Pokok’e Kaw*n

#VMJSeries

Di usia saya yang hampir seperempat abad akhir tahun nanti *tua juga yak?!* pertanyaan kapan menikah sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Pertanyaan itu jadi meningkat intensitasnya sejak saya meninggalkan bangku kuliah yang hampir empat tahun berlalu. Ada saatnya saya merasa tidak apa-apa dan kalem-kalem saja menanggapi pertanyaan tersebut. Namun ada kalanya pertanyaan itu bisa membuat hati saya kacau. Masih pada tataran normal, bukan?

Dulu, satu demi satu kakak kelas saya menikah. Saya merasa senang itu pasti, meski sedikit bercampur rasa sedih karena ‘kehilangan’. Lalu satu demi satu teman seangkatan saya mulai pada menikah. Dan akhir-akhir ini bahkan adik-adik angkatan juga sudah mulai menikah. Ikut merasa senang tentu saja atas kebahagiaan mereka. Namun perasaan yang entah juga ikut menghampiri. Pertanyaan ‘kapan menikah’ itu justru yang sering bertanya adalah diri saya sendiri.

Sejak dahulu kala, sejak saya memulai menulis blog, saya sudah katakan bahwa saya meyakini kalau jodoh itu sudah tertulis. Dengan siapa dan kapan itu sudah ditentukan. Sepanjang jalan menuju titik pertemuan itu, hak kita adalah memperbaiki diri dan mengupayakan jodoh sesuai dengan kaidah yang lazim. Karena saya percaya bahwa Tuhan melalui kitab sakti telah menyebutkan dengan jelas. Lihat saja jurus 30:21 dan jurus 24:26. Dan yang penting, menikah itu bukan sekedar mengubah status dari single menjadi double. Tetapi ia adalah perjalanan penting menuju pintu surga. Seperti itulah yang saya yakini dan jalani.

Pun, dari pengalaman yang telah lalu dan dari kejadian-kejadian di sekitar, saya bisa ambil pelajarannya. Pelajaran tentang pernikahan itu mengerucut pada satu frase. Pernikahan yang saya maksud di sini adalah hari di mana dua orang bukan muhrim yang melangsungkan akad nikah kemudian menjadi muhrim. Frase itu adalah pokok’e kawin. Anda tidak percaya?

Bagi yang beruntung, bisa merasakan nikmatnya pacaran setelah pernikahan, saya yakin awalnya mereka sudah memutuskan untuk menikah. Tanpa banyak cin-cong, setelah melalui proses dan administrasi secukupnya, menikah lah mereka. Karena dari awal niatnya sudah jelas. Pokok’e kawin. Haha.

Lalu bagi yang sebaliknya. Mau pacaran berapa lama sekali pun, tidak akan menikah kalau tidak memutuskan untuk ‘pokok’e kawin’. Iya kan?😉

Jadi teman, hidup ini adalah pilihan. Mau pernikahan yang berkah yang sejak awal diawali dengan cara yang baik dan benar atau kau menginginkan pernikahanmu berkah namun tidak kau awali dengan cara yang baik dan benar. Bukankah jaminan tentang itu sudah ada dalam kitab paling sakti di dunia ini? Sangat jelas malah. Dan sudah saya sebut tadi jurusnya.

Nah kawan, jika engkau telah memilih ‘jalan’ itu. Jalan yang memang lain dari mainstream. Jalan yang sulit tapi insyaAllah akan berujung manis. Ketika engkau telah memutuskan untuk bergabung dengan pasukan di barisan dakwah. Maka ijinkan saya menguatkan diri saya sendiri. Bahwa pernikahan yang kita harapkan tentu pernikahan berkah yang diawali dengan cara yang baik dan benar. Karena kita adalah serpihan puzzle kehidupan.

Lalu kenapa berbicara sejauh itu? Karena kehidupan adalah rangkaian takdir, proses, dan juga waktu. Kesungguhan kita untuk memperbaiki diri seiring seirama dengan kita berkontribusi di kehidupan, seharusnya adalah hubungan komplementer dua arah. Mungkin kelihatannya tidak logis jika saya menggabungkan VMJ dan pemilu dalam sebuah relasi. Tapi biar saya sederhanakan saja. Karena saya pun mulai pusing. Haha. Sederhananya, bagaimana kita berharap pertolongan Allah demi kesejahteraan negara yang kita usahakan sementara kita justru bermaksiat kepada-Nya dengan bermain VMJ?

Kemarin, seorang kawan mengabarkan pada saya tentang saudara kami yang sedang kena VMJ. Saya juga tidak tahu harus berkata apa lagi. Toh saudara itu sebetulnya juga sudah mengerti. Saya sih cuma menyarankan ke kawan itu untuk bilang ke saudara tadi, “Ya udah mbak, suruh cepet-cepet nikah aja. Pokok’e kawin.”

Jadi sungguh, saat ini saya amat terluka ketika mendengar kabar tentang saudara saya di sana yang saat ini sedang bermain VMJ. Sementara, saya tahu di sudut-sudut TPS ada saudara-saudara yang tidak tidur demi mengawal kejujuran pemilu tahun ini! Perjuangan kita untuk menyelamatkan negara dari cukong-cukong dan jongos-jongos pengkhianat negara tidaklah mudah. Jika kita tak bisa membantu, bukankah seharusnya kita tidak menambah berat keadaan?

Ah maaf teman, kalian pasti tahu tentang gambar-gambar di bawah ini bukan? InsyaAllah mendatang saya akan menulis khusus tentang gambar-gambar itu jika masih ada umur dan kesempatan. Tapi sungguh, melihat gambar-gambar itu jauh membuat saya lebih galau dibanding mendapat pertanyaan ‘kapan nikah?’ Jauh lebih sedih memikirkannya daripada memikirkan pokok’e kawin.😛

BlBxudkIYAAZrkJ[sumber]
BlBrMkqCMAEwF4n[sumber]

BlBKxfqCcAAKzFj[sumber]

BlBar5JCAAE4PZr[sumber]

BlA1B6tIcAAmgVy[sumber]

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in VMJSeries and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Pokok’e Kaw*n

  1. jampang says:

    hasil itu nanti diperiksa lagi di KPU pusat nggak? apa KPU Pusat cuma dapat rekapnya doank?

  2. rinisyuk24 says:

    Galau tingkat tinggi ini, jauuuuh melewati tingkatan galau ‘kapan menikah’. Semoga kebenaran akan cepat terungkap, meskipun kecurangan di sekelilingnya terus menutupi. Partai Kita Semua mendapatkan suara dengan cara elegan dan terhormat, bukan kecurangan yg bikin mual. Kemampuan matematika dasar yang menghitung itu sangat diragukan, gimana mau menghitung jumlah penduduk dan tingkat kesejahteraannya?

  3. pitaloka89 says:

    Ngerih ya…….. Semoga ga cuma lihat rekapnya… tapi dicek 1 per 1…

  4. Ya Allah.. aku tuh kemari pengen liat tulisan kamu tentang PEMILU, ternyata malah bahas soal jodoh & VMJ. Tergoda gambar tho aku.

  5. Penggelembungan suara di P**-P? Ya Rabb… bukankah ada saksi di setiap TPS?? Mengapa bisa terjadi?

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s