(Bukan) Bantahan Atas Penyikapan Terhadap Quraish Shihab

Bismillah. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Dia lah yang memberi petunjuk kepada Yang DikehendakiNya dan Dia pula yang menyesatkan Yang DikehendakiNya. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tiada satu orang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka sungguh tiada satu orang pun yang bisa memberinya petunjuk. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk. [QS Ar-Ra`d ayat 33 ]

Kita sering mendengar kisah-kisah mengharukan orang – orang yang menemukan hidayah. Entah itu seorang yang menjadi mualaf atau yang tadinya muslim KTP menjadi muslim kaffah atau cerita lainnya. Betapa Maha Kuasa Allah yang telah memberi petunjuk kepada hamba yang dikehendaki-Nya. Sebaliknya, tak kurang juga pelajaran yang Allah berikan kepada kita dengan mencabut petunjuk dari orang yang beriman. Tidak sedikit muslim yang murtad. Pun tidak sedikit muslim yang berubah menjadi penghujat agamanya sendiri. Demikianlah seharusnya kita bisa mengambil pelajaran bahwa nikmat islam dan iman adalah nikmat paling besar dalam hidup. Dan kita tidak boleh berhenti meminta perlindungan dari Allah agar tidak disesatkan oleh-Nya setelah diberi petunjuk.

Sangat tidak menutup kemungkinan, seorang ahli ibadah, seorang ulama sekalipun yang telah berkarya dan berjasa besar bagi kaum muslimin, ketika Allah hendak mencabut iman dari hatinya, tiada satu pun yang bisa menghalangi. Kita sebagai manusia biasa harusnya bisa memahami akan hal itu. Islam mengajarkan umatnya untuk mengambil pelajaran dari segala yang Allah nampakkan. Sehingga sangat tidak dibenarkan ketika mengkultuskan seseorang yang kita anggap baik lalu menganggap dia tidak akan pernah melakukan kesalahan. Itu yang harus kita pahami. Sehingga kita tidak mudah diadu domba dan dipecah belah.

Ketika seseorang di masa hidupnya berkarya sedemikian rupa bagi umat ini, itu adalah kenikmatan yang Allah anugrahkan kepada umat Islam melalui orang tersebut. Kita tidak boleh melupakan jasanya itu. Lalu ketika Allah mencabut petunjukNya (karena itu adalah hak prerogatif Allah) kita juga tidak sepantasnya menutup mata dan kita sangkal habis-habisan. Begitulah seharusnya kita memaknai, tanpa kemudian membela habis orang tersebut. Sekali lagi, petunjuk dan kesesatan itu hak Allah dan berlaku bagi siapa pun dan di dalamnya pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mau berfikir.

Belakangan ini, umat Islam banyak yang terluka akibat ucapan salah seorang ulama yang mengatakan bahwa Rasulullah tidak dijamin masuk surga. Beliau juga belakangan menyatakan bahwa jilbab tidak wajib. Padahal beliau ini ilmunya sangat luas. Karya-karya beliau bejibun dan Subhanallah itu sangat menambah khasanah kekayaan umat Islam. Namun belakangan ini juga malah beliau terindikasi syiah. Nah kemudian bagaimana menyikapi ulama seperti ini?

Sedikit saja, bahwa syiah dan islam adalah agama yang berbeda. Sungguh, syiah bukan bagian dari islam. Kalau Anda belum yakin, silahkan hunting ilmu lagi. Sy tidak akan bahas di sini karena itu panjang. Sehingga ketika ada seseorang yang terindikasi syiah, kita harus waspada. Masalahnya bukan terletak pada siapa personal yang terlibat tapi pada bahayanya terhadap aqidah umat.

Anda pasti tahu siapa ulama yang saya maksud, yaitu bapak Quraish Shihab. Kejadian beliau mengatakan bahwa Rasulullah tidak dijamin masuk surga, semestinya tidak menjadikan kita terpecah belah. Mestinya membuat kita waspada dan menarik pelajaran. Orang sehebat dan sekelas beliau ternyata bisa khilaf seperti itu, apalagi kita yang masih begini-begini saja?

Kecintaan kita pada beliau dan mengingat mahakarya beliau pada umat Islam, semestinya bisa mengantarkan beliau kembali ke jalan yang benar. Bukan dengan membela membabi buta. Bukan juga dengan menuduh yang mengingatkan untuk waspada sebagai memfitnah. Innalillahi, sungguh itu adalah musibah sebab kita telah menjadi orang yang dangkal dalam berfikir. Kita sesama muslim malah saling tuduh fitnah. Bilangnya tak mau diadu domba, tapi percayalah, ketika kita gelap mata tidak berfikir jernih, sesungguhnya itu adalah keadaaan di mana kita menyerahkan diri untuk diadu domba.

Sekali lagi, petunjuk dan kesesatan itu adalah hak Allah. Hak kita adalah meminta-Nya tetap memberi petunjuk kepada kita di jalan yang diridhoi-Nya.

Masa/Waktu (Al-`Aşr):1-3 – Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

–**–

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Kontemplasi and tagged . Bookmark the permalink.

13 Responses to (Bukan) Bantahan Atas Penyikapan Terhadap Quraish Shihab

  1. Ana Tolibun says:

    Pernyataannya bagus, Mbak. Namun, akan lebih baik kalo ditambah pernyataan klarifikasi dr Prof. Quraish Shihab bahwa Tuhan telah memberi rahmat kepada Rasulullah Saw. sampai puas, termasuk di dalamnya Surga. Kalo masalah jilbab, wallahu’alam.

