PNS dan Penjual Koran

Pekerjaan ringan dan gaji pasti tiap bulan. Pada umumnya demikian yang dibayangkan orang ketika mendengar pekerjaan sebagai PNS. Ada benarnya, sebagian PNS hidup seperti itu. Namun ada juga pekerjaan PNS yang tidak ringan sebagaimana dibayangkan orang kebanyakan. Sebab ada PNS yang memiliki job desk sebagai pekerja lapangan sehingga harus menerjang hujan  dan bersabar dibakar sinar matahari dalam menjalankan tugasnya.

Hari ini langit mendung. Hujan turun tak henti-henti. Seorang penjual koran yang menjajakan dagangannya dari bus ke bus, terpaksa berteduh di pom bensin. Saya melihat beberapa korannya basah, tak selamat dari serangan hujan.

Penjual koran lalu duduk di dekat mesin pengisi bensin. Ada motor plat merah mengisi bensin jenis pertamax dan meminta nota pada petugas. Penjual koran lantas berbicara pada pembeli yang kebetulan memakai motor plat merah itu. Tepatnya meracau setengah mengomel menurut saya. Kurang lebih begini yang saya dengar,

Enak ya jadi PNS. Bensin aja diganti negara. Kerjanya enak-enakan. Gaji tetap tiap bulan. Beda sama diri ini. Kerja susah. Pendapatan tidak pasti. Mana diri ini juga yang mesti bayar pajak buat bayarin PNS.

Gerimis turun dengan ritme teratur dan air mata pengendara motor plat merah pun menetes bersama gerimis. Entah dia seorang PNS atau hanya kebetulan pinjam motor, saya pikir, air mata yang jatuh bukan karena sakit hati diomelin penjual koran.

Menyaksikan kejadian tersebut, saya pun tak mampu menahan air mata. Saya menangis sepanjang jalan menuju rumah mitra saya. Untung hujan, jadi nggak kelihatan.😄

Keluhan penjual koran bisa jadi refleksi potret kehidupan negara ini. Negara yang nampak salah urus. Negara yang kaya dengan sumber daya tapi rakyatnya kelaparan. Rakyat tak beda dengan tikus kurang gizi di lumbung padi.

Negara Indonesia kaya sumberdaya, pun kaya dengan masalah. Negara ini tidak butuh pemimpin inkompeten dan cengengesan yang hobi bilang #BukanUrusanSaya dan lihai bertanya “Siapa bilang?”. Negara ini butuh solusi dari pemimpin. Rakyat butuh kebijakan yang benar dari pemimpin yang tepat. Bukan kebijakan atas pesanan segelintir orang yang semakin mencekik rakyat.

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Kontemplasi and tagged . Bookmark the permalink.

7 Responses to PNS dan Penjual Koran

  1. Sudah bener … PNS bermotor plat merah ngisi BBM-nya jenis pertamax🙂

  2. jampang says:

    BTW, itu penjual koran bayar pajak apa yah?
    kalau penghasilannya dibawah PTKP kan nggak bayar😀

    • Dyah Sujiati says:

      PBB, pajak kendaraan bermotor, barang2 kebutuhan sehari-hari secara tidak langsung juga ‘mengandung’ unsur pajak.

      • jampang says:

        kalau punya rumah dan motor… artinya dia orang mampu😀

        PBB dan Pajak Kendaraan bukan pendapatan pusat tapi pemda. jadi tidak semua PNS digaji dengan uang yang sumbernya dari PBB dan Pajak Kendaraan bermotor

    • DCT says:

      Memangnya yang punya rumah dan motor orang mampu saja? sekarang semua bisa dicicil. Apalagi motor, loper koran banyak yg pakai motor. udah bayar cicilan karena tuntutan kerja, bayar pajak lagi.

      Selain ntu walau tidak semua PNS mendapat uang dari PBB, bukan berarti ada yang tidak dapat. Karena kalimatnya “buat bayarin PNS” artinya kalimat general (umum).

      Bayar pajak sekecil apapun = nyumbang untuk satu orang yang bekerja bagi negara, bukan hanya PNS

  3. pitaloka89 says:

    Semangat!! Saya besar juga berkat gaji PNS😀

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s