Twitwar

Media sosial bernama Twitter, menurut saya memang media sosial paling “unik” di antara media sosial lain yang saya tau. Bagaimana tidak, sebab Twitter hanya menyediakan 140 karakter untuk meluapkan perasaan. Dengan adanya itu, setidaknya ‘memaksa’ untuk cerdas merangkai kata agar tidak melebihi jumlah karakter yang tersedia. Juga menjadi penting adalah seni merangkai kalimat (apalagi me-mention akun orang lain) agar tidak terjadi misinterpretasi. Dan jangan sampai, kita justru melakukan “fitnah” karena salah “teknik” merangkai tulisan di akun Twitter.

Hal yang “unik” lagi di dunia Twitter adalah istilah twitwar. Itu semacam adu argumen di 140 karakter. Kata ‘twitwar’ ini menurut saya sangat oke punya. Media lain tidak bisa dibuat istilah serupa. Misal ‘blogwar’ akan terasa jelek. Hehe. Twitwar ini seru sekali. ASALKAN substansial dan searah. Bukan yang timpang apalagi yang tak jelas arah semacam “men sana in corporesano, ditanya ke mana jawabnya ke sono”😄 .

Kembali soal teknik penulisan Twitter. Walau tidak ada hukum tertulis, tapi kita akan menangkap maksud seseorang berdasarkan struktur kalimat dia.

Misal si A ngetwit :

semoga..  “@dyahsuji: Slmt bt pemilih JKW
Kolom agama BOLEH dikosongkan..utk yg tdk termasuk agm diakui &tunggu utk diakui agar tdk kosong

Secara awam, orang akan memahami bahwa si A menjawab “semoga..” sebagai tanggapan dari twit @dyahsuji yang berbunyi : Slmt bt pemilih JKW
Kolom agama BOLEH dikosongkan..utk yg tdk termasuk agm diakui &tunggu utk diakui agar tdk kosong

Begitulah.

Nah ceritanya siang tadi ada orang yang tiba-tiba mention saya dengan bunyi seperti itu. Padahal saya TIDAK PERNAH SEKALIPUN menulis Twit yang berbunyi : Slmt bt pemilih JKW
Kolom agama BOLEH dikosongkan..utk yg tdk termasuk agm diakui &tunggu utk diakui agar tdk kosong

image

Saya lalu membalas mention tersebut.

image

Dan selanjutnya mari saya tampilkan capture saling berbalas di Twitter yang 140 karakter itu. Menurut saya ini hiburan yang menyenangkan. Check it Out!😉

image

image

image

image

image

Dan? Dia pun meneruskan tapi saya sudah tidak membalas.🙂
Ini endingnya yang bikin ngakak.😄😄😄

image

image

Ngiahaha! Sumpah itu bikin ngakak.😄😄.

Atau, apakah sekarang definisi fitnah sudah berubah? Ada yang bisa beri tahu saya?😀

Oh ya tambahan. Sebetulnya kalau saya mau meladeni si Mbak Frustasi itu, saya bisa blunder-kan dia lho dengan jumlah follower yang dia sebut-sebut. Jumlah follower tak semata dilihat dari angka bulat. Tapi menurut saya ada sisi lain.

image

Sisi lain itu setidaknya ada tiga.

1. Perbandingan jumlah twit dengan jumlah follower. Dia sudah ngetwit 49 ribu tapi followernya baru 4 ribuan?😀

2. Perbandingan jumlah yang difollow dengan jumlah follower. Bagaimana pun, Twitter adalah media sosial yang ‘menuntut hubungan dua arah’ yaitu saling follow. Nah dia sudah follow hampir 2 ribu orang lho itu😀

3. Lama main Twitter. Saya tidak tau sejak kapan dia main Twitter. Kalau saya baru mulai ngetwit sejak tanggal 18 April 2014. Hari yang bersejarah bagi saya. Ahaha.

Namun karena saya adalah gadis anggun dan baik hati (Huwekk) jadi saya tidak membalas lagi. Ya sudah. Tulisan ini tidak usah dimasukkan hati. Just intermezzo and take lesson if it exist.😉

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Twitwar

  1. jampang says:

    ah…. nggak seru. perangnya cuma dikit😛

  2. ayanapunya says:

    Iya. Itu kesannya kayak kamu yang nulis twitnya duluan

  3. alfasemua says:

    Saya gak punya twitter dan gak paham twitter:) tapi itulah medsoc sis… hehehe slalu ada masalah yang “dibuat-buat” oleh orang-orang…

  4. Kenapa akun2 #Bejo rata-rata seperti itu ya?
    Semoga ada yg ngambil skripsi tentang psikologi seperti itu.

  5. Rini says:

    Baguslah ga ditanggepin lagi, buang2 energi hehehe

  6. This is why I chose not to have Fb or Twitter account. It’s a waste of my valuable time. Besides, borrowing electronic terminology, socmed tends to be a “resistor”. It gives the users a way to release their “steam”, and in many cases that’s all the users do: releasing the steam. They stopped trying to manifest their “steam” in the real world, the place where it really matters.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s