Partai Keren Sekali, Partai Kita Semua

Bismillah,

Bulan ini adalah bulan pesta demokrasi bagi Indonesia. Karena pada bulan ini, penduduknya yang telah memiliki hak mencoblos dapat mendapatkan (?) hak mereka. Meski bagi saya secara pribadi, pesta ini agak tragis lantaran demokrasi hanya terrayakan dalam sekali coblos di tiga lembar kertas. Dan lebih tragis lagi lantaran tidak semua penduduk mau ikut merayakannya. Padahal? Ini kan pesta! Kenapa tak mau ikut?😀

Baiklah. Jika Anda sudah sepakat untuk ikut berpesta besok pada 9 April, saya ucapkan selamat. Anda telah melewati satu tahap galau. *eyaaa* Semoga kita menjadi pemilih cerdas yang tidak tertipu (lagi) dengan janji-janji palsu para caleg yang tidak mumpuni. Semoga kita menjadi pemilih yang mengantarkan orang-orang baik yang layak menjadi wakil kita di gedung dewan. Semoga Tuhan Yang Esa menjadikan pemilu tahun ini untuk mengantarkan bangsa Indonesia menuju perbaikan dan kebaikan di segala sektor. Aamin!

Nah, bagi Anda yang masih galau dan malas pergi ke TPS, mari baca curhat saya berikut ini. Oh iya. Saya menduga ada dua kemungkinan alasan yang membuat Anda enggan mencoblos. Pertama karena Anda masih bingung menentukan mana partai dan caleg yang baik dan bisa dipercaya. Dan kedua karena Anda masih bersikeras bahwa pemilu adalah produk dari demokrasi yang menurut Anda kufur, sehingga pemilu adalah barang yang ‘haram’. Silahkan pilih alasan itu. *lho?*

Oke kita serius sekarang. Saya akan segera memulai curhat. *gubrak!*

Seperti saya singgung di postingan saya sebelumnya bahwa negara kita Indonesia adalah negara yang kaya raya gemah ripah loh jinawi. Sehingga negara kita menjadi incaran orang-orang serakah. Mereka berusaha merampok kekayaan negara kita dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan membuat peraturan Undang-Undang yang menguntungkan mereka. Bagaimana caranya? Yaitu dengan mengantarkan anak bangsa yang bersedia menjadi budak mereka untuk duduk di kursi dewan. Karena yang duduk di Dewan itulah yang membuat peraturan. Siapakah yang duduk di dewan itu? Adalah mereka yang terpilih melalui pemilu.

Tapi seperti kita ketahui, tidak semua orang yang kita kira baik dan kita pilih dalam pemilu benar-benar baik dan menjaga negara kita. Dan sayang sekali, kebanyakan mereka yang terpilih itu selain mempermudah perampokan negara kita juga memperkaya diri mereka sendiri. Daftar ini memuat nama-nama penghianat tersebut.

Kenyataan itulah yang membuat sebagian dari kita ilfil dengan pemilu. Lalu membuat kita galau dan mempengaruhi kita untuk golput. Padahal jika kita golput, lalu suara yang sah dalam pemilu hanya satu persen katakanlah, pemilu tetap sah dan tidak akan ada pemilu ulang. Satu persen itulah yang akan menduduki kursi dewan. Nah bagaimana kalau satu persen itu ternyata berisi penghianat lagi? Jadi siapa bilang kalau golput itu berarti tidak memilih? Justru golput memberi peluang yang besar untuk penghianat-penghianat. Lebih baik, suara kita untuk mengantar mereka yang baik.

Nah sekarang pertanyaannya, siapa yang baik itu? Baiklah saya akan mencoba sedikit bercerita.

Ketika negara kita kaya, banyak yang melirik alias ingin merampok. Si perampok tentu mempunyai berbagai strategi untuk melancarkan aksinya. Strategi itu lebih dari satu dan antar strategi akan saling terkait. Untuk mengantarkan jongos-jongos mereka ke kursi dewan, mereka memiliki sebuah alat. Yaitu media. Melalui media milik mereka, mereka menipu masyarakat. Media itu menutupi kebusukan mereka, mencitrakan baik para jongos mereka, dan (lebih lagi) merusak mental anak bangsa sehingga anak bangsa menjadi apatis lalu akan mempermudah pemindahtanganan kekayaan negara.

