tebal melebihi tebalnya debu di dinding rumah akibat letusan Kelud yang perkasa. Sudah berkali-kali bumi berrotasi ia telantarkan lapaknya yang memang dekil.

Padahal selama bumi berrotasi yang entah sudah berapa kali itu, dia tidak akan bisa membuat alibi. Alih-alih dia mau bilang sibuk, toh nyatanya dia tidak membuat karya apa pun. Bahkan membaca satu buku saja, tidak dia lakukan! Alamak! Sepertinya dia sedang mengalami masa yang buruk, tidak produktif. Aktivitas rutinnya bahkan meminta tambahan waktu. Bahkan jika dia minta pemakluman, sepertinya tidak akan ada yang sudi memberi. Ya Tuhan, ampunilah dia dan beri dia kekuatan untuk bangkit. Aamin.

Hmmm, Anda tahu kan siapa dia? Lama sekali saya tidak menulis. Padahal sebetulnya yang mau ditulis juga banyak. Dan entah kenapa, akhir-akhir ini penyakit malas saya begitu menjerat.😥 Semoga saya bisa segera bangkit! Aamin! Fighting!

Dan kali ini saya juga tidak akan menulis hal penting. Ahaha. Hanya menulis semacam intermezzo saja.😀 Jadi maafkanlah!

Nah, saya akan memberitahukan sesuatu kepada Anda. Tentang lampu malam, sunset, dan angin. Ada satu tempat yang saya pikir itu adalah tempat yang sangat baik untuk menikmati sunset. Tempat yang mungkin terlewat, yang mungkin tidak disadari. Yaitu di GKB di belokan yang ada bundarannya. Di dekat rumah makan Larisa. Tapi mungkin beberapa waktu yang akan datang, tak kan seindah sekarang. Karena akan segera di bangun semacam pusat pertokoan. Oh iya, tapi sekarang juga tidak indah-indah sangat. Lantaran di sana ada pohon yang eksotis, tapi sekarang ada daunnya yang berubah menjadi bendera partai. Alamak! Sialnya!

Lalu kalau soal lampu yang indah. Sebetulnya, siapa sih yang bakal menikmati lampu? Emmm, saya suka menikmati yang banyak. Itu seperti mengajak imajinasi saya ke tempat lain yang indah. Bagi saya, itu adalah suguhan alam yang amat romantis. Kalau Anda ke Gresik, ada banyak tempat untuk menikmati romantisnya lampu malam.😀

Oh ya. Cuaca di Gresik saat ini cukup ekstrim. Siang hari bisa sangat panas dan sore tiba-tiba hujan sangat deras. Saya justru membayangkan cuaca panas macam ini seperti summer di negeri antah berantah. Lalu saya seperti sedang main film summer tersebut. Alamak! Imajinasi saya terlalu liar. Tapi sungguh, angin musim panas itu terasa lebih eksotis. Haha.

Dan mengenai angin, ada dua tempat yang bagi saya menghadirkan nuansa yang angin yang eksotis plus romantis. Bisa membuat Anda berimajinasi sedang melakukan syuting untuk latar sebuah lagu. Tempat itu adalah di halaman gedung BNI dan di parkiran Semen Gresik. Oh betapa!

Tapi, ngomong-ngomong, siapa pula ya yang peduli soal angin? Haiyah! Ini adalah sesuatu yang sangat tidak penting. Apalagi sebentar lagi kan PEMILU! Tentu itu adalah hal yang lebih penting. Please jangan golput ya sodara-sodara? Negara sudah menghabiskan banyak uang untuk pesta ini, jadi jangan bikin itu semakin mubazir. Di antara yang nampak macam ‘tai kebo, tai kucing, tai kambing, dan tai-tai lain’, masih ada kok yang bukan ‘tai’. Percayalah! Media memang membuat kita bingung, tapi kita punya akal sehat untuk bisa menjadi pemilih cerdas. Jangan sia-siakan kesempatan itu. Memilih golput seperti orang hilang arah saja. Oke guys?

Nah, ngomong-ngomong soal pemilu ini, bebarapa waktu yang lalu saya sempat ngobrol dengan seseorang.

Orang itu bertanya, “Mbak, kenapa sampean nggak nyaleg aja?”

Lalu saya dengan anggun menjawab, “Walah, Pak! Jangankan nyaleg? Nyalon istri saja dari dulu belum jadi-jadi?!”

:;/”@.#@#%$€*

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Nyalon

  1. rinisyuk24 says:

    Aku kira, kamu ke salon. Eh yang terakhir “Walah, Pak! Jangankan nyaleg? Nyalon istri saja dari dulu belum jadi-jadi?!” UUG, ujung ujungnya Galau hehehe

  2. Galuh Nindya says:

    hahaha.. setuju dg komen di atas. sepertinya inti tulisan ini ada di kalimat terakhirnya ya🙂

  3. Tulisan yang menghibur, mbaak.. Semangat menulis masih tetap ada, kan?🙂
    Today, H-100 Ramadhan:
    Keep SKS. Sehat. Kuat. Semangat

  4. xrismantos says:

    Coblos no. xxx sebagai calon istri legislatif😀😀

  5. Negara sudah menghabiskan banyak uang untuk pesta ini, jadi jangan bikin itu semakin mubazir. Di antara yang nampak macam ‘tai kebo, tai kucing, tai kambing, dan tai-tai lain’, masih ada kok yang bukan ‘tai’. Percayalah! Media memang membuat kita bingung, tapi kita punya akal sehat untuk bisa menjadi pemilih cerdas. Jangan sia-siakan kesempatan itu. Memilih golput seperti orang hilang arah saja.

    Membayangkan orasinya pake toa.

  6. asa says:

    ahaha kalimat terakhir kocak😀

  7. avokadojuice says:

    kata-kata terakhir keren mb hahaha….
    aku pikir dari judulnya “nyalon” itu maksudnya ke salaon, ternyata… hahaha

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s