Jaka Sembung

Yeah walaupun Mr. Edwin sudah berbaik hati berkali-kali menasihati diriku agar tidak membuang waktu dengan meladeni orang di dunia maya, tapi apalah daya. Daripada saya galau cobak? *apa maksudnya?😄 * I do sorry, Mister.😄

Barangkali, dunia blog cenderung dunia yang ramah. Tidak ada batasan panjang penulisan membuat user bebas sebebas-bebasnya meluapkan isi hati. Dan saya pun menemui banyak kasus persaudaraan terjalin berawal dari blog. Berbeda dengan Twitter, sepertinya Twitter lebih berpotensi sebagai ladang perang. Nyatanya yang ngetrend malah twitwar.😄

Namun apa pun itu, ketika saya telah memutuskan untuk membuka lapak di Twitter, setelah sekian lama ‘dipaksa’ oleh pak Iwan, saya punya tujuan yang jelas. Sama (walau tak serupa) dengan tujuan saya membuat blog. Yaitu untuk menyampaikan apa-apa yang menurut saya perlu disampaikan. [Walau nyatanya di blog ini saya justru banyak nyampah dan meng-geje😛 ] Dari itu, saya berharap apa yang sampaikan dapat menambah pengetahuan bagi orang lain yang membaca. Lumayan lah untuk membantu pencerahan. Meski hanya sedikit. Bukankah hidup ini bermakna karena kita berbagi?🙂

Kalau kemudian ada yang menanggapi twit saya dan dia gagal paham, saya akan berusaha mengajaknya berdiskusi. Saya sendiri juga manusia yang tidak lepas dari khilaf, karenanya saya membuka lebar pintu diskusi tersebut. MAKA saya hanya melayani diskusi yang berbobot dan searah serta minus caci maki. Kalau sudah ‘jaka sembung’ alias kagak nyambung atau mbulet bolak-balik, ya terpaksa saya tinggal. I don’t want to make my time be waste as Mr. Edwin said.😉

Nah ini contoh jaka sembung itu.😀

image

Mana nyambung itu dengan twit saya? Apakah orang itu sedang monolog?😀

And?

image

Eh, kenapa dari kemarin postingan saya tentang Twitter melulu ya? Hmmm macam orang tak punya ide saja nih saya. Hiks😦

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Jaka Sembung

  1. alfasemua says:

    Hai mbak, menurutku ya hati2 dengan “rasa/perasaan”. Mungkin mbak galau dsb lalu mencurahkannya ke blog. Lebih baik mbak menenangkan diri, mantapkan hati dan mencari pemecahan masalahnya, dan seandainya tetap galau dan gak dapat jawaban ada baiknya minta saran kpd yg lbh dewasa. Ada sisi negatifnya ketika mbak mencurahkan hal semacam ini ke depan umum. Mungkin ada beberapa org yg tak nyaman dengan twit itu dan akhirnya ikut2an nge twit hinaan dsb. Apa yang gak mungkin di dunia maya? satelit saja bisa di geser, apalagi cuma teks?

    saranku🙂 lebih baik selesaikan dengan cara yang lebih bijak

    • Dyah Sujiati says:

      Terima kasih sarannya soal galau🙂

      Kalau di Twitter, sy selama ini tidak pernah ngetwit yg menye-menye atau galau dan semacamnya. Di Twitter hanya menyampaikan apa yg perlu sy sampaikan. Ketika Twitter banyak digunakan oleh orang, bukankah itu bisa menjadi salah satu ‘ladang dakwah’ juga?😉
      Kalau kemudian ada yg menghujat/tidak terima ya mari kita diskusikan dengan elegan. Kalau ada yang caci maki, itu udah urusan personal dia. Dan tidak mungkin apa yang kita lakukan itu akan diterima/disetujui oleh semua orang.🙂

  2. jampang says:

    jadi ujung2nya ngiklanin untuk beli buku digital dari doi?

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s