Jusuf Kalla : Seorang Muslim Negarawan Sejati

Jusuf Kalla adalah wakil presiden Indonesia 2004-2009. Beliau adalah salah satu tokoh muslim yang banyak berjasa bagi negara Indonesia. Ide-ide beliau cemerlang dan solutif. Beliau juga dikenal sebagai sosok yang humoris. Pembawaan beliau tenang dalam kadar yang tepat dan itulah yang membuat saya sangat suka😀. Sepertinya, beliau adalah satu-satunya tokoh Indonesia yang telah mengumpulkan enam gelar Doctor Honoris Causa dalam rentang waktu lima tahun terakhir ini. Dua gelar diraih dari universitas di luar negeri.

Selain itu, pak JK adalah seorang pebisnis. Beliau mendirikan Kalla Group yang merupakan satu kelompok usaha yang terbesar di kawasan timur Indonesia, kendali usaha berpusat di Makassar, Sulawesi Selatan. Bidang usaha inti meliputi otomotif, konstruksi, properti, energi, dukungan pendanaan otomotif dan logistik, transportasi dan hutan karbon. Sejauh ini saya belum pernah membaca dari sumber yang valid dan terpercaya tentang keterlibatan beliau dengan Cina, mafia, maupun asing. Saya juga belum pernah mendengar dari sumber yang valid tentang bisnis pak JK yang merugikan negara dengan mengngemplang pajak.

Membicarakan pak JK, tentu akan menjadi sebuah buku biografi seorang tokoh. Karena banyak sekali prestasi, ide, dan jasa beliau. Apalagi jika harus memuat ‘ide-ide kecil’ beliau. Seperti halnya pengalihan pedagang asongan di Makassar yang hemat biaya dan waktu. (yang sama sekali tidak ramai diumbar media). Atau ide ‘kecil’ pengalihan bahan bakar minyak tanah menjadi LPG.

Salah satu hal yang membuat saya sangat terkesan pada beliau adalah dulu ketika pemilu presiden 2009 di mana pak JK menjadi capres bersama pak Wiranto. Ketika itu pak JK ditanya apa yang akan beliau lakukan jika tidak terpilih menjadi presiden. Jawaban beliau adalah ingin menikmati masa tua dan mengurus masjid. Wow, keren! Ternyata beliau malah terpilih menjadi ketua PMI yang merupakan lembaga nonprofit nonpemerintah. Dan beliau juga menjadi ketua Dewan Masjid Indonesia. Bagi saya, beliaulah contoh sosok seorang muslim negarawan sejati.

Lalu pada pilpres Juli mendatang, pak JK memutuskan untuk mendampingi Jokowi. Mendengar kabar itu saya benar-benar kaget. Tidak menyangka. Menurut saya itu mendadak. Karena sebelumnya beredar kabar bahwa Jokowi akan berpasangan dengan pak Ryamizard Ryacudu atau Luhut Panjaitan.

Saya langsung mencari informasi kebenaran kabar tersebut. Kenapa tiba-tiba pak JK yang seorang tokoh muslim negarawan mau-maunya mendampingi Jokowi. Yang mana track record barisan pendukung Jokowi (PDIP) selama ini tidak berpihak pada umat Islam. Ditambah prestasi Jokowi yang terkenal ‘tidak serius’ itu. Saya ragu, apakah pak JK benar-benar berminat?

Saya lalu mencari artikel yang menerangkan secara eksplisit alasan pak JK kenapa mau mendampingi Jokowi. Apalagi sebelumnya, dalam wawancara di Bisnis Indonesia, pak JK mengatakan bahwa Jokowi belum saatnya menjadi capres pada pilpres kali ini. Bahkan negara bisa hancur jika jokowi yang jadi presiden. Dan yang saya temukan hanya ini.

Keputusan pak JK mendampingi Jokowi memang membuat banyak orang jadi galau. ‘pengen banget pilih pak JK‘ intinya begitu. Selain beberapa tulisan yang menyatakan kekecewaan atas keputusan pak JK juga langsung bertebaran dan mempertanyakan jiwa kritis beliau. Namun bagi saya, justru bersyukur beliau memutuskan untuk mendampingi Jokowi. Karena, seandainya nanti Jokowi yang terpilih sebagai presiden, masih ada pak JK yang akan menjadi ‘pintu gerbang’ keputusan itu iya atau tidak. Sehingga Jokowi tidak bisa semena-mena pada umat Islam dan negara Indonesia. Agar Jokowi tidak sekehendak hati blusukan mempermainkan negara kita.

Barang kali, seperti itulah yang dipikirkan oleh pak JK sehingga beliau memutuskan untuk mendampingi Jokowi di usia senja dan menjadi seorang ‘wakil’. Barang kali pak JK bosan dengan hiruk-pikuk anak-anak negeri ini yang ribut sana-sana tapi tak bisa bertindak. Sehingga beliau rela mengorbankan masa tua beliau demi negara kita. Beliau siap dengan kecaman dan resiko terhadap keputusan berat itu. Karena saya tidak menemukan penjelasan alasan pak JK, maka seperti itulah khusnudhon saya pada beliau. Dan bagi saya, sikap tangkas beliau tersebut semakin menunjukkan bahwa beliau adalah seorang muslim negarawan sejati.

