Mbolang Karanganyar-Tawangmangu

Usai dari Air terjun Kali Pancur, kami tiba di terminal Solo. Kami mencari tempat untuk menginap malam itu. Adalah HOTEL Mutiara yang kami pilih. Satu malam hanya 35 ribu rupiah! Murah banget kan? Judulnya hotel gitu lho!😀

Hotel ini juga horor. Hanya ada 1 tempat tidur untuk dua orang tapi kecil dan kamar mandi. Kami bahkan sholat di atas kasur! Tidak ada pengedap suara dan jangan tanya soal AC. Dan bagaimanapun saya tetap tidur nyenyak. Ya ya ya itulah nikmatnya!😀

Malam itu kami belum makan. Usai meletakkan barang di ‘hotel’ kami keluar lagi mencari makan malam. Ternyata tidak ada yang jualan. Dan akhirnya kami bisa makan di warung Padang dengan makanan seadanya.😀

Pagi-pagi kami segera meninggalkan ‘hotel’ yang horor menuju terminal. Di terminal kami sarapan dan baru memutuskan untuk pergi ke mana. Terputuskanlah kami akan pergi ke Air Terjun Tawangmangu (karena kami tidak puas dengan Air Terjun Kali Pancur kemarin), canti Sukuh, dan candi Ceto.

Perjalanan dimulai dengan bis menuju Tawangmangu. Tarif dari Solo menuju Tawangmangu Rp. 15 ribu per orang. Perjalanan cukup lama dan jalanan meliuk indah. Membuat usus menari di rongga perut. Untung tidak muntah. Haha.

Akhirnya kami tiba di Terminal Tawangmangu. Kami menitipkan tas bawaan kami. Dari tempat itu pula kami mendapat panduan menuju Candi Sukuh dan Candi Ceto.

Kami akhirnya jalan kaki dari Terminal menuju wisata Air Terjun. Kami jalan kaki sekitar 2 km dengan jalan yang menurun.

Lalu kami masuk ke lokasi wisata. Tiket masuk lokasi Rp. 11 ribu per orang. FYI, salah satu impian saya sejak kecil adalah mengunjungi tempat ini. Alhamdulillah keturutan!🙂

image

Di lokasi air terjun Tawangmangu

Usai dari Air terjun, kami harus kembali ke terminal. Jalanan menanjak! Dan? Kami kembali menumpang wisatawan! Huahaha! Preman banget yak!😛

Ternyata, begitu sampai di terminal, hujan turun begitu deras. Kami diam menunggu di depan toko yang tutup. Namun setelah satu jam menunggu, tak reda hujan yang turun. Akhirnya kami nekad melanjutkan perjalanan. Dari air terjun Tawangmangu, lebih baik menuju Candi Ceto terlebih dahulu baru ke candi Sukuh. Untuk menuju Candi Ceto, dari Terminal Tawangmangu, kami naik bus jurusan Karangpandan. Tarif 6 ribu rupiah per orang. Dari Terminal Karangpandan, lanjut lagi naik bus jurusan Kemuning. Tarif 5 ribu rupiah per orang.

Di bus menuju Candi Ceto, kami mengobrol dengan orang-orang di bus. Waktu itu sekitar setengah tiga sore. Mereka semua mengatakan bahwa kami tidak akan cukup waktu jika sore ini harus kembali ke Solo. Kami sebaiknya menginap di sekitar candi Ceto baru kembali ke Solo esok hari.

Hmmm berarti kami harus merubah rencana. Semua itu serba kami putuskan mendadak. Karena memang kami tidak membuat target melainkan kami harus menikmati setiap waktu yang kami lewati!

Akhirnya kami putuskan untuk bermalam di Ceto. Berarti kami butuh penginapan lagi. Hmmm dengan sedikit ‘silat kata’ akhirnya kami berhasil ‘memancing’ seorang ibu penumpang bis. Sehingga kami ditawari menginap di rumahnya! Uhuy!

Menginaplah kami di rumah bu Tini yang baik hati. Alhamdulillah!

Ternyata rumah bu Tini malah menghadap kebun teh. Waaa ini bonus! Lalu setelah sholat asar, kami jalan-jalan di sekitar kebun teh dan ternyata di sana rumah teh. Di sini ada cerita lucu, tapi susah diketikkan. Haha. Skip saja lah ya!😀

image

Di kebun Teh Ngargoyoso

Hal yang sangat mengharukan adalah ketika kami belum pulang, ternyata anak-anak bu Tini mencari kami. Takut kami tersasar. Kami jadi merasa bersalah.😦

Hujan terus turun waktu itu. Suhu udara sangat dingin. Namun kedinginan itu justru menambah kehangatan hati yang kami rasakan. Pengalaman mbolang yang lengkap!

[to be continue]

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in My Journey and tagged , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Mbolang Karanganyar-Tawangmangu

  1. You should’ve told me you planned to stay in Ceto. I have a three-bedroom villa not far from that Hindu shrine, only about half-an-hour drive away. You could’ve borrow it. I rarely use it anyway.

    We used it for New Year celebration back in the turn of 2013-2014, some of the old friends from our Multiply days.

  2. Pingback: Mbolang Karanganyar-Candi Ceto | Life Fire

  3. Pingback: Wisata Bahari Lamongan | Life Fire

  4. Haya Najma says:

    MURAH banget, 35 reboo… hik hik

  5. Pingback: Pantai Indrayanti – Jogja | Life Fire

  6. Hotel murahnya mestinya di foto, kali aja ada penampakan di situ🙂

  7. Pingback: Tujuh Wisata Dalam Sehari di Karanganyar | Life Fire

  8. Walah hotelnya murah amat, cuma seharga semangkuk sop buntut😀

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s