Dialogue : Sampah

Today i meet someone on the bus. I know, what I do was just very simple thing. But I hope the little simple thing was just happend will be a motivation for me someday. Also inspire others. That’s our dialogue. Cekidot!

Prolog : Usai menerima karcis dari kondektur, seseorang di samping saya (you know who) melepaskan karcisnya sehingga terbang. Karcis itu tersangkut di punggung tangan kiri saya. Saya pun mengambilnya lalu saya serahkan lagi pada seseorang (you know who). Dia lalu hendak melempar kertas karcis itu keluar kaca jendela bis. Dengan spontan, saya berteriak padanya “Tunggu!”. Saya lalu meminta lagi kertas karcis itu dan memasukkannya ke saku tas sambil berujar, “Jangan buang sampah sembarangan.”

Seseorang di samping saya (you know who) kelihatan syok melihat perbuatan saya. Lalu dengan kalem saya bertanya, “kenapa?”.

Seseorang itu (you know who) masih menggeleng-gelengkan kepala dan saya ulangi pertanyaan saya, “kenapa?”.

Dia lalu menjawab dengan wajah keheranan melihat kelakuan ‘lebay’ saya, “Tidak apa. Kok segitunya?”

Saya ulangi lagi dengan pertanyaan yang sama, “kenapa?”

Dan menjawab dengan ekspresi dan jawaban yang sama. Lalu saya menimpali dengan kalimat retoris imajinatif, “Di luar negeri nggak ada orang buang sampah sembarangan.” *padahal saya belum pernah ke luar negeri. Cuma katanya yang sudah pernah keluar negeri begitu*

Dia lantas menjawab, “Iya. Tapi ini kan Indonesia!”

Saya menanggapinya, “Mangkanya Indonesia nggak maju-maju. Penduduknya kebanyakan menuntut ini itu tapi nggak mau berubah. Paling tidak memulai dari diri sendiri.”

Seseorang itu (you know who) mengangguk dan bilang, “masuk-masuk-masuk”

***

Begitulah kisah dialog soal sampah tadi sore. I hope he did not pretend agree to me but in his heart angry. Hehehe. *suudhon*

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Dialogue : Sampah

  1. Kalo dia sudah terima argumenmu, serahkan kembali potongan karcisnya ke dia, sebagai bukti tanggungjawabnya.

  2. Yfachroby says:

    kondektur bus yah…

  3. Rini says:

    Kemarin juga, aku denger di MQ FM Bandung, penyiarnya bilang kalau Pak Ridwan Kamil, pernah menghentikan sebuah mobil karena seseorang di dalam mobil tersebut, membuang puntung rokok keluar mobil. Kurang lebih seperti itu. Dirimu sekeren Pak Ridwan Kamil🙂

  4. No. I don’t know who…😉

  5. Kerenlah ini Mba-nya… (y)

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s