Sulit Kuungkapkan

Dipikir-pikir, judul tulisan ini tidak bermutu dan tidak keren. Haha. Masalahnya saya tidak menemukan kalimat yang baik untuk dijadikan judul. Arrgh rupanya saya memang sering seperti itu. Ya sudah lupakan. Saya tetap akan bercerita.

Sejujurnya, saya memang suka dua-duanya. Saya suka bercerita dan saya juga suka menulis. Jadi jangan bertanya kenapa tulisan-tulisan saya isinya kebanyakan cerita yang tidak penting? Haha. Ya begitulah, dan saya ingin mengatakan pada panjenengan kalau menulis itu melegakan hati. Sungguh. Cobalah! Tapi itu dengan catatan : tulisan panjenengan rapi jika menulis manual dan setidaknya mengikuti struktur kalimat yang baik. Sehingga ketika panjenengan selesai menulis lalu membaca ulang, panjenengan tidak bingung! *pish

Saya akan memulai bercerita. Hari Jum’at yang lalu saat di terminal Bunder, Gresik. Saat itu saya sedang duduk di salah satu bangku kayu guna menunggu bis yang longgar. Karena hari Jum’at itu biasanya bus penuh. Beberapa menit kemudian, datanglah bus Dali Jaya yang nampak longgar. Orang-orang yang sedang menunggu bus berebut naik. Saya juga ikut. Tapi saya kalah besar dan kalah tenaga dengan perebut yang semuanya adalah laki-laki!

Saat saya hendak memegang pegangan pintu bus, tiba-tiba seseorang yang duduk di sebelah saya di bangku kayu itu menyerempet saya lalu naik. Saya mengundurkan diri. Lalu kembali duduk. Dan ternyata orang yang tadi menyerempet saya kembali turun dan duduk di samping saya lagi. Dan taraaa Anda tahu? Saya baru sadar kalau lelaki itu adalah copet! Saya pernah cerita tentang pengalaman copet itu di sini.

Saya tetap duduk anggun di sebelahnya dan meningkatkan kewaspadaan. Itu saja. Tapi dari situlah saya mulai galau. Bukan karena takut kecopetan. Tapi karena saya justru kasihan pada si bapak. Dia ‘bekerja’ tidak tenang. Dia merugikan orang. Yang dia dapat juga ‘sedikit’. Bagaimana ya saya ungkapkan perasaan saya? Tapi sungguh saya kasihan. Sementara saya saat (menulis) ini masih begini-begini saja. Mungkin (dan saya harap saya bisa) suatu saat nanti saya bisa membuat pencopet itu mendapat kebahagiaan dengan cara benar. Aamin!

Lalu perasaan yang sulit saya ungkapkan juga terkait hal lain. Yaitu sms promo. Baik itu jasa les privat, jasa sewa mobil, atau jualan produk tertentu. Karena perbuatan orang jahat yang entah dia tidak mengerti atau bagaimana, yaitu mereka yang dengan teganya melakukan penipuan melalui sms. Mereka itu membuat saya trauma sehingga setiap kali saya mendapat sms promo pasti langsung saya hapus.

Saya jadi kasihan pada para pengusaha baik yang mempromosikan produk mereka. Promosi mereka jadi tidak dapat dipercaya. Padahal, mereka pasti sudah rela sepenuh hati menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya untuk promo itu. Tapi kita malah kejam memperlakukannya. Sekedar membacanya pun tidak. Bahkan sporadis menggeneralisasi bahwa itu adalah penipuan juga. Mungkin kalau sempat, meluncur lah beberapa sumpah-serapah. Ya meski si pengusaha tidak tahu, tapi betapa keterlaluannya kita. Hufh. Sungguh saya jadi kasihan. Mungkin itulah, yang dimaksud dengan kejahatan itu seperti efek domino. Saling terhubung dan terkait. Yang jahat siapa (awalnya) yang jadi imbas siapa.

Jika kejahatan seperti efek domino, saya rasa kebaikan juga demikian. Kebaikan sekecil apapun akan membawa efek selanjutnya. Dan kita mungkin tak pernah tahu ketika hal besar terjadi, ternyata kita ikut andil di dalamnya. So, jangan pernah ragu untuk berbuat baik. Sekecil apa pun itu. *NTMS

Koq, jadi jauh begini. Ya sudah lah. Saya akhiri saja. Sekian. *Lampu dimatikan, layar ditutup, lalu bengong*

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Sulit Kuungkapkan

  1. rinisyuk24 says:

    Jika kejahatan seperti efek domino, saya rasa kebaikan juga demikian. Kebaikan sekecil apapun akan membawa efek selanjutnya. Dan kita mungkin tak pernah tahu ketika hal besar terjadi, ternyata kita ikut andil di dalamnya. So, jangan pernah ragu untuk berbuat baik.–>Exactly🙂

  2. jampang says:

    pay it forward😀

  3. Gak sampai kehilangan khan?

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s