Ribet Sih, Tapiiii Tipis!

Banyak hal yang terjadi di dalam kehidupan adalah seperti sesuatu yang ‘abu-abu’. Membuat kita galau untuk memilih. Dalam banyak hal. Padahal kita, selaku manusia yang waras akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap perbuatan yang kita lakukan. Sebagaimana firman Allah dalam QS Az-Zalzalah:7-8 : Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Jaman sekarang dengan segala kemudahan yang ada, hampir membuat segala sesuatu sifatnya menjadi instan. Berfikir pun jadi instan alias cekak. Pendek. Orang malas berfikir ‘sedikit lebih perhitungan’. Orang cenderung mengambil enaknya saja sekarang, lupa kalau esok masih ada hari. Alih-alih seperti itu, justru mengikis jiwa kritis yang seharusnya tetap ada.

Hari-hari ini, minimarket tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Ada satu kesamaan yang terjadi hampir di seluruh minimarket yang pernah saya kunjungi. Yaitu permintaan atau ajakan donasi dari uang kembalian kita yang bernilai kurang dari seribu rupiah. Ajakan yang mulia bukan? Iya kelihatannya. Tapi itu sungguh menyesatkan. Lho koq?

Ajakan donasi identik dengan ajakan berbagi adalah ajakan yang sangat mulia. Apalagi hanya dengan nominal ratusan perak akan di-cap pelit bila kita menolak. Barangkali, kita tidak berharap dapat pahala sedekah dari donasi mini itu. Atau kita juga tak perlu merasa terbebani andai kata, donasi itu disalahgunakan. Toh cuman ratusan perak ini. Tapi bagaimana dengan peringatan Allah di atas? Bukankah setiap perbuatan itu dipertanggungjawabkan kelak?

Misal kita punya kepastian akan dikemanakan donasi mini tersebut, its okey. Tapi jika kita tidak tahu, seharusnya kita pastikan dulu. Saya pernah mendapat info dari kawan saya. Bahwa pembangunan gereja liar di daerah-daerah kristenisasi di Malang, salah satu sumber dananya yaitu donasi-donasi ‘imut’ dari minimarket.

Sejak saat itu, saya berusaha memastikan pada kasir donasi-donasi itu dikemanakan? Namun apa boleh buat, kasir pun sering tak paham. Belum lagi kalau saya malah disinisin oleh kasir dan orang yang antri di belakang saya. Hayyah! Mau berusaha baik dan benar aja kenapa susah amat yak? Hihihi.

Mungkin ada yang ber’alibi’ : belum tentu benar juga info kristenisasi itu benar. Oke lah boleh bilang demikian. Tapi apakah setelah mendengar info itu kita memilih menutup mata dan hati? Justru karena ada info itu, maka kita harus memastikan dahulu. Setidaknya itu sebagai bentuk kehati-hatian kita.

Lalu, bagaimana jika memang minimarket itu tidak punya uang kembalian? Harusnya sih kalau memang niat berjualan ya mestinya dia siapkan uang untuk kembalian. Jangan malah sengaja tidak ada kembalian. Nah, saya punya sedikit tips untuk mengantisipasi hal itu.

Misal ya, uang kita seharusnya kembali 200 rupiah. Kasir meminta kita mendonasikan. Lalu kita menolak. Karena tak ada kembalian, kasir malah memberi kita kembalian 500 rupiah. Nah lho? Kita jadi membawa uang minimarket donk 300 rupiah? Malu kan kalau kita terima?

Maka, kita harus mengembalikan 300 rupiah itu pada kasir. Caranya adalah dengan kita membawa uang receh dari rumah. Siap sedia receh sebanyak-banyaknya. Ribet kan? Hehe. Tapi daripada kita ribet di akhirat kelak gegara hal sepele begitu?🙂 MahaBenar Allah dengan firman-Nya lho.😉

Begitu juga kalau kita diberi kembalian permen. Bisa mampir ke 👉 dyahsujiati.com/2013/09/01/tegas/

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Ribet Sih, Tapiiii Tipis!

  1. Rini says:

    Lebih bagus lagi, usahakan minimalkan belanja di minimarket, kecuali memang tidak ada lagi tempat membeli barang yang dicari di tempat sekitarnya. Mending lebih mahal tapi di warung-warung kecil kan Mbak daripada donasi tidak jelas seperti itu, memberdayakan secara langsung juga.

  2. jampang says:

    kadang perlakuan masing-masing pelayan nggak sama. ada yang nawarin gitu, ada juga yang nggak. saya seh lebih senang yang nggak nawarin😀

  3. Bagus. Pilih donasi yang jelas kemana disalurkan.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s