Menjadi wakil presiden bukanlah hal yang mudah dikerjakan apalagi kondisi bangsa yang kompleks masalah macam ini. Apalagi jika calon presiden terindikasi tidak prorakyat dan tidak promuslim (sebagai penduduk mayoritas). Akan berat sekali tugas pak JK nanti. Beliau yang seharusnya menikmati masa tua, kenapa kita tega membebani beliau dengan tugas berat lagi?

Saya mungkin terlihat lugu dan terlalu berkhusnudhon. Tapi setidaknya dengan menulis ini hati saya menjadi lega. [teteup😛 ] Jadi, simple saja menurut saya. Di pemilu presiden mendatang, kita memang harus memilih yang terbaik di antara yang baik. Yang jelas, presiden dan wakilnya adalah satu paket. Kita tidak bisa memilih hanya karena kebaikan salah satu sementara kita menutup mata pada mudhorot yang akan dibawa oleh yang satunya. Seandainya pak JK masih muda, mungkin beliau adalah orang yang tepat untuk mendampingi Jokowi. Namun kenyataannya, usia Pak JK tak lagi muda. Sudah saatnya beliau menikmati masa tua tanpa beban mengurus negara. Toh, tanpa menjadi wakil presiden untuk kedua kalinya, beliau tetap seorang muslim negarawan.

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Opini and tagged , , . Bookmark the permalink.

14 Responses to Jusuf Kalla : Seorang Muslim Negarawan Sejati

  1. Rini says:

    Saya tidak begitu mengagumi Pak JK😀, jadi dukung beliau untuk menikmati masa pensiun tanpa dibebani urusan negara saja🙂

    • Baiklah, mari kita juga dukung Pak Jokowi …. untuk (tetap) menjadi Gubernur DKI Jakarta agar beliau juga tenang di pengadilan akherat nanti saat ditanya tentang janjinya dihadapan warga yang dipimpinnya.

  2. Sayang pak JK tersandung video wawancaranya sendiri soal Jokowi..

  3. pitaloka89 says:

    Mira malah dapet tulisan kalau JK terpilih jadi cawapres karena maharnya kepada mega. Selain itu, pak JK juga melakukan banyak nepotisme pada saat menjadi wapres SBY di periode pertama, yang awalnya perusahaannya banyak yg hampir gulung tikar jadi luar biasa berkembang saat ini… coba dibrowsing ukh😀

    • Dyah Sujiati says:

      Sudah coba crosscheck sebelumnya, ukh. Tapi hasilnya tidak dari sumber yang ‘netral’ bahkan ada dari anonim. jadi menimbulkan banyak spekulasi.
      Pak JK jelas bukan manusia sempurna yang terbebas dari salah. Tapi secara umum, beliau adalah muslim yang taat.
      Wallahu’alam.

      • pitaloka89 says:

        iya, tapi mengagumi manusia selain Rasulallah dan para sahabat agak ngeri juga sekarang ini, karena kita ga pernah tau dibalik itu..
        Belum berita yang memberitakan jawaban JK ttg pertanyaan tentang syiah yg diusung PDIP.. agak ngeri2 sedap juga. hehe…
        Wallahu’alam..

      • Dyah Sujiati says:

        Yo i, hanya Nabi Muhammad idola yang tepat.
        Dalam konteks tulisan ini, ketika pak JK bersanding dengan jokowi, bukan berarti kita boleh kehilangan jiwa kritis kita dalam pemberitaan tentang beliau dan menafikan prestasi beliau. Dalam arti, ketika beliau mau mendampingi Jokowi yang memang menjadi tanya besar, kita lantas tidak objektif lagi terhadap beliau.

        Dan khusus pemilu presiden mendatang, sudah sy kasih tipsnya tuh ukh😀
        >> bahwa kita tidak bisa memilih hanya karena kebaikan salah satu sementara menutup mata atas mudharat yang dibawa satunya. Sebab presiden dan wakilnya adalah satu paket. <<😉

      • pitaloka89 says:

        Yup… hanya sedikit merasa kalau dirimu mengagumi pak JK sedikit berlebihan aja ukh. Hehe…

        Saya tetap dukung pak J sebagai DKI 1 saja😀

      • Dyah Sujiati says:

        Tidak, tenang saja. Tidak dalam kadar terlalu, tapi masih dalam tataran normal, insyaAllah.🙂
        Saya menghormati beliau sebagai salah satu tokoh muslim negarawan.

        Dan kali ini hanya berusaha objektif saja pada beliau.

  4. Rivanlee says:

    saya pribadi tidak mengagumi sosok seseorang secara mendalam, tapi senang kalau baca berita/artikel tentang kebaikan seseorang, semoga kita bisa belajar dari kegigihan beliau😀

  5. saya bookmarks blog ini, moga2 putri saya bisa seperti anda kelak.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s