Nah, bagaimana kalau ada orang atau sekelompok orang yang ingin melindungi negara? Tentu sekelompok orang itu berseberangan kepentingan dengan para perampok. Lalu apa yang akan dilakukan si perampok terhadap sekelompok orang itu? Anda tentu bisa menjawab kan? Para perampok itu tentu akan memutar balikkan fakta, berusaha sekuat tenaga agar kebaikan sekelompok orang itu tidak diketahui masyarakat. Dan karena perampok itu jelas bukan orang baik, mereka tentu tidak segan memutar fakta untuk menjatuhkan sekelompok orang tersebut.

Dengan cara apa para perampok melakukan putar balik fakta itu? Jawabannya adalah dengan media yang telah mereka kuasai. Baik media massa, online, maupun elektronik. Karena itulah, kita jadi merasa kesulitan menemukan sekelompok orang tersebut.

Pas kan? Mereka jadi tidak perlu bekerja dua kali. Itu yang saya maksud dengan ‘antar strategi saling terkait’.

Selain itu, para perampok juga punya strategi lain selain menutupi sekelompok orang yang baik tadi. Mereka, dengan berbagai kasus korupsi para jongos mereka sendiri, mereka meracuni otak kita sehingga kita menganggap semua partai akan korupsi. Kita jadi semakin tidak percaya pada siapa pun. Galau lah kita sehingga kita pilih golput. Padahal sejatinya, golput memberi peluang yang lebar bagi para jongos perampok itu! Sementara, masih ada sekelompok orang baik yang bisa dipercaya.

Lalu siapakah sekelompok orang yang mencoba berbuat baik itu? Nanti saja saya tulis. Sampai di sini, saya harap Anda yang memakai alasan pertama untuk golput, akan berkurang kegalauan Anda. Dan tinggal menunggu jawaban tentang sekelompok orang baik itu. Jadi keep stay turn ya!😉

Bagi Anda yang memilih alasan kedua bahwa pemilu adalah barang haram, saya harap Anda punya waktu untuk membaca tulisan teman yang ini. Sederhananya, kita sekarang sedang hidup di Indonesia. Mau tidak mau kita harus mengikuti aturan negara kita. Bukankah kewajiban sebagai muslim juga taat pada aturan negara? Toh dalam pemilu, sejatinya kita juga sedang memilih pemimpin negeri kita.

Kalau Anda menganggap demokrasi adalah kufur, maka sikap yang bijak adalah memberi solusi. Bukan hanya mencela. Yang justru itu menambah keburukan. Jika demokrasi seperti WC yang kotor dan dekil, sementara WC itu amat diperlukan guna hajat hidup orang banyak, apakah Anda akan diam dan WC berubah dengan sendirinya? Tentu tidak, kan? Anda harus (turut) membersihkan itu.

Kita sebagai umat Islam, memiliki satu tugas yang sama yaitu menegakkan kalimat Allah. Kita punya tugas membangun peradaban yang berdasarkan cahaya Islam. Lalu dalam membangun peradaban itu, kita perlu kerja sama dan bagi tugas. Ibarat rumah, tentu ada lantai, tiang, tembok, pintu, dan atap. Bagi yang ingin menjadi lantai, bukan berarti tidak butuh pintu kan? Jadi, alangkah indahnya jika kita sama-sama kerja dan bagi tugas.

Bukankah kita sebagai umat Islam ingin aturan Islam itu ditegakkan? Lalu bagaimana aturan itu bisa tegak kalau penghuni kursi pembuat aturan itu justru para pengkhianat negara? Mana mungkin mereka berpihak pada aturan Islam yang mengatur kesejahteraan manusia?

Kalau Anda masih bertanya, ‘Bagaimana mungkin memilih pemimpin yang baik dengan cara yang tidak baik (pemilu)’? Baik, saya memang tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tapi bagaimana mungkin kita bisa memperbaiki yang salah itu, kalau kita malah membiarkan para jongos perampok itu yang memimpin kita?

Saat ini, sungguh tidak saatnya lagi kita ribut dengan hal remeh temeh seperti itu. Saat ini, saatnya kita merebut kursi kepemimpinan itu agar berisi orang-orang yang baik yang akan mengantarkan negara kita pada kebaikan. Rebut dulu baru ribut! Okey?!

