Desember

Jreng! Jreng! 2014 sudah tiba di Desember. Dan saya akan menggenapi seperempat abad. T_T

Mengawali akhir (?) tahun ini, saya akan memposting tulisan yang karenanya telah membuat saya terhibur namun juga miris. Bagaimana tidak terhibur kalau berkomunikasi dengan orang yang ‘lucu’? Dan bagaimana tidak miris kalau dihadapkan lagi dengan orang yang terindikasi tidak punya empati? Oh, sedihnyaa.

FYI, ini memang terkait soal kenaikan harga BBM yang imbasnya menaikkan hampir seluruh tarif maupun harga kebutuhan yang lain. Coba saja baca curhat teman saya di sini. Baca juga komentar-komentar yang ada ya😉

Nah, ini adalah capture yang menghibur tersebut.

image

Oh ya, sebetulnya saya mendapat puluhan mention serupa. Tapi tidak semua saya tanggapi. Yang saya tanggapi hanya yang pantas ditanggapi. Dan percayalah, bahwa saya hanya menghabiskan total waktu tak lebih dari 10 menit untuk meladeni orang itu. Jadi saya tidak waste my time. Hehehe. *Berapologi. Sehingga kesimpulannya adalah saya tetap gadis yang baik hati, kalem, dan anggun. #APA INI?!# 😄😄😄

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged . Bookmark the permalink.

6 Responses to Desember

  1. Rini says:

    Aku kan rakyat bu…. (yang tidak diperhatikan oleh yang katanya presiden)😦

  2. Galuh Nindya says:

    Iki tak perhatikan postnya belakangan kok seringnya twitwar wae toh buuuu… udah, balik jd dokter vmj aja deeh.. hehehe

  3. Desember ini benar-benar kelabu kaya lagunya Yuni Shara..
    Salary aku belum naik nih. Insya Allah bulan depan ada kebijakan kantor untuk penyesuaian transport. Secara matematis sih belum cukup menutupi kebutuhan sehari-hari. Tapi optimis, perhitungan Allah lain lagi ceritanya. *curucol*

    Aku kasihan untuk para pekerja, yang kantornya enggak mampu menaikkan salary anak buahnya. Pikirin kenaikan daya beli rakyat dulu dong, baru naikin harga-harga yang lain.

    • Rini says:

      Betul Mba, menaikkan gaji karyawan, berarti harus meningkatkan keuntungan perusahaan, jatohnya ya karyawan kan dipush lagi buat mencapai omset untuk dapat menutupi biaya operasional yang baru. Apalagi bagian sales, udah kayak dikejar2 apa gitu kalau target belum tercapai. Jatuhnya, ya kita-kita juga yang membayar kenaikan gaji ini kan. Dusta kalau bilang demi rakyat. *hehe curcol lagi😀

  4. jampang says:

    saya PNS, dan sepertinya saya bukan rakyat…. kalau baca capture statemen di koran beberapa waktu yang lalu😀

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s