Kopas Komen

Dari pada blog saya kosong melompong, maka akan saya isi dengan komen saya pada tulisan pak iwan. Hehe. Nggak kreatif banget yak? Duh!

Semoga semangat saya segera pulih dan saya bisa menulis lagi. Aamin!

Ini dia hasil kopi paste-an-nya (?):

Sebetulnya, Plural itu artinya majemuk, tidak tunggal. Sedang Pluralitas adalah kemajemukan. Seharusnya orang yang mengaku sebagai Pluralis adalah orang yang menghargai Pluralitas dan membina supaya Pluralitas itu indah.

Lha itu orang JIL ngaku Pluralis tapi malah menyuruh orang mengakui semua agama sama. Lantas di mana kemajemukannya? Hadeh tong tong!

Mereka ini lucu banget.
Mengusung paham kebebasan dan kebenaran relatif tapi menyalahkan pendapat yang menganggap Islam agama paling benar. Harusnya terserah donk orang mau berpendapat apa. Huahaha.

Terus mereka juga maunya menganggap semua agama benar. Tapi kok menyalahkan Islam yang menyalahkan agama lain? Katanya tadi semua agama benar? Jiahahha!

Mereka juga bilang bahwa agama itu merasuk dalam tingkah laku dan kepribadian sehari hari. Sehingga agama itu tidak bisa diukur dari panjang jilbab, jumlah hafalan, jidat hitam, atau yang sejenisnya. Jadi agama bukanlah kriteria utama memilih jodoh. || Lha tadi katanya agama itu merasuk kok malah nggak jadi kriteria utama?
*Gubrak XD

Terakhir nih mereka suka menuduh orang biasa aja yang tidak sependapat dengannya sebagai orang yang tidak pengertian.

A : Oi, loe tu jangan menilai orang dengan persepsi diri sendiri loe! Nilailah orang berdasar persepsinya.
B : Ya elu juga mesti menilai gue dengan persepsi gue donk kalau gitu!

😂 😂 😂 😂 😂

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Kontemplasi and tagged , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Kopas Komen

  1. Rini says:

    Saking lucunya udah ga bisa ketawa uy😀

  2. “Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu ucapan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat”. [Hadits Muslim]

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s