Nasihat Terindah

Nasihat terindah itu tentang kematian.
Mati itu pasti.
Akan tetapi, kita tak pernah tau kapan diri ini sampai padanya.
Maka kita hanya bisa siapkan yang terbaik saja.

Tepati janji, lunasi hutang, dan minta maaf atas kesalahan adalah salah satu langkah baik menyambut kematian.

Usahakan, jangan meninggalkan luka. Bagi siapa pun di mana pun. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Baik melalui percakapan di telpon maupun sekedar sms. Karena kelak pasti dimintai pertanggungjawaban.

Perjalanan kita, ke arah mana pun, sejatinya adalah perjalanan menuju kematian.

“None will enter Paradise, except with the
Mercy of Allah”

*saya pun memohon maaf kepada seluruh pembaca blog ini. Atas kesalahan kata yang saya pilih.😉

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Kontemplasi and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Nasihat Terindah

  1. Rahmat_98 says:

    Terima kasih sudah diingatkan kembali🙂

  2. Rini says:

    Semoga kita meninggal dalam keadaan husnul khatimah aamiin.

  3. jampang says:

    mohon maaf lahir dan batin, mbak

  4. Galuh Nindya says:

    ada apa ini ada apa? *curiga*😀

  5. Mas Djie says:

    Maafkan Djie juga mbak…🙂

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s