Lalu, siapakah yang pantas kita pilih? Kan tidak seru kalau meminta Anda tidak golput sementara saya tidak memberi alternatif partai yang pantas dipilih.🙂

Baiklah, sederhana saja. Kalau kita umat Islam, tentu kita harus pilih partai Islam. Ada rumah besar umat Islam, ada partai keren sekali, dan ada partai yang menegakkan keadilan dan kepastian hukum.

grafik partai korupsi[sumber]

jawara korupsi[sumber]

Gambar di atas adalah rekam jejak korupsi partai-partai yang melakukan korupsi rentang waktu 2002 s.d 2014. Dari gambar itu bisa kita lihat ada sebuah partai yang hanya mencatat empat kasus korupsi. Itu pun, YANG SATU BARU DIDUGA dan tidak terbukti merugikan negara 1 rupiah pun. Bagaimana menurut Anda? Kalau Anda sudah terbius oleh media, Anda mungkin akan sulit menerima kenyataan ini. Tapi percayalah, partai ini keren sekali. Berikut adalah kesaksian salah satu kadernya.

Selain itu, pada masa kampanye yang telah berlalu kita bisa melihat bagaimana partai itu berkampanye. Partai yang masih memakai cara yang tidak elegan seperti membagikan uang, terlalu banyak janji, dan menghadirkan penyanyi erotis seharusnya menyadarkan kita bahwa mereka tidak cerdas dan tidak ada jaminan mereka akan mencintai negara kita. Mereka akan bisa dibeli dengan murah oleh perampok untuk menjual harta kekayaan bumi Indonesia. Tapi lihatlah partai yang berkampanye dengan elegan, tanpa itu (yang saya sebut tadi) bisa menarik massa memenuhi GBK. Sejarah mencatat tak ada partai yang pernah berkampanye di GBK dan GBK penuh, selain partai ini. Ini baru namanya keren.

Barangkali Anda punya cukup waktu untuk mencari tahu cerita masing-masing partai peserta pemilu, saya sarankan untuk melihat visi-misi partai-partai tersebut. Ada partai yang mempunyai visi-misi untuk membangun Indonesia sampai tahun 2045. Bukan sekedar geje untuk lima tahun yang akan datang. Kalau Anda masih punya waktu lagi, lihatlah kualifikasi dan profil kader-kader serta simpatisan partai- partai tersebut. Dengan hati yang jujur, kita bisa melihat bagaimana seharusnya bangsa ini dipimpin oleh siapa.

Jadi, Anda jangan galau lagi ya?😉 Apalagi kalau kita muslim, jangan sampai golput. Karena sejatinya golput itu membuka peluang lebar bagi para jongos perampok negara. Dan membiarkan para jongos itu duduk di kursi dewan, akan semakin menjauhkan Islam dari umat muslim. Jadi kita umat Islam, kita punya partai Islam, partai kita semua! Pilihlah partai yang paling sedikit pelanggarannya, karena memang tak ada partai yang sempurna. Bagi Anda yang nonmuslim, jangan khawatir. Islam adalah agama lil’alamin. Sejarah mencatat di bawah pemerintahan Islam lah, nonmuslim hidup paling tenang dan damai.

Gambar di bawah ini semestinya menjadi penyemangat kita!

semangat Islam[Gambar dari  sumber dan sedikit dimodifikasi😀 ]

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Opini and tagged , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Partai Keren Sekali, Partai Kita Semua

  1. Aminnn,, Namun Logikanya emangsihh partai-partai yg belum pernah tertorehan Hukum/Korupsi
    msihh banyakk dan msihh banyak juga pemimpin yang jujur, dan adill,, tapi ketika dia sudahh menjabat,, dia akan lupa dengn kejujuranya,, keadilannya,, dan baktinya terhadap masyarakat,,
    dan sampai saat ini di indonesia seringg terjadi.
    kenapa masyarakat memilih Golpout Itu juga di karenakan calonn pemimpin yg menebar janji, tapi tag di tepatii,, kita butuhh pemimpin yg secara jelas mencalonkan diri dengan tidak mengubar janji,, dan suap sana sini,,

  2. rinisyuk24 says:

    Akhirnya, yeah, setuju. 3×3=9 Tanggal 9 pilih nomor 3 )|(

  3. kucingcoding says:

    pemimpin partai yang busuk membuat istilah ini menjadi mengena sekali: “karena nila setitik rusak susu sebelanga”

  4. danil says:

    bagus tulisannya🙂

  5. Pingback: Masih Tetap Golput? | Life Fire

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s