Straight Pride!

Beberapa hari terakhir, di Amerika sono lagi heboh soal pelegalan Kawin Sesama Jenis. Tidak semua setuju lho. Banyak yang waras dan menentang hal tersebut. Coba mampir ke sini. Dan seperti biasa, di Indonesia juga ikut latah ikutan euforia sehingga cukup signifikan untuk mengalihkan ketimpangan dan pelanggaran yang dilakukan pemerintah.

Okey, saya pun jadi ikutan latah dan menulis ini. Dan ikut meramaikan tagar #StraightPride. Hehe.

Sebagaimana sudah menjadi rahasia umum, bahwa homoseksual adalah penyimpangan orientasi seksual. Karena pada normalnya, manusia itu makhluk heteroseksual. Iya apa iya?🙂

Namun, para pengasong liberal di dunia mempropagandakan bahwa homoseksual bukanlah sebuah penyimpangan. Itu hanya soal preferensi, kata gerombolan liberalis. Sehingga mereka sebegitunya memperjuangkan (kemunduran peradaban?) pelegalan Kawin Sesama Jenis.

Nah, saya tidak akan membahas lebih banyak soal LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender). Soal penyebabnya, bahayanya, soal dampak sosialnya, dan hal-hal lain yang terkait dengannya. Tapi saya cuman mau mengomentari salah satu komentar pembela homoseksual di postingan pak Iwan. Komentar macam ini sering saya lihat dan cukup untuk menjadi ‘senjata’ untuk menghentikan diskusi yang sehat.🙂

Memilih untuk menjadi straight/gay adalah hak bagi setiap orang. Jika ada orang yg memilih mjd (menjadi, Red) gay, hal ini tidak merugikan diri sendiri atau orang lain,
so please mind your own business. (source)

Menurut komentator di atas, bahwa gay tidak merugikan orang lain. Padahal faktanya kita tahu kalau homoseksual (termasuk di dalamnya ada gay) adalah salah satu jalan penyebaran penyakit kelamin. Homoseksual juga menjadi salah satu ‘penyakit sosial’ yang dapat mengganggu ketertiban bermasyarakat. Sadar ya, manusia adalah makhluk sosial yang tidak hidup sendirian di masyarakat.

Lantas, saya ingin mengomentari komentar di atas dengan komentar sebagai berikut:

Memilih untuk mengomentari gay atau tidak adalah hak bagi setiap orang. Jika ada orang yg memilih mengomentari gay, hal ini tidak merugikan diri sendiri atau orang lain,
so please mind your own business.

😄

Salah kah?
Salahnya di mana? Wong menjadi gay aja selama tidak merugikan orang lain gak masalah. Apalagi cuma sekedar berkomentar? Hehhehheh *ketawa ala maklampir😛 *

Ohya satu lagi. Kalau yang dinamakan sifat genetik atau turunan, artinya diturunkan dari induknya. Berarti sesuatu yang bersifat genetik (memiliki sifat berasal karena turunan), secara logika dia merupakan produk dari induknya. Sehingga sampai saat ini, saya masih galau. *halah malah curcol* Kalau homoseksual dianggap genetik, bukankah seharusnya ia diwarisi dari orang tua yang homoseksual juga? Iya apa iya? Dan apakah homoseksual bisa punya keturunan? Lantas bagaimana homoseksual bisa disebut genetik?🙂

Sedikit catatan: Kalau saat ini para pegiat LGBT berdalih bahwa LGBT adalah faktor genetik yang disebabkan oleh kromosom Xq28, hal itu tidak lebih dari pemaksaan teori yang lahir untuk mendukung legalnya perilaku seksual mereka. Teori tersebut sudah runtuh. Silahkan cek di sini.

Dan kalau kemudian sampai ada pendukung LGBT yang mengatakan bahwa dia rela melepas agama demi rasa kemanusiaan untuk menghormati dan menghargai LGBT, tak usah bawa-bawa agama dulu deh. Seolah-olah agama itu bertentangan dengan kemanusiaan. Lha LGBT sendiri melanggar kemanusiaan kok. Dia menyalahi kodrat manusia. Piye jal?

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Kontemplasi and tagged , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Straight Pride!

  1. xrismantos says:

    Lagian secara alami aja hubungan intim para gay itu udah ngga pada tempatnya, coba bayangkan itunya masuk lewat belakang, eeeww…

  2. ayanapunya says:

    padahal kan homoseksual itu bisa ditularkan yak. nggak merugikan di mananya?

  3. jampang says:

    jelas bukan gen…. hmmm…. mungkin mirip gangguan saraf kali yah sehingga orientasi sexnya berbeda

  4. winnymarch says:

    aku kadang bingung ama peraturan amerika ini

  5. kandra says:

    #StraightPride
    Ternyata mba dyah ngeblog juga to? Luar biasa, jarang yang twitteran punya blog dan aktif lagi postingnya.
    Saya suka dengan tulisan mba dyah di atas, tapi sedih juga dengan fenomena dukungan dari artis maupun dosen terhadap penyakit kejiwaan yg bernama LGBT

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s