Litle Bit

Beberapa menit lalu, langit tempat desa saya bernaung berwarna biru sebiru-birunya. Tiba-tiba beberapa menit kemudian, butiran hujan datang menyerbu. Langit tak lagi berwarna biru. Saya pun lari gedebukan menyelamatkan cucian yang sudah kering.

Rasanya, segala sesuatu cepat sekali berubah. Waktu cepat sekali berlalu. Dan saya? Masih begini-begini saja.😥

Tahun demi tahun berlalu. Bangku kuliah sudah saya tinggalkan hampir 5 tahun. Sedang hidup saya? Masih begini-begini saja. Hiks😥

Semenjak meninggalkan bangku kuliah, rasa-rasanya saya tidak menambah ilmu apa pun. Membaca buku pun tidak sebanyak dulu. Minat membaca saya turun drastis dan tak kunjung pulih.😥 Saya juga tidak mengikuti kursus atau pelatihan apa-apa sehingga skill saya tidak mengalami penambahan. Kemampuan bahasa Inggris saya apalagi? Sepertinya terjun payung! Dan saya bahkan tidak menambah hafalan juga. Astagfirullah!😥😥😥 *nangis-kejer*

Begitu juga dalam hal kontribusi. Ya Allah, saya tahu negara ini sedang di ujung tanduk. Wabah sesat logika masih sedang terus berjalan. Liberalisasi kekayaan negara masih sedang berjalan. Dan hidup rakyat kecil semakin sengsara. Tapi saya bisa apaaa? Saya hanya begini-begini saja!😥😥😥

Rasanya saya kok jadi manusia yang tidak berguna. Ini menyedihkan sekali. Dan lebih menyedihkan lagi adalah karena saya sudah tahu kalau saya ini menyedihkan tapi tak kunjung mau berubah. Hiks. Saya BUKAN manusia yang kehilangan jati diri atau sedang mencari jati diri atau orang yang tidak memiliki tujuan hidup. Tidak sama sekali. Saya mengerti untuk apa saya hidup dan saya memiliki tujuan hidup yang jelas. SAYA ORANG YANG PUNYA VISI MISI DAN CITA-CITA HIDUP YANG SAYA PERJUANGKAN. Masalahnya adalah kemalasan yang lebih dominan menghinggapi diri ini. Huwaaa!😥😥😥 ya Allah ampunilah saya, hiks😥

Sama halnya dengan rencana menulis. Dari doeloe, dari jaman bahulah, rencana menulis itu bejibun! Yang ingin ditulis banyak. Tapi tak ada yang mulai dieksekusi. Andai tembok kamar saya bisa tertawa, pasti mereka telah mentertawakan saya. Bahkan mungkin sampai kelelahan tertawa. Ya Allah, ampunilah saya.😥😥😥

Ini sudah tahun 2015. Umur saya bahkan sudah genap seperempat abad beberapa hari yang lalu.😥
Sesuatu itu, litle bit, yang harus saya kalahkan adalah malas! *menyemangati diri sendiri*

Demikianlah curhat tidak penting yang (terpaksa) saya tulis untuk melegakan hati saya. Hehe. Walau jelas tidak semua saya tuliskan. Karena sejujurnya saya juga tidak suka pada orang yang menye-menye suka mengeluh. ✌

Doakan saya ya kawan.😉

Doamu juga akan kembali padamu. HeHeHe [maksa banget minta didoain😄 ]

Nah, biar tulisan ini tidak terlalu melow, baiknya saya tambahi sedikit cerita. Kemarin saya bertemu teman. Saya sengaja datang menemuinya di Surabaya. Saat kami bertemu, ada kalimat menarik yang saling kami katakan mengenai postur masing-masing.

Dyah : Mbak, you looks litle bit litle.
Mbak : And you looks litle bit big.

Hiks😥

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Kontemplasi. Bookmark the permalink.

2 Responses to Litle Bit

  1. jampang says:

    semoga tahun ini lebih baik, tambah berkah umurnya

  2. Rini says:

    Apa kabar aku?😦

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s