Mantap Memilihnya

Kalaulah Anda sedang dalam posisi di antara dua pilihan atau bahkan lebih, saya yakin Anda akan galau. Dan ketika Anda sudah membuat keputusan untuk memilih satu di antaranya, saya yakin Anda lega meski bisa jadi kegalauan belum sirna sepenuhnya. Begitu juga dalam pilpres dua hari lagi. Saya sudah membuat pilihan dan saya mantap memilih mereka.

Memilih presiden dan wakilnya sama dengan memilih imam dalam hidup bernegara kita lima tahun ke depan. Dan efeknya juga tidak berhenti pada lima tahun saja. Lima tahun itu lama lho! Dan kita tidak bisa semena-mena ‘menceraikan’ mereka bila tak lagi cocok. Pilpres memang bukan segala-galanya. Tapi melalui momen tersebut kita memilih pemimpin kita untuk lima tahun ke depan. Sehingga kita harus memilih yang terbaik bagi segenap rakyat Indonesia.

Pada pemilu ini hanya ada dua pasangan calon presiden dan wakilnya yaitu Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jk. Awalnya saya sungguh belum sreg atas kemunculan nama-nama itu. Saya berharap ada yang lain.

Sejak awal, saya memang tidak respect pada Pak Jokowi. Kemunculan beliau sebagai orang yang terlalu istimewa membuat saya yang realistis ini tidak menyukai model-model yang begitu. Lagipula masih banyak yang lain. Kinerja beliau belum jelas tapi beritanya seakan sudah berjasa setinggi langit bagi rakyat. Sedangkan pak Prabowo sendiri, saya juga belum setuju kalaulah harus beliau yang menjadi alternatif. Setahu saya beliau hanya seorang purnawirawan TNI dan ketua umum partai Gerindra. Media hanya memberitakan itu-itu saja terkait pak Prabowo. Nothing special. Sehingga dengan TERPAKSA saya menjatuhkan pilihan pada Pak Prabowo.

Idealnya, pasangan capres cawapres adalah putra-putra terbaik bangsa. Sehingga rakyat akan memilih yang terbaik diantara pilihan yang baik baik itu. Tapi sayangnya, menurut saya tidak demikian. Saya tidak akan memilih pasangan kedua (salah satunya) karena pak JK sudah sepuh. Saatnya beliau menikmati masa tua tanpa beban. Sehingga prinsip saya memilih pak Prabowo adalah memilih yang paling kecil mudharatnya. Meski untuk Pak Hatta saya tidak meragukan kapasitas beliau sebagai seorang teknokrat.

Saya pun mencoba mengkomparasi kedua pasangan tersebut. Saya perhatikan visi-misi mereka. Tapi sayang sekali lagi. Bagi saya -yang realistis-, visi misi yang baru akan dilaksanakan itu tak lebih dari sekedar retorika. Sehingga saya lebih tertarik untuk melihat secara lebih jauh siapakah gerangan orang yang akan saya pilih. Saya mempelajari rekam jejak beliau Pak Prabowo dan mengamati bagaimana beliau bersikap dan bertutur dalam setiap debat capres yang disiarkan secara live.

Dari observasi saya pada beliau, akhirnya makin hari pola pikir saya berubah. Saya mulai ada respect pada beliau. Setidaknya, hal-hal di bawah ini adalah hal yang berperan menyadarkan saya bahwa saya tak perlu terpaksa memilih beliau.

  1. Manifestasi agama menurut partai Gerindra.
  2. Pembelian Kiani Kertas
  3. Cara beliau berkomunikasi di ranah twitter.
  4. Donasi beliau Rp 500 juta ke Palestina. Ibarat tangan kanan memberi tangan kiri tak tahu. Tapi justru akhirnya kini Allah memperlihatkan itu.
  5. Ini yang paling penting yaitu cara beliau berkomunikasi di Debat Capres. Sikap beliau yang rendah hati dan dewasa, juga ketegasannya, membuat saya yakin bahwa beliau adalah layak menjadi pemimpin bagi bangsa besar bernama Indonesia.
  6. Beliau tampil apa adanya. Tidak sok islami. Tidak mendadak sorban, tidak mendadak doa, tidak mendadak-dadak lainnnya. Beliau JUJUR! (Satu hal yang kelihatannya jauh dari yang nampak pada Pak Jokowi) Dan masih banyak yang lain. Nanti terlalu panjang. Haha.

Dan sebagai catatan, dukungan saya kepada beliau bukanlah semacam taklid buta. Tidak. Jika nanti beliau terpilih menjadi presiden dan kemudian ada kebijakan beliau yang melanggar UUD maupun Pancasila, saya akan tetap menjadi bagian dari mereka yang kritis. Sebagaimana Ustad Salim A. Fillah tulis di sini. Pun sebaliknya, jika yang terpilih nanti adalah pak Jokowi, saya juga akan tetap menjadi warga negara yang berusaha baik. Sebagaimana pesan pak Prabowo bahwa kita harus menghormati dan menerima apa pun keputusan rakyat.

Kini, saya sudah tak lagi terpaksa. Tapi, InsyaAllah mantap memilih beliau, Pak Prabowo Subianto bersama Hatta Rajasa menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2014-2019.

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Kontemplasi, Others and tagged . Bookmark the permalink.

7 Responses to Mantap Memilihnya

  1. Rini says:

    Yups. Semakin mantaPKS memilih Prabowo-Hatta🙂

  2. jampang says:

    pak probowo kayanya pernah jadi ketua perhimpunan tani, kepala organisasi olahraga beladiri juga

  3. Bang Yusuf says:

    Pilihannya sudah tepat menurut abang. Sebagai muslim, kita cukup lakukan tindakan sederhana, pilihlah dimana umat Islam banyak bersepakat. Seperti saat sebuah hadits banyak disepakati, maka ke’shahih’an-nya dapat dipastikan.

  4. MENONE says:

    jujur sekarang saya sangat kecewa dengan sikap kedua calon tersebut…….. ga dewasa dalam menghadapi demokrasi di negeri ini

  5. ferro winda says:

    wah, blognya mba. isinya bagus2, aku belum belajar pakai wordpress mba. baru bikin malah belum aku isi, udah kadaluarsa. kapan2 main ke blognya aku ya mba.. windaferro.blogspot.com

  6. mmamir38 says:

    Kalo anda ngikutin @TrioMacan2000 yang sekarang berubah jadi @TM2000Back, anda bisa fahami siapa Jokowi, siapa Prabowo.
    Lucunya paling sedikit ada 3 perempuan ex MP yang memuja-muja setinggi langit manusia yang anda tidak kagak respek.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s