  2. “Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk”. [QS Ar-Ra`d ayat 33 ]

    Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.
    Semoga kita berada dalam golongan kaum yang lurus, tidak ingkar setelah datang petunjuk-Nya. aamiin.

  3. mhilal says:

    Prof. Quraish Shihab sdh melakukan klarifikasi terkait hal ini. Bisa dilihat di web resminya: http://www.quraishshihab.com.

  4. jampang says:

    tabayun itu emang penting

  5. Better add Shihab’s clarification as a post-script.

  6. masdjie says:

    Quraish Shihab adalah seorang pakar tafsir. Bisa jadi kata-katanya yang demikian perlu ditafsirkan lagi🙂 Namun andai saja itu memang demikian, saya tetap saja menyayangkan hal itu karena beliau salah tempat dalam melontarkan pernyataan itu.🙂

  7. Pertama, diatas ditulis “Namun belakangan ini juga malah beliau terindikasi syiah”. Nah itu baru indikasi khan?. Sementara beliau sudah membantah ia penganut syiah. Apakah tidak cukup bagi orang yang menuduhnya. Kalau pun tidak cukup, coba buktikan kalau betul beliau syiah. Bukankah Quraish shihab sendiri sudah mempersilahkan utk membuktikan, namun sampai sekarang tidak ada bukti yang kuat.

    Kedua, sebagai manusia, Quraish shihab tak bisa lepas dari kekeliruan dan khilaf. Bahkan tafsir yang ia tulis tak bisa dilepaskan dari prespektif/sudut pandangnya. Untuk jadi seorang mufasir itu tidak mudah, banyak sekali syarat yang harus dipenuhi salah satunya hafal 30 juz al quran, paham tata bahasa arab, dan mengerti asbabul nuzulnya. kemampuan yang diberikan Allah kepada beliau tidak membuatnya lepas dari kesalahan. Makanya Allah melarang taqlid buta,bahkan kpd ulama sekalipun. Apalagi taqlid buta kepada seorang politikus yang menuduhnya.

    Ketiga, saya pribadi tidak setuju ketika Quraish Shihab ikut serta dalam hiruk pikuk politik pada pilpres beberapa waktu yang lalu. Walau politik terkait erat dengan kepentingan umat. Bisa jadi persoalan yang menerpanya akibat dari pilihan politiknya ini.

    Keempat, sangat disayangkan klarifikasi yang telah beliau buat tidak dipahami sebagaimana memahami konteks saat ia mengucapkan kata kontrovesial tersebut. Dalam klarifikasi itu beliau berdoa agar orang yang menuduhnya hanya salahpaham, bukan bermaksud memfitnah. Sangat disayangkan sekali kita masih mencurigai beliau, sementara beliau sudah mengklarifikasi dan meluruskan ucapannya.

    Allah Maha Tahu Hati setiap manusia.
    Wallahualam

    • Dyah Sujiati says:

      Soal beliau terindikasi syiah, poinnya di sini adalah kita mesti waspada. Siapapun bisa berpeluang jadi syiah kalau nggak kuat iman, ulama sekalipun. Sebagaimana di surat Ar Rad ayat 33 itu.

      “Apalagi taqlid buta kepada seorang politikus yang menuduhnya. –> kenapa ada politikus di sini, Mas?

      • Dari informasi, awal kontroversi Rasulullah tdak dijamin masuk surga itu bermula dari twit dr salah seorang politikus di twitter. Coba googling aja siapa politikusnya..

        Klu waspada pada diri sendiri sih gak masalah,dalam hal apapun. Jangankan berpeluang jadi syiah, kita semua mempunyai potensi jadi kafir dan munafik sebagaimana potensi yang ada pada diri masing2 manusia utk beriman. Tinggal kita mau pilih yang mana. Kalau bisa jangan mencurigai dengan berlebihan, karena islam melarang hal yang berlebihan/melampaui batas..

      • Dyah Sujiati says:

        Informasi dr mana itu Mas?😛
        Munculnya itu waktu wawancara di metrotipi. Ini ada link videonya https://www.youtube.com/watch?v=YBOAuV0n4g8&feature=youtube_gdata_player

        Iya Ajo, melampaui batas emang nggak boleh. Tapi kita juga musti bisa bedakan kapan sudah melampaui batas dan mana belum melampaui. Hehe.

      • Informasi dari beberapa media online, dan si politikus juga tidak membantah bahwa ia ngetwit terkait persoalan itu.. klu ucapan kontroversi itu memang saat dakwah quraish shihab di metro tv, saya waktu itu langsung nonton di tv jam 3 sebelum sahur, bukan nonton video ny yg di yutube itu dan saya tidak menemukan kesan yang kontroversi karena coba memahami nya secara utuh, bukan sepotong-sepotong.. nah, belakangan baru kaget kok bisa rame gitu.. ternyata nemu informasi terkait politikus itu.. saya berdoa semoga twit itu tidak termotivasi oleh kepentingan politik.

  8. Rini says:

    Mungkin ini cara Allah menunjukkan siapa Pak Quraish sebenarnya. Terlepas pernyataan itu sebuah kekhilafan atau memang menurut pandangannya secara sadar.

  9. mmamir38 says:

    Aku jadi ketawa baca penjelasannya tentang jilbab.
    Pantesan dia nempel sama nomor 2.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s