Jilbab Bukan Panggilan Hati

Banyak orang salah kaprah tentang perintah berjilbab. Diantaranya adalah dengan mengaitkan dengan panggilan hati. Padahal sejatinya berjilbab itu wajib bagi muslimah mau ada panggilan hati atau tidak.

Kapan hari yg lalu di tipi ada artis bilang: jilbab itu panggilan hati.
Kalimat yg terdengar mulia n humanis tp salah kaprah n menyesatkan.

‘panggilan hati’ kalo mau dimaknai positif berarti hasrat utk melakukan kebaikan.
Tp ‘panggilan hati’ scara umum: keinginan lakukan sesuatu.

Mau menabung, membersihkan tempat kotor, memungut duri di jalan, mengembalikan barang temuan, dll itu panggilan hati.
Lalu bgmn dg brjilbab?

Berjilbab itu kewajiban bagi muslimah.
Mau ada panggilan hati ato tdk, hukumnya ttp wajib.
Wajib⇒dikerjakan berpahala, ditinggalkan berdosa.

Berjilbab u/ muslimah kedudukannya sama dg perintah sholat, zakat, puasa u/ tiap muslim.
Sama2 wajib. Gak ada hubungan dg panggilan hati.

Kita sholat, zakat, puasa (jika ikhlas krn Allah n sesuai tuntunan) akan dapat pahala. Kalo tinggalkan itu y dosa.
Begitu juga dg berjilbab.

Maka, bagi muslimah, berjilbab itu ibadah dan menjalankan perintah wajib dr Tuhannya.
Nggak ada hubungan apa pun dg panggilan hati.

Kalo muslimah belum berjilbab, ya bersiaplah dg konsekuensinya. Setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan, tmsk melanggar perintah Tuhan.

Kalau muslimah belum mau berjilbab, ya siap2 aja bertanggungjawab dg ketidakjilbabannya itu. Gak usah rempong dg ‘panggilan hati’.🙂

Perintah berjilbab jelas ada di QS Al Ahzab: 59
Manusia itu diciptakan Tuhan.
Bukankah patuh pd perintah Tuhan itu seharusnya ‘fitrah’?🙂

Manusia itu tempatnya salah n lupa.
Sedang Tuhan Maha Pengampun.
Kesalahan di masa lampau InsyaAllah akan diampuni dg memperbaiki diri.

FYI, sy berjilbab rapi baru sejak semester V kuliah, umur 18th.😀
Tulisan menarik ttg jilbab nindyaetmemoria.wordpress.com/2014/09/27/kal… by @galuhnindya

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Menu Motivasi and tagged . Bookmark the permalink.

7 Responses to Jilbab Bukan Panggilan Hati

  1. Rini says:

    Saya terpanggil untuk kasih komentar. Anehnya, kalau yang tidak berjilbab mau sholat suka ribut cari mukena, berarti sebetulnya tau kan harus menutup aurat. Atau mungkin taunya harus nutup aurat pas sholat aja.

  2. lazione budy says:

    18 tahun kuliah semester 5?
    Wah sarjana muda nih.

    * salah fokus

  3. Galuh Nindya says:

    wew. ini lebih frontal nulisnya. hehehehe.
    nice post anw.🙂

  4. Bagus. Jangan seperti anak durhaka di sebelah yang mengingkari petuah orangtuanya dan neneknya demi thesis yang dibuatnya dg judul: Jilbab tidak wajib

  5. hikmahua says:

    setuju sekali, mbak. mungkin tulisan saya beberapa waktu lalu bisa menambahkan. judulnya lebih keras: http://hikmahua.wordpress.com/2014/06/30/tak-berhijab-berdosa/

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s