Hp Yang Tertukar

Judul tulisan ini macam judul sinetron ya? Haha. Sejujurnya memang saya ingin mengaitkan dengan itu. Tapi susah juga. Dan saya juga malu kalau membuat judul yang terlalu jujur menggambarkan isi tulisan. (?) Sebab ini adalah untuk kesekian kalinya saya mengulangi kecerobohan. Hfff. Ya walaupun segala sesuatu adalah rangkaian takdir, tapi alangkah eloknya jika kita (khususnya saya) tak jatuh lagi di lubang yang sama. Baiklah, sebaiknya saya memang tak perlu berapologi. Hehehe.

Jadi begini. Handphone saya yang biasanya saya pakai untuk berselancar di dunia maya, yang kata orang-orang dengan jumawa seolah dunia di genggaman itu, hari Senin lalu telah pergi untuk selamanya. Jadi bukanlah hp yang tertukar melainkan hp yang hilang.

Ini adalah kehilangan hp kelima selama empat tahun terakhir.😯 Tapi yang dua kali itu ‘berhasil’ saya temukan. Yang satu memang belum ada yang ambil. Kalau yang kedua itu sudah diambil orang dan dilepas simcard-nya tapi saat saya minta, dikembalikan (dengan marah-marah). Kehilangan yang ketiga itu jatuh entah di mana. Saya tak paham betul. Kemungkinan meleset saat saya memasukkan saku ketika hendak turun bis. Kalau kehilangan yang keempat adalah kecopetan saat naik bis. Dua hp sekaligus. Dan yang kemarin hilang itu jatuh di jalan saat saya naik motor. Ya sudah, good bye saja. Jodoh saya dengannya telah berakhir. T_T

Nah kan? Tulisan ini amat sangat tidak penting! Andaikan semua kontak saya (yang jumlahnya sekitar seribu orang) adalah follower blog ini, barulah tulisan ini bisa diharapkan manfaatnya. Haha.

Satu hal yang terus membuat saya beesyukur hingga saat ini sejak hp itu pergi adalah ‘kesterilan’ hp saya dari foto selfie! Yihaa, Alhamdulillah. Aman rasanya karena tidak ada peluang foto saya disalahgunakan. Atau sekedar dinikmati mata-mata jahil lelaki. Ada sih lima biji foto saya di hp itu. Tapi itu bukan foto selfie dan memang sudah go public. Hehehe.

Terakhir, pesan saya, khususnya untuk para akhwat yang sudah betul-betul berhijab, tahanlah hasrat narsismu. Bersyukur saja karena dianugrahi paras yang cantik, tak perlu kau abadikan dalam handphone pintarmu. Apalagi kalau sampai pengen narsis tanpa jilbab? Waduh! Sumpah, mending jangan kau lakukan walau di hpmu sendiri. Karena bahaya itu kalau handphonemu hilang. Siapa yang bisa jamin hpmu tak kan hilang?.😉

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Others and tagged , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Hp Yang Tertukar

  1. ayanapunya says:

    setujuuu. mending fotonya rame-rame aja. hehe

  2. Mas Djie says:

    Hehe… Aku pernah tuh dulu kehilangan hp saat istirahat di masjid tebu ireng jobang, aku dan teman kebetulan terlelap dan diambillah mungkin sama santri setempat. Bersyukur orangnya gak diambil😀

  3. Rini says:

    Judul tulisan ini macam judul sinetron ya?–>Untung judulnya bukan catatan hati seseorang yang kehilangan hp hehe.

  4. jampang says:

    nasihat terakhirnya pas sekali. semoga banyak yang membacanya. aamiin.

    *turut berduka cita

  5. Enje says:

    iya sepakat. pun hae sendiri, jangan deh foto2 lagi gak pake jilbab. kan seremO_o

  6. Yudi says:

    Wah, bisa bahaya banget ya kalau hp yang hilang banyak foto-fotonya.. Bisa disalahgunakan..

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s