Tahan Diri

Jadi begini ceritanya, saudara-saudara.

Awal Januari lalu saya membeli jaket secara online. Kata penjualnya, sekitar 2-3 minggu proses pembuatan. Singkat cerita, saya sudah mentransfer uang yang diminta. Saya tunggu sampai satu bulan, ternyata tidak ada kabar. Lalu saya coba menghubungi penjual. Dia lambat respon. Duh.

Setelah sekian lama menanti, akhirnya si mbak menjawab. Katanya mau dikirim besok pakai JNE.

Seminggu berlalu dan jaket saya tak kunjung tiba. Saya meminta nomer resi pengiriman untuk mengecek di JNE, si penjual juga lama person. Hadeuh saya penasaran dan tersiksa menanti. #Halah.

Baru kemarin Selasa malam si penjual beri saya nomer resi. Rabu pagi saya langsung ke JNE. Ternyata jaket saya sudah tiba di kantor. Penerimanya teman saya, dan si ibu lupa tidak memberi tahu saya. Hadeuh.

Akhirnya saya sms lagi penjual kalau paketnya sudah sampai. Dan saya pun minta maaf serta mengucapkan terima kasih. Walau jaketnya tak sebagus yang di foto, ya sudah lah, tidak masalah. Itu resiko transaksi secara online. Yang saya sayangkan adalah sikap penjual yang tidak care dan tidak pernah sekalipun menulis kata maaf untuk customer-nya. Hmmm ini hal tidak baik, jadi jangan dicontoh.

Itu tadi adalah prolog. Masalahnya adalah ketika saya dalam kegalauan lantaran menanti jaket yang tak kunjung datang, saya sebetulnya ingin sekali menulis status di WhatsApp saya. Siapa tahu si Mbak penjual sempat membaca lalu tersindir.

Rencananya, saya akan menulis status begini,

Apakah penantianku akan berbuah manis? Mari lihat waktu menjawabnya. Tega bener sih jadi orang 😥

Tapi status itu saya urungkan. Kenapa? Tiba-tiba saya sadar. Entah mendapat wangsit dari mana.😄

Andai saya menulis status seperti itu, belum tentu si Mbak penjual membaca. Bisa jadi yang membaca malah orang lain yang justru menimbulkan praduga dan prasangka. Belum lagi resiko nanti dikira saya lagi sangat galau menanti kekasih gelap saya (walau emang iya sih😛 )

Dan bisa jadi juga orang yang membaca status itu, setelah dia menduga tadi, dia akan sporadis menyimpulkan bahwa saya termasuk kawanan alay yang tak bisa menahan diri dari berstatus di media sosial.

Maksud saya begini. Kalaulah orang biasa membuat status motivasi di jejaring sosial miliknya, itu adalah hal yang baik. Tapi kalau dia justru curhat, itu menjadi kurang baik. Karena akan mengesankan orang tersebut tak bisa menahan diri dari emosi.

Lha bedanya dengan tulisan ini apa? Bukankah ini juga tulisan curhat? Heuheuheu😀

Bedanya adalah di blog seperti ini bisa dijelaskan secara rinci dan detail. Sehingga tidak begitu menimbulkan prasangka dan praduga. #berapologi😐

Jadi?

KHUSUS dalam hal membuat status di media sosial kita yang dibatasi jumlah karakter, baiknya kita mampu tahan diri dari status bergenre curhat. Apalagi yang  sampai memancing perkara. HeHeHe.

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Menu Motivasi and tagged . Bookmark the permalink.

8 Responses to Tahan Diri

  1. jampang says:

    nggak foto jaketnya…. masih hoax😀

  2. Kesimpulannya … kalo bikin status yang jelas, straight to the point.

    “Apakah penantian jaketku akan berbuah manis? Mari lihat waktu menjawabnya. Tega bener sih mbak-nya …”

    *bihihihihihihik

  3. Galuh Nindya says:

    Hmm.. ya.. ya.. ya..😀

  4. alfath says:

    karena blog tidak banyak yg baca, mungkin ‘efek’ curhat nya ga sebesar kalau buat status. apalagi kalau beberapa pembaca sudah tahu kebiasaan penulis, jadi bisa pilih baca atau tidak. sedangkan status, pjg kalimat dikit dan langsung kena terbaca krn lewat di pertemanan.

  5. indri says:

    Wkwkwk..maaf mb

  6. ardiologi says:

    yang dimaksud satu, yang merasa banyak
    prinsip di atas yang kadang bikin saya mikir beberapa kali buat menulis hal yang dimaksud😀

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s