Kenapa Tidak?

Suatu siang di atas motor, saya berboncengan dengan seorang pelajar. Tiba-tiba dia berujar, “Mbak, kenapa Mbak tidak menikah saja dengan Mas X?”

Ya, saya sedikit terkejut. Bukan karena pertanyaan itu (sebab pertanyaan itu sudah sering ditanyakan orang lain) melainkan buat apa anak itu ikut bertanya demikian. Fffh.

“Kalau aku bertanya padamu, apa kau mau menikah dengan Mas X?” Jawab saya.

“Nggak mau juga Mbak.”

“Kenapa tidak mau?”

“Engggg pokoknya tidak mau.”

“Seperti itu juga yang terjadi pada saya. Kamu bisa mengerti?”

~~

Saya mendapat sebuah analogi bagaimana saya harus ‘memainkan permainan’ ini. *Colek Mbak Galuh*

Seorang lelaki yang akan menjadi suami saya nanti adalah lelaki yang akan membersamai saya hingga saya atau dia ‘pulang’. Bukan lelaki untuk bersama sehari atau seminggu saja.

Setiap orang pasti memiliki impian dan cita-cita. Katakanlah, saya punya tujuan ke Jakarta. Maka lelaki yang akan menjadi imam saya adalah haruslah lelaki yang juga punya tujuan ke Jakarta. Itu pertama. Kedua, lelaki hendak ke Jakarta dengan rute yang sama. Maksudnya begini. Mungkin ada seorang lelaki yang hendak ke Jakarta namun dia mau jalan-jalan dulu ke Papua, ke Bunaken, ke Lombok, dan semisalnya. Tentu saya tidak bisa menerima lelaki seperti ini.

Dan ketiga, lelaki itu bisa memberi saya rasa aman dan menjadikan perjalanan saya itu berkah dan berkualitas. Akan sangat sulit bagi saya, seorang perempuan, jika mesti menerima seseorang lelaki yang justru akan menjadi beban. Perjalanan itu akan menjadi sulit dan jauh dari berkah.

Itulah analogi yang saya rasa berlaku tidak hanya untuk saya. Tidakkah demikian? *sotoy😄

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Jodoh and tagged . Bookmark the permalink.

7 Responses to Kenapa Tidak?

  1. jampang says:

    semoga… Allah menyegerakan. aamiin

  2. Faris says:

    Semoga Allah swt memberikan yang terbaik dan semoga lelaki itu adalah jodoh dunia dan akhiratnya ya mbak.🙂

  3. alfasemua says:

    Sebelum menikah, perlu banyak pertimbangan… misalnya dari aspek cara berpikir untuk menggapai akhirat dan aspek materi… kalau umur sudah matang, hendaknya menikah🙂

  4. Galuh Nindya says:

    Ternyata oh ternyata, saya dicolek lagi gegara topik yg ditulis ‘nyambung’ dg yg pernah kutulis. Hohoho.. Smg kita dimudahkan untuk istiqomah dg ‘cara main’ yg demikian ya buuu😉

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s