Takut?

Hari-hari ini saya sering merasa sedih. Entah bagaimana saya menjelaskan perasaan saya. Saya seperti melihat paradoks orang-orang dalam bersikap.

Saya melihat banyak muslim yang enggan bernahi mungkar. Mereka rajin shalat, puasa sunah, bahkan mengaji al Qur’an setiap hari. Namun begitu abai pada kemungkaran. Berdalih “takut ghibah” jika membicarakan keburukan orang lain.

Padahal tidak semua “membicarakan keburukan orang lain” adalah ghibah. Tentu disesuaikan dengan konteksnya. Jika untuk kemaslahatan hal yang lebih besar, menyampaikan keburukan orang justru hukumnya wajib. Contoh yang sederhana saja. Misalkan Anda mengenal si A adalah penipu dan Anda sudah pernah tertipu oleh A. Saat ini si A sedang mendekati si B dengan pola yang sama persis ketika dia mendekati Anda. Pilihannya: apakah Anda akan diam karena takut ghibah jika membicarakan si A atau Anda ingin menyelamatkan si B?

Di sisi lain, saya juga melihat ada sebagian muslim yang berusaha menghentikan kemungkaran tapi nasibnya begitu tragis. Babak belur dihajar pembuat onar. Tapi apa daya, saudaranya sesama muslim yang takut ghibah tadi juga memilih diam melihat saudaranya babak belur. Dalihnya, biarlah itu urusan masing-masing.

Kadang tak habis pikir, muslim yang takut ghibah malah menyalahkan muslim yang sudah babak belur. Si takut ghibah menilai cara bernahi mungkar si babak belur terlalu keras. Lalu seharusnya bagaimana? Tidak usah bernahi mungkar saja? Atau maklumi saja si pembuat onar? Atau cukup berdoa saja?

Kita muslim janganlah menjadi kerdil dan apa-apa serba takut dengan ghibah. Sudah membaca al Qur’an setiap hari apakah tidak kita dapati isinya penuh dengan “ghibah”? Bukankah al Qur’an berisi keburukan-keburukan Firaun, Bani Israel, Qarun, dan lain-lain?

Janganlah kita mendiamkan orang yang mengatakan bahwa ‘tidak ada orang mati karena bir’. Jangan diam bukan berarti harus menonjok orang lho! Tapi luruskan yang salah, pakai media yang kita miliki. Janganlah kita diam membiarkan saudara-saudara kita sesat logika. Akibat sesat logika, saudara muslim kita akan menjauhi Allah. Akibat sesat logika juga, kini muslim dihantui ketakutan saat ingin menjalankan perintah agamanya. Bagaimana tidak? Nanti kalau jadi orang baik malah dituduh ISIS atau dicurigai teroris?

Atau karena takut kehilangan teman lantas kita membelakangi al Qur’an dengan sikap kita yang tidak mau bernahi mungkar? Benarkah alasan kita diam adalah takut ghibah atau takut ditinggalkan teman? Berislam itu komprehensif, di segala sisi kehidupan. Ada Allah yang menjadi tujuan.

(Meme di atas boleh disebar. Hasil karya saya setelah tau ternyata aplikasi Photo Editor menyediakan fitur transparansi. Saya baru tau! Haha)

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Kontemplasi and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Takut?

  1. jampang says:

    kirain MEME itu yang bawa2 wajah seseorang aja…. ternyata nggak harus yah?

  2. Takut ghibah, padahal tidak bisa menempatkan definisi itu dengan baik, sehingga mencari alasan agar berlepas diri dari kewajibannya sbg muslim.

    Padahal Alalh sudah mengingatkan tentang kisah suatu kaum, dengan membawa pesan agar jangan pernah hilang kesadaran, karena kita memerlukan kesadaran ini (amar ma’ruf nahi munkar) untuk menjadi alasan saat menghadap-Nya.

    “Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.” [QS.Al-A’raf:164]

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s